Said Iqbal: Omnibus Law RUU Cipta Kerja hilangkan pesangon
Elshinta
Minggu, 16 Februari 2020 - 15:58 WIB |
Said Iqbal: Omnibus Law RUU Cipta Kerja hilangkan pesangon
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat konferensi pers terkait Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja di Jakarta, Minggu (16/2). Sumber Foto: https://bit.ly/2OYYOgK

Elshinta.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menghilangkan pesangon untuk para pekerja.

"Dalam draf RUU Cipta Kerja menghapus pasal 59 UU 13 tahun 2003, yakni mengenai perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Dengan demikian kerja kontrak bisa diterapkan di semua jenis pekerjaan," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (16/2).

Ia mengemukakan bahwa dalam draf RUU tersebut  juga disebutkan tidak ada batasan waktu sehingga kontrak kerja bisa dilakukan seumur hidup sehingga pekerja tetap akan semakin langka. "Karena statusnya kontrak kerja, bisa dengan mudah dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alasan habis kontrak dan kemungkinan tidak ada lagi pesangon, karena pesangon hanya untuk pekerja tetap," kata Said Iqbal, yang juga salah satu pengurus pusat Organisasi Buruh Internasional (ILO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, (ILO Governing Body-United Nation) itu.

Selain itu, kata dia, pengusaha dengan mudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan alasan selesainya suatu pekerjaan. "Akibatnya, pengusaha bisa gampang melakukan PHK dengan atau efisiensi karena order atau pekerjaannya sudah habis. Sedangkan bagi pekerja kontrak yang di PHK karena selesainya suatu pekerjaan, padahal masa kontraknya belum berakhir, tidak lagi mendapatkan hak sesuai dengan sisa kontraknya. Tetapi hanya mendapatkan kompensasi," katanya.

Dikutip Antara, ia menegaskan bahwa kompensasi hanya diberikan kepada pekerja yang memiliki masa kerja paling sedikit satu tahun. Hal itu, kata Iqbal, akan mendorong perusahaan untuk mempekerjakan pekerja kontrak kurang dari satu tahun. "Pilihan enam hari kerja dan tujuh hari kerja dihapus, sehingga memungkinkan pengusaha untuk mengatur jam kerja secara fleksibel," kata anggota tim perumus Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang No 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan itu.

Hal itu, kata dia, dikarenakan dalam draf RUU tersebut hanya disebutkan waktu kerja paling lama delapan jam dalam satu hari dan 40 jam dalam satu pekan. "RUU ini membuka kemungkinan pekerja dipekerjakan tanpa batasan waktu yang jelas, sehingga kelebihan jam kerja setelah sehari bekerja delapan jam tidak dihitung lembur," tambah Iqbal, yang pada 2013 berhasil terpilih sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia dari "The Febe Elisabeth Velasquez Award", serikat pekerja asal Belanda dari 200 kandidat buruh lainnya di dunia.

Oleh karena itu, KSPI menolak RUU Cipta Kerja karena dianggap merugikan buruh. KSPI juga akan melakukan aksi besar-besaran selama draf RUU tersebut dibahas DPR. "Aksi ini tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah," demikian Said Iqbal. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi selidiki jasad seorang pria ditemukan meninggal di Padang
Rabu, 08 April 2020 - 12:42 WIB
Polisi melakukan penyelidikan atas temuan mayat seorang pria atas nama Yohannes Tanidjaya (66) di pi...
Posko penanggulangan COVID-19 `diserbu` warga
Rabu, 08 April 2020 - 12:31 WIB
Pos Komando (Posko) Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Lumajang Jawa Timur di kantor PKK kabupaten pa...
Lima daerah di Jawa Barat ajukan permohonan PSBB bersama
Rabu, 08 April 2020 - 11:44 WIB
Lima daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat akan mengajukan permohonan untuk menerapkan pembatasan so...
KAI Divre IV: Penumpang tak pakai masker dilarang naik mulai 12 April
Rabu, 08 April 2020 - 11:31 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mewajibkan seluruh penumpang untu...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang ini
Rabu, 08 April 2020 - 11:20 WIB
Peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek, Rabu (8/4) pukul 10.40 WIB. Diprediksi akan turun h...
Polres Depok: Lapor Polisi jika ada kegiatan kerumunan massa
Rabu, 08 April 2020 - 10:10 WIB
Dalam memutus mata rantai wabah virus corona baru COVID-19, Kapolri telah menginstruksikan jajaranny...
Kemensos salurkan bantuan khusus selama wabah COVID-19
Rabu, 08 April 2020 - 09:49 WIB
Kementerian Sosial menyiapkan paket bantuan sosial khusus untuk kelompok warga yang rentan terkena d...
Perjalanan KA Progo Lempuyangan-Pasar Senin dibatalkan
Rabu, 08 April 2020 - 09:26 WIB
PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta kembali menambah jadwal perjalanan kereta yang dibatalkan untuk m...
Hadapi pandemi corona dan resesi ekonomi, Bamsoet: Semua pihak harus bersatu
Rabu, 08 April 2020 - 08:12 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan semua pihak bahwa pandemi corona barulah awal krisis. Seb...
Waspada gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia
Rabu, 08 April 2020 - 07:40 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi terjadinya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV