Rano Karno bantah terima uang Rp1,5 miliar dari Wawan
Elshinta
Senin, 24 Februari 2020 - 17:26 WIB |
Rano Karno bantah terima uang Rp1,5 miliar dari Wawan
Rano Karno seusai menjalani sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/2). Sumber Foto: https://bit.ly/2HNgVC7

Elshinta.com - Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno membantah menerima uang Rp1,5 miliar dari pemilik PT Bali Pasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

"Tidak pernah Pak, tidak ada," kata Rano Karno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/2).

Rano Karno menyampaikan hal tersebut saat bersaksi untuk Wawan yang didakwa melakukan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kedokteran RS Rujukan Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-Perubahan 2012 dan pengadaan alkes kedokteran umum Puskesmas kota Tangerang Selatan TA 2012 sehingga menguntungkan dirinya sebesar Rp58,02 miliar serta tindak pidana pencucian uang hingga Rp581 miliar.

Dalam sidang Kamis (20/2) mantan pegawai PT BPP bernama Ferdy Prawiradireja mengaku diperintah Wawan untuk menyerahkan uang Rp1,5 miliar ke Rano Karno di Hotel Ratu, Serang, Banten. "Tapi tadi saya catat saudara pernah dengar loh (soal pemberian uang)?," tanya jaksa KPK.

"Ya tapi saya tak terima itu pak," jawab Rano.

Rano juga mengaku tidak pernah mendengar soal pengaturan lelang di kalangan Pemerintah Provinsi Banten. "Saya tidak pernah dengar dan tidak pernah tahu soal itu Pak," kata Rano.

Rano pun menjelaskan ia tidak tahu adanya jatah "fee" bagi pejabat tertentu terkait pengadaan proyek di Banten. "Saya tidak pernah dengar Pak, memang ada pengadaan untuk jalan, untuk 'sport centre', tapi lagi-lagi saya tak tahu detail karena saat itu saya belum di situ," kata Rano.

Rano juga mengakui bahwa Wawan dan keluarganya termasuk kakak Wawan yaitu Ratu Atut Chosiyah selaku Gubernur Banten periode 2005-2014 adalah keluarga yang cukup sukses menjaga kebudayaan di Banten khususnya budaya persilatan.

"Saya dengar barangkali di Provinsi Banten cukup dikenal. Belakangan saya juga baru tau itu perusahaannya Pak Wawan. Saya enggak tahu perusahaannya apa yang menang, tapi saya yakin beliau menang, tapi saya tidak tahu proyeknya apa perusahaannya apa," kata Rano, dikutip Antara.

Rano menilai bahwa di kalangan pengusaha sudah diketahui bahwa perusahaan Wawan kerap memenangi tender di Banten. "Kalau omongan pengusaha-pengusaha lain mungkin pernah ada begitu, 'Wawan lagi, Wawan lagi yang menang'. Bahasa pengusaha saja," kata Rano. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KKP adakan seminar tingkat kompetensi litkayasa secara daring
Kamis, 09 April 2020 - 22:11 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyul...
Cegah COVID-19, Lapas Gunungsitoli terapkan besuk online
Senin, 06 April 2020 - 17:25 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menerapkan sistem besu...
Pelaku pembunuhan siswi SMP di OKU terancam hukuman seumur hidup
Minggu, 05 April 2020 - 13:59 WIB
Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menjerat AS (19), pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terh...
IPW: Pembebasan napi koruptor cederai keadilan dan kepastian hukum
Sabtu, 04 April 2020 - 15:39 WIB
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan pembebasan narapidana (napi) kor...
Ombudsman: Pencopotan Kompol Fahrul sudah tepat
Sabtu, 04 April 2020 - 07:38 WIB
Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Ahmad Alamsyah Saragih menilai pencopotan Kompol Fahrul Su...
Pencegahan COVID-19, 151 napi di Lapas Binjai dibebaskan 
Jumat, 03 April 2020 - 20:47 WIB
Sebanyak 151 narapidana di Lembaga Permasyarakatan klas II-A Kota Binjai, Sumut dibebaskan secara be...
LPSK catat perlindungan saksi dan korban 97 persen meningkat 
Jumat, 03 April 2020 - 13:48 WIB
Masa pandemi COVID-19 tak mengurangi minat masyarakat membuat permohonan perlindungan saksi dan korb...
Pakar: Rencana pembebasan Napi koruptor perlu pertimbangan matang
Jumat, 03 April 2020 - 12:45 WIB
Pakar hukum pidana dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Karolus Kopong Medan SH.MHum, ...
Atasi COVID-19, Kejari Bandung lakukan sidang gunakan video conference 
Kamis, 02 April 2020 - 20:35 WIB
Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/4) melakukan sidang video conference di ru...
Polri ungkap 18 kasus penimbunan masker-hand sanitizer, tuntutan pidana maksimal pelaku menanti!
Kamis, 02 April 2020 - 08:10 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan bahwa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV