Ini yang akan dilakukan Polri terhadap masker-masker yang disita
Elshinta
Senin, 09 Maret 2020 - 08:45 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ini yang akan dilakukan Polri terhadap masker-masker yang disita
Sumber foto: https://bit.ly/3cHtEol

Elshinta.com - Pihak Kepolisian akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan apakah masker yang telah disita layak edar dan pakai atau tidak. 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Daniel Tahi Monang mengatakan, untuk masker kesehatan memang harus memenuhi rekomendasi dari Kemenkes. “Tapi kalau penangkal debu, dicek biasa untuk akhirnya bisa dipakai kembali,” kata dia, dalam keterangannya, pada Sabtu 97/3) lalu.

Karena itu, Brigjen Pol Daniel mengatakan, akan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk memastikan apakah masker yang disita layak edar dan pakai atau tidak. Dimana nantinya masker yang telah dinyatakan layak pakai akan dikembalikan kepada para pemiliknya, untuk kembali dijual dengan harga yang telah ditetapkan. 

“Akan dikembalikan ke pasar, karena sudah normal. Jadi dikembalikan ke pasar semuanya,” ucapnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi Polri, Minggu (8/3)., 

Sedangkan, untuk masker-masker yang sudah tidak layak digunakan akan dimusnahkan agar tak disalahgunakan.

Sebelumnya, kepolisian menangkap dan menetapkan 25 orang penimbun masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) sebagai tersangka. Namun, kini puluhan tersangka itu akan dilepaskan.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi menuturkan, ke-25 tersangka itu hanya diberi peringatan lantaran menimbun dan menjualnya dengan harga yang tinggi. 

“Kemarin Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan sudah memberikan peringatan apalagi menyalahgunakan izin perdagangan, maka akan ditindak secara administratif,” ujar Jenderal Bintang Satu itu. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
MAKI gugat UU Penanganan COVID-19 ke MK
Rabu, 03 Juni 2020 - 11:39 WIB
Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) dan sejumlah lembaga masyarakat kembali mengajukan permohonan uji mat...
LeCI: Tertangkapnya Nurhadi pintu masuk telusuri mafia peradilan
Rabu, 03 Juni 2020 - 09:48 WIB
Direktur Legal Culture Institute (LeCI) M Rizqi Azmi menyatakan tertangkapnya mantan Sekretaris Mahk...
Nurhadi ditangkap, Mahfud salut terhadap KPK
Rabu, 03 Juni 2020 - 09:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan salut te...
Kasus video porno mirip Syahrini, polisi masih kejar pelaku penyebar
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:23 WIB
Penyidik Sub Direktorat Siber (Subdit Siber) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sedang mengejar pelaku ...
MAKI apresiasi Nurhadi dan menantunya ditangkap KPK
Selasa, 02 Juni 2020 - 13:44 WIB
Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengapresiasi atas tertangkapnya mantan Sekretaris Mahmakah ...
Asrul Sani apresiasi KPK karena tangkap Nurhadi tadi malam
Selasa, 02 Juni 2020 - 13:33 WIB
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Arsul Sani, mengapresiasi Komis...
Soal kasus LBP dan Said Didu,  percayakan penegakan hukumnya ke polisi
Minggu, 31 Mei 2020 - 20:29 WIB
Koordinator Aliansi Masyarakat Penegak Supremasi Hukum, Ade Nugroho menilai bahwa persoalan hukum ha...
UU Penyiaran digugat RCTI ke MK sebab tak atur Netflix dan Youtube
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:52 WIB
UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran diminta INews TV dan RCTI untuk diuji di Mahkamah Konstitus...
Laksanakan rapid test, PN Medan bisa jadi referensi
Jumat, 29 Mei 2020 - 22:27 WIB
Ketua Pengadilan Tinggi Medan Setyawan Hartono mengapresiasi langkah pelaksanaan rapid test terhadap...
Tuduhan dipaksakan, kuasa hukum minta Eldin dibebaskan dari tuntutan 
Kamis, 28 Mei 2020 - 21:49 WIB
Sidang perkara kasus suap Walikota Medan non aktif terdakwa Tengku Dzulmi Eldin kembali digelar.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV