Tiga guru tersangka susur sungai maut digunduli
Elshinta
Rabu, 26 Februari 2020 - 16:59 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Tiga guru tersangka susur sungai maut digunduli
Foto: Izan Raharjo/Radio Elshinta

Elshinta.com - Polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus susur sungai Sempor yang menyebabkan 10 siswi SMPN I Turi meninggal terseret arus sungai. Ketiga tersangka tersebut merupakan pembina pramuka yang juga guru di SMPN I Turi Sleman. 

Polres Sleman untuk pertamakalinya menampilkan wajah ke 3 tersangka tragedi susur sungai  Sempor Sleman. ketiganya digiring menuju tempat konferensi pers dalam kondisi kepala sudah gundul dan berjalan tanpa alas kaki. 

Wakapolres Sleman, Kompol Akbar Bantilan mengatakan ketiga tersangka dijerat Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia dan mengalami luka, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Rabu (26/2).

Ketiga tersangka tersebut, yaitu IYA, DDS dan R. IYA adalah PNS Guru SMPN 1 Turi Sleman, R juga seorang PNS. Para tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara. Ketiga orang tersangka ini yang menjadi penentu, pencetus ide dan lokasi namun justru tidak ikut di kegiatan susur sungai, bahkan tersangka IYA malah pergi meningggalkan para siswa

"Dari 7 pembina yang ada, hanya empat yang fix ikut di dalam susur sungai. 249 siswa hanya diampu empat orang dewasa. Yang tiga ini, mereka penentu tapi justru tidak ikut. Padahal, ide, lokasi, semuanya dari ketiga orang tersebut terutama IYA. Tapi justru yang bersangkutan tidak ikut turun bahkan malah pergi untuk transfer uang di bank, sehingga meninggalkan dan siswa- siswi jalan sendiri," kata Akbar Bantilan di Mapolres Sleman Yogyakarta, Selasa (25/2).

Ketiga orang tersangka tersebut adalah yang memiliki sertifkat keahlian yang harusnya sudah mempunyai manejemen resiko. Harusnya mereka dari mulai perencanaan, pelaksanaan sampai akhir adalah yang paling bertanggung jawab dan harusnya ada bersama para siswa. Namun mereka tidak melakukan upaya-upaya untuk melakukannya.

Tersangka IYA mengatakan, bahwa kegiatan susur sungai ini dilakukan adalah sebagai latihan karakter. Agar siswa-siswi mengerti tentang sungai karena anak-anak sekarang jarang yang bermain di sungai atau menyusuri sungai. Sehingga para siswa perlu diperkenalkan sungai.

"Saat itu cuaca belum hujan, saya cek sungai di atas itu airnya tidak deras, kemudian saya kembali ke tempat start itu air juga tidak masalah. Di situ juga ada teman-teman yang biasa ngurusi susur sungai di Sempor, sehingga saya juga yakin aja tidak akan terjadi apa-apa," kata IYA.

Di tempat yang berbeda, Kakak Sepupu IYA, Agus Sukamta mengatakan, keluarga IYA mengalami tekanan sosial karena dibully dan juga tekanan dari lingkungan. Hal ini yang membuat istri tersangka diungsikan sementara. Sementara dua anak tersangka IYA juga sempat tidak berani masuk sekolah karena dibully. Anak-anak tersangka, menurutnya saat melihat ayahnya di Polres Sleman melalui media sosial sangat ketakutan. 

"Saat ini istri dan anak-anaknya sudah dilarang untuk memegang telepon selular, ini untuk menghindari kejadian-kejadian seperti itu," katanya. 

Dalam kasus ini Polres Sleman memeriksa terhadap 24 orang saksi dan telah menetapkan tiga orang tersangka. Termasuk Kepala Sekolah SMPN I Turi Sleman juga ikut diperiksa. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dibekuk, pelaku penghina presiden dan penyebar konten SARA juga dijerat pasal pornografi
Selasa, 07 April 2020 - 07:50 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Alimudin Baharsyah (33), tersangka...
Polda Jambi gerebek permainan judi mesin ketangkasan di Kebun Handil
Senin, 06 April 2020 - 20:36 WIB
Petugas gabungan Polda Jambi melaksanakan kegiatan operasi pekat (penyakit masyarakat) di sejumlah w...
Polisi ringkus tiga penjual emas palsu di Solok Selatan
Minggu, 05 April 2020 - 15:29 WIB
Polisi dan warga berhasil meringkus tiga orang yang diduga menipu dengan cara menjual emas palsu di ...
Di tengah wabah COVID-19, Polsek Ibun Polresta Bandung amankan pencuri kambing
Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB
Di tengah menyebarnya virus corona (COVID-19) di tengah-tengah masyarakat, Polsek Ibun Polresta Band...
Suami jadi pelaku pembunuhan mantan TKW asal Dampit
Sabtu, 04 April 2020 - 16:50 WIB
Unit Reskrim Polsek Dampit bersama Polres Malang, berhasil menangkap pelaku pembunuhan Suliani (44) ...
Polsek Pangkalan Brandan amankan sopir pemilik sabu
Sabtu, 04 April 2020 - 11:49 WIB
Polsek Pangkalan Brandan, Polres Langkat, Sumatera Utara, mengamankan satu orang laki-laki yang didu...
Polda Metro gerebek industri tembakau gorila lintas provinsi
Jumat, 03 April 2020 - 14:58 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek industri rumahan yang memproduksi tembakau g...
Pengedar sabu ditangkap aparat Polsek Tambora di kamar kontrakan 
Selasa, 31 Maret 2020 - 22:14 WIB
Pemuda berinisial Hb als Ea (30) diamankan Unit Narkoba Polsek Tambora, Jakarta Barat (Jakbar) di ja...
Polres Temanggung tahan tiga pembuat dan pengedar uang palsu
Senin, 30 Maret 2020 - 10:19 WIB
Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menahan tersangka pembuat dan pengedar uang palsu berinisi...
Dua pengedar narkoba dibekuk polisi
Sabtu, 28 Maret 2020 - 17:29 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membekuk dua pengedar narkoba yang menyelundupkan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV