Pengamat: Krisis air ancam masyarakat Pulau Bintan
Elshinta
Minggu, 16 Februari 2020 - 14:39 WIB |
Pengamat: Krisis air ancam masyarakat Pulau Bintan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2OXjvto

Elshinta.com - Krisis air setiap tahun akan mengancam masyarakat Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) Kepulauan Riau lantaran pengelolaan sumber air bersih kurang profesional, kata pengamat lingkungan, Kherjuli.

"Sumber air bersih di Pulau Bintan, yang dikelola PDAM Tirta Kepri belum memadai, diperparah dengan pengelolaannya yang kurang maksimal sehingga setiap tahun terjadi krisis air," ujarnya di Tanjungpinang, Minggu (16/2).

Kherjuli mengatakan Pulau Bintan memiliki dua sumber air bersih yang dikelola PDAM Tirta Kepri yakni Sei Pulai dan Waduk Gesek. Dalam setiap tahun, Sei Pulai dan Waduk Gesek kerap mengalami kekeringan, terutama saat tidak terjadi hujan selama 1-2 bulan.

Kondisi itu Sei Pulai dan Waduk Gesek semakin parah ketika terjadi pendangkalan. Saat Waduk Gesek kering, air laut masuk ke waduk tersebut. Sementara di sekitar Sei Pulai terdapat kebun kelapa sawit. "Hutan di sekitar Sei Pulai rusak parah, sementara di Waduk Gesek terdapat tanaman yang mengganggu produktivitas air," ucapnya, yang juga Direktur Air, Lingkungan dan Manusia, dikutip Antara.

Kherjuli mengatakan waduk di Kawal, Bintan sudah selesai dibangun. Namun instalasi belum terpasang sehingga belum dapat disalurkan ke rumah pelanggan.

Waduk Kawal dapat meningkatkan produktivitas air bersih ke rumah pelanggan, namun tetap belum sepenuhnya dapat terlayani secara maksimal sehingga memang pemerintah harus mencari jalan lain yang baik untuk mendapatkan sumber air bersih yang memadai. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Merapi kembali erupsi, hujan abu tipis ke arah barat laut
Jumat, 10 April 2020 - 15:12 WIB
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DIY kembali erupsi tadi pagi sekita...
Gempa tektonik Magnitudo 4.3 di Pangandaran tidak berpotensi tsunami   
Kamis, 09 April 2020 - 16:36 WIB
Hari Kamis (9/4) pukul 14:20:55 WIB, wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dan sekitarnya digunc...
Gempa magnitudo 5,0 guncang Enggano Bengkulu Utara
Senin, 06 April 2020 - 06:26 WIB
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Senin (6/4) pagi...
Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 guncang Jailolo, Halmahera Barat
Senin, 06 April 2020 - 06:10 WIB
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, Provinsi Ma...
Longsor putus akses selingkar Wilis di Trenggalek
Minggu, 05 April 2020 - 14:15 WIB
Hujan deras yang terjadi di sebagian besar wilayah Trenggalek, Jawa Timur pada Sabtu (4/4) hingga Mi...
Ratusan rumah di pedalaman Barito Utara terendam banjir
Minggu, 05 April 2020 - 12:59 WIB
Sedikitnya ratusan rumah yang tersebar di enam desa di wilayah Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barit...
Sungai Citarik meluap, beberapa kampung di Rancaekek terendam 
Minggu, 05 April 2020 - 11:28 WIB
Desa Sukameriah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung adalah desa yang merupakan langganan banjir ...
Gempa M 3,0 terjadi di Sumenep, Jatim
Minggu, 05 April 2020 - 06:11 WIB
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4) teng...
BMKG: Selama Maret, 965 kali gempa terjadi di Indonesia
Kamis, 02 April 2020 - 15:28 WIB
Selama Maret 2020 di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa tektonik sebanyak 965 kali. Jumlah in...
Gempa tektonik M 5,5 guncang Laut Banda, tak berportensi tsunami
Kamis, 02 April 2020 - 12:18 WIB
Wilayah Laut Banda diguncang gempa tektonik pada Kamis (2/4) sekitar 09.13 WIB. Hasil analisis BMKG ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV