Hakim ancam pidana Rano Karno jika tak jujur beri keterangan
Elshinta
Senin, 24 Februari 2020 - 17:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Hakim ancam pidana Rano Karno jika tak jujur beri keterangan
Rano Karno bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/2). Foto: Supriyarto Rudatin/elshinta.com.

Elshinta.com - Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta mengingatkan eks Wagub Banten Rano Karno soal acaman pidana jika memberikan keterangan tidak sebenarnya alias bohong dalam persidangan. Acaman pidana itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani saat Rano Karno bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/2). 

Peringatan juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Bukan tanpa alasan Rano diingatkan oleh jaksa KPK dan majelis hakim. Pasalnya sejumlah saksi, termasuk sejumlah  kepala dinas dalam persidangan mengakui pernah memberikan uang kepada Rano. Bahkan ada beberapa saksi yang mengungkap adanya permintaan uang dari Rano.

"Semua keterangan itu dibawah sumpah," kata Hakim Ni Made Sudani seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin.

Meski kembali dicecar terkait hal itu, Rano bersikukuh menampiknya. Rano bahkan kerap berkelit saat dicecar oleh jaksa KPK dan majelis hakim.

"Nah seperti itu jawabannya ya, karena setiap saksi itu sudah berada di bawah sumpah," ucap Hakim Ni Made Sudani.

"Saudara jangan berbohong, saudara sudah disumpah, ada acaman pidana jika saudara memberikan kesaksian tidak benar di sini," kata Hakim Ni Made Sudani menegaskan.

"Siap yang mulia," imbuh Rano menimpali.

Dalam persidangan Rano menyebut uang Rp 7,5 miliar yang bersumber dari PT Bali Pacific Pragama milik Wawan untuk kepentingan Pilkada Banten tahun 2011. Dalam kontestasi itu Rano berpasangan dengan Cagub Banten Ratu Atut.

Rano mengklaim uang yang diterima dan dikelola oleh salah satu tim sukses bernama Agus Uban itu digunakan keperluan kaos dan atribut kampanye. Meski mengklaim mendapat sumbangan sekitar Rp 7,5 miliar, Rano mengaku tak melaporkannya ke KPU Provinsi Banten.

Selain Rano, jaksa juga menghadirkan saksi Yayah Rodiah. Staf PT Bali Pacific Pragama itu mengaku pernah beberapa kali mengeluarkan uang untuk Rano Karno. Bahkan, salah satunya senilai Rp 3,7 miliar pernah diantar ke rumah Rano Karno.

"Iya waktu itu sampai masuk (Rumah Rano). Waktu itu ketemu pak Rano, pak Herdi, dan Agus Ubhan. Waktu itu ngga kasih tanda terima," ucap Yayah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KKP adakan seminar tingkat kompetensi litkayasa secara daring
Kamis, 09 April 2020 - 22:11 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyul...
Cegah COVID-19, Lapas Gunungsitoli terapkan besuk online
Senin, 06 April 2020 - 17:25 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menerapkan sistem besu...
Pelaku pembunuhan siswi SMP di OKU terancam hukuman seumur hidup
Minggu, 05 April 2020 - 13:59 WIB
Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menjerat AS (19), pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terh...
IPW: Pembebasan napi koruptor cederai keadilan dan kepastian hukum
Sabtu, 04 April 2020 - 15:39 WIB
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan pembebasan narapidana (napi) kor...
Ombudsman: Pencopotan Kompol Fahrul sudah tepat
Sabtu, 04 April 2020 - 07:38 WIB
Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Ahmad Alamsyah Saragih menilai pencopotan Kompol Fahrul Su...
Pencegahan COVID-19, 151 napi di Lapas Binjai dibebaskan 
Jumat, 03 April 2020 - 20:47 WIB
Sebanyak 151 narapidana di Lembaga Permasyarakatan klas II-A Kota Binjai, Sumut dibebaskan secara be...
LPSK catat perlindungan saksi dan korban 97 persen meningkat 
Jumat, 03 April 2020 - 13:48 WIB
Masa pandemi COVID-19 tak mengurangi minat masyarakat membuat permohonan perlindungan saksi dan korb...
Pakar: Rencana pembebasan Napi koruptor perlu pertimbangan matang
Jumat, 03 April 2020 - 12:45 WIB
Pakar hukum pidana dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Karolus Kopong Medan SH.MHum, ...
Atasi COVID-19, Kejari Bandung lakukan sidang gunakan video conference 
Kamis, 02 April 2020 - 20:35 WIB
Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/4) melakukan sidang video conference di ru...
Polri ungkap 18 kasus penimbunan masker-hand sanitizer, tuntutan pidana maksimal pelaku menanti!
Kamis, 02 April 2020 - 08:10 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan bahwa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV