Twitter akan beri label untuk konten manipulatif
Elshinta
Rabu, 05 Februari 2020 - 12:28 WIB |
Twitter akan beri label untuk konten manipulatif
Ilustrasi. Sumber Foto: https://tcrn.ch/30Z54bB

Elshinta.com - Twitter akan mulai memberikan label pada cuitan yang mengandung material manipulatif di platform mikroblog mereka, menjelang Pemilu Presiden Amerika Serikat tahun ini.

Platform tersebut akan menghapus konten manipulasi yang menyesatkan, terutama yang berbahaya seperti konten yang yang mengancam keselamatan fisik, menimbulkan gangguan ketertiban, mengganggu privasi dan tekanan untuk memberikan suara voting.

Twitter juga akan memberi label "salah" pada foto dan video fabrikasi, seperti dikutip dari Reuters.

Kepala integritas di Twitter, Yoel Roth, menyatakan akan memberi label peringatan tersebut ke video politikus Nancy Pelosi. Konten akan dihapus jika teks yang menyertainya bisa menimbulkan bahaya. Untuk mengenali konten bermasalah, Twitter mempertimbangkan untuk menggunakan laporan dari pengguna dan kerja sama dengan pihak ketiga.

YouTube beberapa waktu lalu menyatakan akan menghapus konten yang dimanipulasi secara teknis, sementara TikTok baru saja melarang konten yang menyesatkan di platform tersebut.

Bulan lalu, Facebook mengumumkan akan menghapus video manipulasi dan deepfake (mengganti objek dalam video atau gambar), dengan pengecualian konten komedi satir. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Skype tawarkan panggilan video tanpa mendaftar
Minggu, 05 April 2020 - 11:15 WIB
 Aplikasi panggilan video milik Microsoft, Skype, menyediakan fitur baru yang membuat semua orang t...
Google Mobility Reports deteksi pergerakan orang selama corona
Sabtu, 04 April 2020 - 13:39 WIB
Google meluncurkan Community Mobility Report yang membantu masyarakat hingga pemerintah meninjau akt...
Video call grup WhatsApp, bagaimana caranya?
Senin, 30 Maret 2020 - 13:15 WIB
Mengobrol lewat `video call` WhatsApp mungkin cara terbaik untuk tetap terhubung dan berkomunikasi d...
Dukung physical distancing, CoLearn berikan fasilitas belajar online secara gratis
Jumat, 27 Maret 2020 - 06:35 WIB
Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan dunia akademis, pada hari ini CoLearn mengumumkan pemb...
Virus corona juga berdampak pada game seluler
Rabu, 04 Maret 2020 - 09:21 WIB
Jumlah orang yang mengunduh game seluler dilaporkan meningkat seiring dengan banyaknya orang yang me...
WhatsApp mode gelap akhirnya meluncur di Android dan iOS
Rabu, 04 Maret 2020 - 09:09 WIB
WhatsApp akhirnya menghadirkan fitur mode gelap atau dark mode di aplikasi Android maupun iOS secara...
Facebook batasi pengunjung kantor karena virus corona
Selasa, 03 Maret 2020 - 08:53 WIB
Facebook membatasi kunjungan yang bersifat sosial ke kantornya, guna melindungi karyawan dari penyeb...
Facebook larang iklan klaim obat corona
Minggu, 01 Maret 2020 - 12:38 WIB
Facebook Inc akan melarang iklan produk yang mengklaim bisa mencegah atau mengobati virus corona kar...
WHO gabung Tiktok perangi misinformasi virus corona
Sabtu, 29 Februari 2020 - 10:58 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan akun TikTok pada Jumat (28/2), sebagai upaya memerangi ...
Facebook akan bayar rekaman suara pengguna
Jumat, 21 Februari 2020 - 10:57 WIB
Facebook akan membayar sejumlah pengguna untuk rekaman suara yang akan digunakan untuk membantu meni...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV