Paus Fransiskus imbau umat berhenti mencerca di media sosial
Elshinta
Kamis, 27 Februari 2020 - 11:55 WIB |
Paus Fransiskus imbau umat berhenti mencerca di media sosial
Paus Fransiskus bertemu Kaisar Jepang Naruhito sebelum kunjungan pribadi di Istana Kekaisaran di Tokyo, Jepang, Senin (25/11/2019). (Ant/REUTERS/Issei Kato/aww) - https://bit.ly/3944o9B

Elshinta.com - Selama masa Prapaskah, umat Katolik diminta untuk berpantang terhadap sesuatu, misalnya makanan-makanan manis. Namun, pada Rabu (26/2), Paus Fransiskus menambahkan sentuhan modern pada daftar hal-hal yang harus berhenti dilakukan selama Prapaskah dan seterusnya, yakni mencerca orang di media sosial.

Paus menyampaikan seruan ibadah pantang dan puasa ketika berbicara kepada puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus dalam audiensi umum pada Rabu Abu, awal musim 40 hari menuju Hari Raya Paskah.

Masa Prapaskah, katanya dalam pernyataan yang sebagian diimprovisasi, "adalah saat untuk menghentikan kata-kata yang tidak berguna, gosip, desas-desus, pergunjingan".

"Kita hidup dalam atmosfer yang tercemar oleh terlalu banyak kekerasan verbal, terlalu banyak kata-kata ofensif dan berbahaya, yang diperkuat oleh internet," kata dia.

"Hari ini, orang saling menghina seolah-olah mereka mengatakan 'Ini Hari Baik', Paus melanjutkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Paus Fransiskus sendiri telah menjadi sasaran penghinaan dari situs Katolik ultra-konservatif dan sebagian besar cuitan anti-paus dari akun-akun anonim di Twitter.

Twitter juga telah menjadi media untuk pertarungan verbal, terkadang antara pendukung dan penentangnya.

Selama masa Prapaskah, yang ditandai dengan pertobatan, puasa dan refleksi, umat beriman juga dipanggil untuk mempraktikkan lebih banyak perbuatan baik, seperti memberi sedekah, dan untuk menjadi lebih dekat dengan yang membutuhkan, demikian Antara melansir Reuters. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tanpa lockdown, Dubes Korsel paparkan strategi hadapi lonjakan kasus COVID-19
Selasa, 07 April 2020 - 07:38 WIB
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-Beom memaparkan sejumlah strategi Korea Selatan ...
Trump suarakan harapan melandaikan lonjakan corona
Senin, 06 April 2020 - 10:26 WIB
Presiden Donald Trump mengungkapkan harapan pada Minggu bahwa Amerika Serikat menyaksikan peredaan k...
PM Inggris akhirnya dirawat di rumah sakit setelah swakarantina corona
Senin, 06 April 2020 - 09:54 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dirawat di rumah sakit untuk menjalani sejumlah pemeriksaan pa...
Selama karantina wilayah, udara di Madrid lebih bersih
Senin, 06 April 2020 - 07:49 WIB
Udara tampak lebih bersih di Madrid sejak Spanyol memberlakukan beberapa langkah paling keras di dun...
50 ribu alat tes COVID-19 dari Korsel akan tiba hari ini
Minggu, 05 April 2020 - 12:27 WIB
Sekitar 50.000 alat tes pemeriksaan COVID-19 dari Korea Selatan akan tiba di Bandara Internasional S...
Mantan Presiden Honduras yang tersangkut kasus FIFA tutup usia
Minggu, 05 April 2020 - 10:27 WIB
Mantan Presiden Honduras Rafael Callejas, yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan AS karena peranny...
IMF apresiasi kebijakan ekonomi Indonesia untuk merespons COVID-19
Minggu, 05 April 2020 - 09:48 WIB
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengapresiasi kebijakan pem...
Studi terbaru: Corona bisa menular via percakapan dan napas
Jumat, 03 April 2020 - 10:20 WIB
Studi terbaru menemukan hasil yang mencengangkan bahwa virus corona baru (COVID-19) bisa menular mel...
Duterte soal pelanggar karantina wilayah Filipina, `Tembak saja`
Kamis, 02 April 2020 - 16:37 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan pelanggar karantina wilayah akibat virus corona dap...
Mulai 3 April 2020, WNI tidak diizinkan masuk ke Jepang
Kamis, 02 April 2020 - 14:48 WIB
Pemerintah Jepang menolak masuk warga 49 negara, termasuk Indonesia, untuk pencegahan virus corona t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV