Kasus virus corona di Tiongkok menyusut, sekarang Tiongkok justru khawatir soal ini 
Elshinta
Kamis, 05 Maret 2020 - 10:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Dewi Rusiana
Kasus virus corona di Tiongkok menyusut, sekarang Tiongkok justru khawatir soal ini 
Ilustrasi. Foto: Redaksi/elshinta.com.

Elshinta.com - Selama beberapa hari terakhir, Tiongkok melaporkan penurunan jumlah kasus virus corona baru. Kecuali Hubei, tempat virus corona pertama kali muncul akhir tahun lalu, sebagian besar provinsi di daratan Tiongkok tidak memiliki kasus infeksi baru.

Tetapi dengan lebih dari 1.000 kasus sekarang dilaporkan di luar negeri setiap hari, Tiongkok memiliki kekhawatiran baru. Yakni, warga negara Tiongkok yang pulang dari perjalanan ke luar negeri, atau orang asing yang mengunjungi daratan Tiongkok akan membawa infeksi corona bersama mereka.

Sejauh ini, ada 15 kasus impor corona yang dikonfirmasi, hampir setengahnya melibatkan sekelompok orang Tiongkok yang bekerja di sebuah restoran di kota Bergamo utara Italia. Serta dari orang-orang yang bepergian dari Iran dan seorang pria yang datang dari Inggris melalui Hong Kong.

"Kami mengantisipasi awal tetapi gagal mengantisipasi akhirnya," kata Dr Zhang Wenhong, Direktur Departemen Penyakit Menular Rumah Sakit Huashan seperti dikutip dari Kontan. 

"Kami pikir selama Tiongkok mengendalikan situasi, dunia akan terhindar dari bencana. Tetapi sekarang setelah wabah di Tiongkok berangsur-angsur terkendali, kekacauan tumbuh di dunia," imbuh dia.

Dr Zhang khawatir melihat peningkatan mendadak dalam kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, yang meningkatkan risiko memicu lonjakan kasus baru di Tiongkok.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Benua Amerika episentrum baru COVID-19, WHO: Kini bukan saatnya negara-negara longgarkan pembatasan
Rabu, 27 Mei 2020 - 12:26 WIB
Benua Amerika muncul sebagai episentrum baru pandemi COVID-19, demikian dinyatakan Organisasi Keseha...
Prakirakan cuaca Jawa Barat pagi hingga malam hari
Rabu, 27 Mei 2020 - 10:36 WIB
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan akan terjadi beberapa wilayah di Jawa Bara...
Harga minyak naik dipicu pemangkasan pasokan dan pelonggaran lockdown
Rabu, 27 Mei 2020 - 08:37 WIB
Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), didukung oleh tanda-tanda bahwa pro...
Puluhan tahanan di penjara El Salvador terinfeksi COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 13:29 WIB
Sebanyak 36 narapidana di beberapa penjara El Salvador dinyatakan positif terinfeksi virus corona (C...
Tiongkok berharap gencatan senjata Idul Fitri di Afghanistan berlanjut
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:59 WIB
Tiongkok berharap gencatan senjata antarpihak bertikai di Afghanistan selama Idul Fitri akan terus b...
Lima negara sambut baik gencatan senjata Afghanistan dan Taliban
Senin, 25 Mei 2020 - 15:35 WIB
Indonesia, Jerman, Norwegia, Uzbekistan, dan Qatar menyambut baik pengumuman gencatan senjata oleh p...
WNI di Swiss rayakan Idul Fitri secara virtual
Senin, 25 Mei 2020 - 11:27 WIB
Masyarakat Indonesia di Swiss merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah melalui silaturahmi virtual, karena ...
Presiden: RS Chile alami kesulitan saat COVID-19 dekati 70.000 kasus
Senin, 25 Mei 2020 - 10:26 WIB
Sistem layanan kesehatan Chile mengalami kesulitan dan `hampir mencapai batasnya`, kata Presiden Seb...
Gempa dengan magnitudo 5,8 guncang Selandia Baru
Senin, 25 Mei 2020 - 08:30 WIB
Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang ibu kota Selandia Baru, Wellington pada Senin (25/5), tanpa a...
Brazil, pusat baru wabah corona, laporkan 965 kematian harian
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:12 WIB
Brazil melaporkan 965 kematian harian akibat virus corona baru pada Sabtu (23/5) sehingga jumlah tot...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV