Perempuan kota, waspadai penyakit endometriosis!
Elshinta
Jumat, 14 Februari 2020 - 05:21 WIB |
Perempuan kota, waspadai penyakit endometriosis!
Ilustrasi nyeri saat haid. (Pixabay) - https://bit.ly/2OQghI6

Elshinta.com - Para perempuan terutama yang tinggal di perkotaan perlu mewaspadai hadirnya penyakit endometriosis, salah satu penyebab nyeri luar biasa saat haid dan bisa berujung sulitnya hamil di kemudian hari.

“1 dari 10 wanita kena endometriosis. Ini penyakit urban. Salah satu penelitian menunjukkan kondisi ini terjadi karena polusi,” kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah, Kanadi Sumapraja di Jakarta, Kamis (13/2).

Asap kendaraan bermotor salah satunya mengandung polutan yang struktur kimianya sama seperti hormon perempuan, yakni estrogen. Saat zat ini terhirup, maka seakan mendapatkan ekstra estrogen.

“Kalau laki-laki menghirupnya, kualitas sperma bisa terpengaruh. Enggak heran perempuan di kota punya penyakit berhubungan dengan estrogen seperti endometriosis dan miom," terang Kanadi, dikutip Antara

Lebih lanjut, Kanadi memaparkan, pada sebagian mereka yang mengalami endometriosis, terdapat lapisan dinding rahim bukan pada rahim, tetapi justru rongga perut. Penyebabnya, darah menstruasi yang mengalir ke rongga perut atau disebut menstruasi terbalik.

“Tetapi, dari 70 persen yang mengalami aliran menstruasi terbalik, hanya 10 persen mengalami endometriosis. Sebenarnya (haid terbalik) tidak masalah, karena ada sistem pembersih (di dalam tubuh). Sayangnya, 10 persen system pembersih tidak bekerja baik. Akibatnya darah tumpah ke rongga perut, tidak dibersihkan lalu hidup di sana,” papar dia.

Hal yang terjadi kemudian, saat masa menstruasi berikutnya datang, sisa darah menstruasi di rongga perut yang tak dibersihkan sistem pembersih merespon sehingga terjadi pendarahan-pendarahan kecil mirip menstruasi di sana. Inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri luar biasa.

Sayangnya, kebanyakan perempuan masih menganggap nyeri hal biasa dan tidak melakukan pemeriksaan ke dokter. Padahal bisa jadi mereka mengalami endometriosis namun dibiarkan. Apa akibatnya? Endometriosis akan terus berkembang karena sifatnya kronik dan progresif.

“Banyak pasangan tidak bisa punya anak karena (istrinya) endometriosis. Penyakitnya sudah stadium berat. Sulit mengatasinya. Tidak bisa asal operasi karena penyakit ini berhubungan dengan hormon (estrogen),” tutur Kanadi.

Apakah olahraga atau aktivitas fisik bisa membantu meredakan nyeri haid akibat endometriosis seperti halnya nyeri menstruasi pada umumnya? Kanadi mengatakan tidak.

“Olahraga memang akan meningkatkan daya tahan fisik. Kalau kena endometriosis, olahraga tidak akan menghentikan (nyeri),” jelas dia. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Buat rutinitas malam agar tidur lebih nyenyak
Selasa, 31 Maret 2020 - 23:15 WIB
Terkadang sulit untuk memenuhi rekomendasi untuk tidur antara 7 sampai 8 jam. Namun jika merasa san...
Penerapan bilik disinfeksi modifikasi pada pendatang tidak disarankan
Selasa, 31 Maret 2020 - 22:07 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Jawa Tengah meminta desa tidak menggunakan disinfektan ke...
Polres Langkat semprot tiga kecamatan dengan disinfektan
Selasa, 31 Maret 2020 - 18:47 WIB
Guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Polres Langkat, Sumatera Utara melakukan penyemprotan ...
Cegah COVID-19 Pemkab Langkat gelontorkan dana Rp6,9 Miliar
Selasa, 31 Maret 2020 - 16:37 WIB
Pemkab Langkat, Sumatera Utara  menggelontorkan anggaran Rp6,9 milyar untuk percepatan pencegahan C...
Cara untuk atasi rendahnya kadar hormon testosteron pada pria
Senin, 30 Maret 2020 - 23:15 WIB
Hormon testosteron memiliki banyak peranan lain bagi tubuh, seperti proses metabolisme, hingga pembe...
Korban meninggal COVID-19 di Magelang bertambah jadi 4 orang
Senin, 30 Maret 2020 - 19:07 WIB
Jumlah warga Magelang yang meninggal dunia karena kasus COVID-19 bertambah. Dinas Kesehatan Kota Mag...
 TNI dan Lintas Sektoral Sota sosialisasi pencegahan COVID-19 di perbatasan
Senin, 30 Maret 2020 - 16:35 WIB
Terus berupaya dalam mencegah penyebaran COVID-19, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad be...
Rapid test COVID-19 di Stadion Sijalak Harupat berjalan lancar   
Senin, 30 Maret 2020 - 15:55 WIB
Ratusan kendaraan antri memasuki kawasan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung. Mereka, y...
Perangi COVID-19, Golkar DIY bentuk tim gugus tugas
Senin, 30 Maret 2020 - 15:35 WIB
DPD Golkar DIY membentuk tim gugus tugas untuk memerangi COVID-19.  Tim gugus tugas ini upaya  nya...
Dokter: Cuci tangan 20 detik secara benar bisa membunuh COVID-19
Senin, 30 Maret 2020 - 13:26 WIB
Dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Erlina Burhan mengatakan bahwa menc...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)