Pemulangan anggota ISIS disebut bisa jadi bom waktu
Elshinta
Jumat, 07 Februari 2020 - 11:47 WIB |
Pemulangan anggota ISIS disebut bisa jadi bom waktu
Ilustrasi - Terorisme. Sumber foto: https://bit.ly/2ui8Gv0

Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi menilai pemulangan anggota Islamic State Irak and Syria (ISIS) dapat menjadi bom waktu bagi negara di masa depan.

"Sebagai warga negara Indonesia yang memilih menjadi pengikut ISIS, yang memiliki agenda perang melawan negara, dapat menjadi bom waktu jika negara memelihara eksistensi mereka di tengah-tengah masyarakat," kata Ahmad Atang di Kupang, Jumat (7/2).

Dia mengemukakan pandangan itu terkait dengan gagasan untuk memulangkan warga negara Indonesia eks anggota ISIS ke tanah air, dan dampaknya bagi stabilitas politik dan hukum di masa mendatang.

Gagasan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang terasosiasi dengan ISIS, telah menjadi suatu wacana yang diperdebatkan tidak hanya di kalangan publik, namun juga oleh para pengambil kebijakan.

Menurut Ahmad Atang, ISIS adalah kelompok jihadis yang menyatakan diri sebagai tentara Allah, yang menegakkan khilafah minhajin nubuwah di muka bumi.

"Kelompok ini jelas memiliki agenda untuk berperang melawan negara, dan siapa yang memberikan jaminan bahwa setelah kembali ke Indonesia, mereka tidak melakukan aktivitas untuk melawan negara," katanya dalam nada tanya, seperti dikutip Antara

Karena itu, tegas dia. gagasan untuk memulangkan WNI eks anggota ISIS ke tanah air mesti dipikirkan secara matang untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

"Betul bahwa mereka adalah warga negara Indonesia, tetapi harus dipahami bahwa mereka telah memilih menjadi pengikut ISIS, dan memiliki agenda perang melawan negara," kata mantan Pembantu Rektor I UMK itu. (Der)  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolda Papua katakan pengejaran terhadap KKB pimpinan Joni Botak terus dilakukan 
Kamis, 02 April 2020 - 21:47 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap ke...
1.600 personel gabungan amankan rangkaian pemakaman ibunda Presiden Jokowi
Kamis, 26 Maret 2020 - 06:34 WIB
Sekitar 1.600 personel gabungan TNI/Polri dikerahkan untuk menjaga kelancaran rangkaian pemakaman ib...
Polri siapkan pengamanan mudik di tengah pandemi COVID-19
Kamis, 19 Maret 2020 - 10:01 WIB
Mengantisipasi penyebaran virus corona baru COVID-19, pengamanan khusus akan diberlakukan saat mudik...
Masyarakat diimbau waspada modus kejahatan terkait COVID-19, sudah adakah kejadiannya?
Senin, 16 Maret 2020 - 15:27 WIB
Penyebaran virus COVID-19 kini tengah menjadi perhatian pemerintah. Segenap upaya dilakukan untuk me...
Kasum TNI tinjau pos pengamanan perbatasan RI-Timor Leste
Jumat, 13 Maret 2020 - 15:25 WIB
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto meninjau Pos Pengamanan Perbatasan Republik...
Integrasi data dan sistem informasi TNI miliki peran penting
Rabu, 11 Maret 2020 - 17:06 WIB
Untuk menjawab tantangan tugas Pusat Informasi Pengolahan Data (Pusinfolahta) TNI kedepan, maka hal ...
Legislatif perlu sering bertemu masyarakat untuk kuatkan NKRI
Selasa, 10 Maret 2020 - 16:45 WIB
Penguatan NKRI menjadi fokus perhatian anggota Komisi l DPR RI, Mohammad Syaiful Bahri Anshori, mel...
 Polres Langkat dan Yonif Raider 100/PS sinergi jaga keamanan dan kondusifitas
Selasa, 10 Maret 2020 - 14:08 WIB
Polres Langkat beserta jajaran melaksanakan kunjungan kerja dan silaturrahmi ke Mako Yonif Raider 10...
TNI tegaskan tak gentar hadapi ancaman KKB
Senin, 09 Maret 2020 - 10:22 WIB
Jajaran prajurit TNI Kodim 1701/Jayapura menegaskan tidak gentar menghadapi kemungkinan ancaman kelo...
Meresahkan, Polda Papua buru KKSB
Senin, 09 Maret 2020 - 10:10 WIB
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kembali membuat masyarakat di wilayah Tembagapura, Pap...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV