Pedagang enggan jualan masker, YLKI minta polisi usut penimbunan
Elshinta
Jumat, 07 Februari 2020 - 22:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pedagang enggan jualan masker, YLKI minta polisi usut penimbunan
Pedagang enggan jualan masker, YLKI minta polisi usut penimbunan. Foto: Popi Rahim/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejak berita virus corona merebak di tengah masyarakat, kebutuhan masker penutup mulut dan hidung seolah raib di pasaran.

Salah satu cara agar virus corona tak menyebar dengan memakai masker di tengah kerumunan orang.

Melambungnya harga masker hampir lima kali lipat ini membuat pedagang enceran enggan mengadakan barang tersebut.

"Biasanya bisa jual Rp 30 ribu perboks, seminggu yang lalu harga mencapai Rp 100 ribu," kata salah satu pedagang di Pasar Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Firman kepada Reporter Elshinta.com, Popi Rahim, Jumat (7/2).

Pantauan Elshinta.com, beberapa toko yang biasanya menjual masker, kini lebih memilih tak mau menjual lagi dikarenakan melambungnya harga barang penunjang kesehatan tersebut.

Firman mengaku kecewa kepada pemerintah yang bertindak lamban mengatasi persoalan kenakalan dari pihak agen yang menjual masker dengan harga berlebihan ini.

"Pemerintah koq nggak bisa mengatasi masalah ini ya," jelasnya.

Selain itu, salah satu pemilik apotik tak jauh dari toko tersebut juga mengaku tak mau menjual masker kecuali melakukan order dan harga pun sangat tinggi, yakni Rp 250.000 perboks yang biasa dijual seharga Rp 50 ribu.

Sementara Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) saat dihubungin Elshinta.com mengatakan lembaganya telah meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengusut kasus tersebut.

Ia menduga adanya tindakan mengambil keuntungan berlebihan (exesive margin) yang dilakukan oleh pelaku usaha atau distributor tertentu.

Menurut UU tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat, tindakan exesive margin oleh pelaku usaha adalah hal yang dilarang.

Selain itu, YLKI juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas terhadap adanya dugaan penimbunan masker oleh distributor tertentu.

Oknum tersebut pastinya untuk mengeruk keuntungan yang tidak wajar tersebut.

Dia juga meminta konsumen agar membeli masker dalam jumlah yang wajar, jangan berlebihan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebotakan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan
Rabu, 01 April 2020 - 23:15 WIB
Perubahan rambut menjadi beruban dan kebotakan memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan risiko...
Gubernur katakan 22 orang sembuh dari COVID-19 di Jatim
Rabu, 01 April 2020 - 21:26 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan 22 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di ...
Padang tetapkan RSUD Rasidin sebagai rumah sakit khusus COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 19:10 WIB
Pemerintah Kota Padang menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin yang berlokasi di Gunung Sa...
Disdukcapil Langkat bagi masker dan hand sanitizer sampai kecamatan
Rabu, 01 April 2020 - 16:45 WIB
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), ikut  berperan aktif mencegah penyebaran COV...
Dokter: Masker kain harus dicuci menggunakan deterjen dan air hangat
Rabu, 01 April 2020 - 13:52 WIB
Masker kain menjadi alternatif yang bisa digunakan bagi masyarakat dan bisa berulangkali dipakai den...
Dokter ingatkan cara melepaskan masker bedah secara tepat
Rabu, 01 April 2020 - 12:27 WIB
Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan mengatakan masyarakat umum kerap melupakan ta...
Buat rutinitas malam agar tidur lebih nyenyak
Selasa, 31 Maret 2020 - 23:15 WIB
Terkadang sulit untuk memenuhi rekomendasi untuk tidur antara 7 sampai 8 jam. Namun jika merasa san...
Penerapan bilik disinfeksi modifikasi pada pendatang tidak disarankan
Selasa, 31 Maret 2020 - 22:07 WIB