Riset: Berita bohong bisa perburuk kondisi wabah virus corona
Elshinta
Jumat, 14 Februari 2020 - 12:58 WIB |
Riset: Berita bohong bisa perburuk kondisi wabah virus corona
Ilustrasi - Kominfo identifikasi 86 hoaks virus corona. Foto: Antara

Elshinta.com - Kemunculan berita bohong, termasuk informasi keliru dan anjuran salah di media sosial, bisa membuat wabah penyakit seperti COVID-19 atau virus corona yang terjadi saat ini bertambah buruk, menurut riset Universitas East Anglia (UEA) Inggris yang terbit pada Jumat (14/2).

"Ketika bicara soal COVID-19, banyak sekali spekulasi, misinformasi, dan berita bohong yang beredar di internet tentang dari mana virus corona berasal, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana cara penyebarannya," kata profesor kedokteran UEA, salah satu pemimpin riset tersebut, Paul Hunter.

Melalui analisis tentang bagaimana penyebaran informasi keliru berdampak pada penyebaran penyakit, para peneliti dari UEA menyebut bahwa upaya yang sukses untuk menghentikan orang-orang dalam membagikan berita bohong dapat menyelamatkan nyawa.

"Misinformasi berarti bahwa anjuran-anjuran yang salah bisa menyebar dengan sangat cepat, dan bisa mengubah perilaku manusia mendekati risiko yang lebih besar," ujar Hunter.

Dia juga menambahkan, "Berita bohong dipabrikasi tanpa memedulikan akurasi, dan seringkali didasarkan pada teori konspirasi."

Riset itu difokuskan pada tiga penyakit infeksi, yaitu flu, cacar monyet, dan norovirus, dengan para peneliti membuat simulasi teoretis dari wabah ketiga penyakit tersebut. Namun temuan mereka juga berguna untuk menghadapi wabah virus corona.

Peneliti mengamati perilaku, cara penyebaran penyakit, periode inkubasi, dan masa pemulihan, juga kecepatan dan frekuensi unggahan di media sosial serta pembagian informasi di dunia nyata.

Mereka juga mengamati kaitan antara rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan kecenderungan mempercayai konspirasi, cara orang-orang berinteraksi dalam gelembung informasi secara daring, dan fakta "yang meresahkan bahwa masyarakat lebih banyak membagikan anjuran buruk daripada yang bagus dari sumber terpercaya."

Temuan para peneliti menunjukkan bahwa 10% pengurangan jumlah anjuran berbahaya di internet telah meringankan dampak dari keparahan wabah yang terjadi, sementara membuat 20% populasi tidak dapat membagikan anjuran salah juga memberikan dampak positif yang sama, demikian dilansir Antara dari Reuters. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kematian corona di Prancis terus melonjak hingga capai 1.696
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:12 WIB
Otoritas kesehatan Prancis melaporkan 365 kematian baru akibat virus corona pada Kamis (26/3) sehing...
PHK massal akibat krisis corona bisa 25 juta orang di seluruh dunia
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:59 WIB
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat krisis virus corona bisa melebihi 25 juta orang di selu...
Venezuela: Tuduhan AS terhadap Maduro tunjukkan `keputusasaan`
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:38 WIB
Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan bahwa tuduhan perdagangan narkoba oleh Amerik...
AS mendakwa Presiden Venezuela Maduro atas `terorisme narkoba`
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:58 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendakwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan belasan pejabat tingg...
Ketua IMF minta G20 gandakan kapasitas pembiayaan darurat
Jumat, 27 Maret 2020 - 08:29 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) untuk kembali...
Pandemi COVID-19, Pemimpin G-20 fokus selamatkan nyawa manusia
Jumat, 27 Maret 2020 - 07:50 WIB
Para pemimpin negara G-20 menyatakan fokus yang akan dilakukan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ada...
Raja Arab Saudi ajak negara G20 bersatu lawan virus corona
Jumat, 27 Maret 2020 - 07:24 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan kepada para pemimpin G20 untuk meningkatkan ...
Thailand catat 1.045 kasus COVID-19, karantina negara selama satu bulan
Kamis, 26 Maret 2020 - 15:55 WIB
Thailand melaporkan 111 infeksi baru COVID-19, sehingga jumlah total kasus di negara itu mencapai 1....
Kapal perang AS melintas di Selat Taiwan
Kamis, 26 Maret 2020 - 15:47 WIB
Kapal perang Amerika Serikat melintas di Selat Taiwan, Rabu (25/3), menyusul ketegangan antara Taiwa...
Pemerintah fasilitasi kepulangan 24 WNI dari Polandia
Kamis, 26 Maret 2020 - 14:54 WIB
Sebanyak 24 WNI kembali ke Tanah Air menggunakan penerbangan khusus pesawat LOT Polish Airlines pada...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)