Air masih genangi kawasan Semper. Warga sesalkan respon lambat Pemprov DKI
Elshinta
Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Air masih genangi kawasan Semper. Warga sesalkan respon lambat Pemprov DKI
Warga Semper Barat di depan rumah yang terendam banjir. Foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Hujan mengguyur Ibu Kota DKI Jakarta, Minggu (23/2) pagi berakibat fatal bagi warga RW 01, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Pasalnya menurut salah satu warga, dalam satu bulan banjir sudah tiga kali menggenangi rumah dan warga yang lainnya.

“Dalam satu bulan ini, sudah tidak kali banjir, jadi kaya main bola aja hatrick banjirnya. Apalagi sekarang, sejak subuh belum juga surut,” tegas Hendrik di Jakarta, Senin (24/2).

Biasanya lanjut Hendrik, selama ia tinggal di Jakarta banjir datangnya tahunan, namun saat ini banjir datangnya hitungan bulan.

“Sekarang hitungan bulan, kalau dulu banjir hitungannya tahunan,” beber Hendrik kepada elshinta.com.

Selain itu tambahnya, ia dan warga lainnya terpaksa harus waspada untuk tetap siaga, “takutnya malam ini hujan lagi, saya nggak bisa bayangin. Ya mau gimana lagi ya, pasrah aja,” ungkapnya.

"Saya menyesalkan minimnya respon tanggap darurat Pemprov Jakarta yang terkesan abai mengantispasi banjir di ibukota Jakarta, paling tidak di daerah tempat tinggal saya tidak terlihat sama sekali selama ini tindakan seperti pengerukan kali, atau got. Padahal ada jeda berapa lama Jakarta tidak hujan," kata Hendrik lagi.

Hendrik bahkan menegaskan, seharusnya saat tidak hujan ada langkah minimalis semisal mengeruk kali dan got yang memang kasat mata sudah terlihat dangkal. 

Informasi terakhir hingga pukul 12.00 WIB, air masih setinggi kurang lebih 30 cm di kawasan Semper, Jakarta Utara. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Diduga sakit, seorang kakek meninggal dunia di warung kopi
Selasa, 07 April 2020 - 09:40 WIB
Bahrum (80) warga Jalan Pemuda, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Lang...
Jembatan Bodem di Purwakarta ambruk, satu warga tertimbun
Jumat, 03 April 2020 - 17:46 WIB
Jembatan Bodem di Desa Karang Mukti, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta roboh.\r\nSatu korba...
Seorang warga ditemukan meninggal dunia di sekitaran pabrik Jatiluhur
Minggu, 29 Maret 2020 - 17:58 WIB
Seorang warga tangerang berinisial SU (61) ditemukan meninggal dunia di sekitaran salah satu pabrik ...
Basarnas: Delapan orang hilang saat memancing di Manokwari
Sabtu, 28 Maret 2020 - 15:29 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwar mendapatkan laporan sebanyak delapan orang hila...
3 korban luka-luka akibat ledakan di Ramayana
Rabu, 25 Maret 2020 - 16:37 WIB
Ledakan terjadi di Ramayana Plaza, di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Rabu (25/3) sian...
Ada ledakan di Plaza Ramayana Medan
Rabu, 25 Maret 2020 - 16:01 WIB
Ledakan yang terjadi di salah satu restoran makanan `Fountain` di Plaza Ramayana, Jalan Sisingamanga...
Bocah yang tenggelam di Kali Cimanceuri ditemukan tak bernyawa
Selasa, 24 Maret 2020 - 12:45 WIB
Seorang anak yang tenggelam di Kali Cimanceuri akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaa...
Kapal kargo tenggelam di perairan Manokwari, satu kru hilang
Sabtu, 21 Maret 2020 - 10:17 WIB
Satu kapal kargo tenggelam di wilayah perairan Manokwari-Tambrauw, Papua Barat, Jumat (20/3) malam, ...
Terdengar ledakan, wahana baru Hawai Waterpark ludes terbakar
Jumat, 20 Maret 2020 - 19:36 WIB
Sebuah wahana baru Hawaii Waterpark yang tengah dikerjakan ludes terbakar, Jumat (20/3).
Laki-laki di Bandung ditemukan tewas gantung diri di sungai
Kamis, 19 Maret 2020 - 15:09 WIB
Seorang laki-laki ditemukan tewas gantung diri dengan mengaitkan tali ke pipa yang berada di jembata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV