Polisi ungkap klinik aborsi ilegal untung Rp5,5 miliar
Elshinta
Jumat, 14 Februari 2020 - 17:57 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Polisi ungkap klinik aborsi ilegal untung Rp5,5 miliar
Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkapkan praktik aborsi. Foto: Popi Rahim/Elshinta.com

Elshinta.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkapkan praktik aborsi berkedok rumah biasa di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat.

"Petugas menahan tiga tersangka yang terlibat kegiatan aborsi ilegal ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda, Jumat (14/2).

Pengguguran kandungan (aborsi) ilegal ini telah beroperasi selama 21 bulan dan meraih keuntungan senilai Rp5,5 miliar.

Klinik tanpa izin praktek itu telah memiliki pasien yang berhasil melakukan aborsi sebanyak 903 pasien. Tercatat, 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu, dan 903 pasien di antaranya menggugurkan janinnya.

"Tersangka pertama, MM alias dokter A, memang dokter lulusan salah satu Universitas di Medan. Diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Riau, tapi tidak pernah masuk. Kemudian dipecat dan memilih pekerjaan seperti yang sekarang," ungkap Yusri, seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Popi Rahim.

Tarif yang dikenakan pun bervariasi tergantung usia kandungan, makin lama makin mahal. "Satu bulan Rp1 juta, dua bulan Rp2 juta, kalau tiga bulan Rp3 juta. Lebih dari itu Rp4 juta ke atas," ujarnya.

Sedangkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Merdeka Sirait yang hadir menegaskan, UU Perlindungan Anak dapat digunakan untuk menjerat para tersangka. "Pengertian anak adalah sejak dalam kandungan hingga berusia 18 tahun," jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
305 anak di bawah umur jadi korban eksploitasi dengan iming-iming jadi model
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:56 WIB
Polda Metro Jaya mengungkap kasus eksploitasi seksual terhadap 305 anak di bawah umur yang dilakukan...
Polisi ungkap jaringan peredaran uang palsu di Bogor
Rabu, 08 Juli 2020 - 19:56 WIB
Polres Bogor berhasil mengungkap jaringan pencetak dan pengedar uang palsu dalam bentuk dolar dan ru...
Polresta Malang Kota tangkap remaja jaringan pengedar narkoba
Rabu, 08 Juli 2020 - 19:26 WIB
Satreskoba Polresta Malang Kota menangkap tiga pengedar narkoba di wilayah Kota Malang. Mereka adala...
Kapolda Jambi perintahkan tindak tegas perampok bersenpi
Rabu, 08 Juli 2020 - 12:16 WIB
Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi memerintahkan anggotanya untuk...
Bareskrim Polri ringkus peretas ribuan situs
Selasa, 07 Juli 2020 - 21:13 WIB
Dittipidsiber Bareskrim Polri mengamankan satu orang pelaku berinisial ADC (24). Ia melakukan pereta...
Tanam ganja, 2 tahun panen 4 kali, lalu diciduk polisi 
Senin, 06 Juli 2020 - 19:37 WIB
Berdalih hemat dan tak mampu membeli narkotika jenis ganja, JS (37), warga Desa Taman Ksatrian, Keca...
Polisi dalami target pelaku ledakan Menteng
Senin, 06 Juli 2020 - 08:08 WIB
Polres Metro Jakarta Pusat tengah mendalami target pelaku ledakan Menteng, yang menimpa mobil mewah ...
Ledakan Menteng, Polisi tunggu hasil laboratorium forensik
Senin, 06 Juli 2020 - 07:45 WIB
Polres Metro Jakarta Pusat akan menunggu hasil laboratorium forensik (Labfor) Polri terkait ledakan ...
Kapolres nyatakan ledakan di Menteng tidak terkait teroris
Senin, 06 Juli 2020 - 06:40 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Heru Novianto menyatakan, ledakan kecil yang te...
Polisi olah TKP ledakan diduga bom rakitan di Menteng
Minggu, 05 Juli 2020 - 20:39 WIB
Terjadi ledakan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Polisi saat ini sudah berada di lokasi untuk mela...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV