Pelaku utama tertangkap, pembunuhan di rumah makan di Bandung terencana
Elshinta
Rabu, 05 Februari 2020 - 10:47 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Pelaku utama tertangkap, pembunuhan di rumah makan di Bandung terencana
Foto: Titik Mulyana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kasus pembunuhan berencana terhadap Edward Silaban yang terjadi di sebuah rumah makan di Jalan Raya Gandasari, Desa Gandasoli, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terbongkar. Polisi berhasil menangkap dua pelaku utama yang sempat melarikan diri.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan menyatakan, dua pelaku utama berinisial LT (26) dan RM (19) ditangkap di Malang, Jawa Timur. Tertangkapnya dua pelaku utama menjadi petunjuk polisi menemukan jasad Edward Silaban.

"Alhamdulillah, bersyukur kasus ini terungkap. Yang tadinya diduga penculikan atau penyekapan, ternyata kasus pembunuhan berencana," kata Hendra di Mapolresta Bandung, Rabu (5/2), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Titik Mulyana.

Menurut Hendra, kedua pelaku tersebut membuang jasad Edward Silaban di Curug Cisaronde, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Kemarin jasad korban sudah kami evakuasi. Evakuasinya cukup sulit, karena lokasi dan medannya yang curam," ujarnya.

Hendra menegaskan, sebelum kedua pelaku utama tertangkap, polisi sudah mengamankan lima pelaku lainnya yang berperan sebagai pembantu. Lima pelaku yang sudah diamankan polisi yaitu, DM (20), KSR (21), AM (20), DS (23), dan IN 21).

"Lima pelaku yang sudah tertangkap duluan ini perannya membantu dua pelaku utama untuk membersihkan sisa darah dan sebagainya. Tapi yang mengeksekusi korban dan membuang korban itu LT yang merupakan manager kedai ramen," jelas Hendra.

Hendra menyebutkan, motif para pelaku membunuh korban karena pelaku bingung untuk melunasi hutang yang dipinjam dari Edward. Berdasarkan keterangan pelaku, telah meminjam uang dari korban senilai Rp150 juta. 

"Kesepakatannya, dibayar selama 150 kali dengan angsuran Rp1,2 juta per bulannya. Dan pelaku sudah membayar sampai 80 kali. Sisa 70 kali lagi. Tapi pelaku berat untuk melunasinya, dan akhirnya memutuskan untuk membunuh korban," tuturnya.

Lebih lanjut Hendra menegaskan, kasus pembunuhan tersebut tergolong berencana karena pelaku sudah berniat dan menyiapkan alat untuk membunuh korban.

"Mobil untuk membuang korban juga sudah dipesan. Alat seperti bata, pisau, dan yang lainnya, sudah disiapkan juga. Jadi ini sudah direncanakan dengan baik oleh para pelaku," katanya.

Untuk menebus kejahatannya, kedua pelaku utama tersebut dijerat dengan Pasal 340 Kitab undang-undang pidana, tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan maksimal seumur hidup.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pembunuhan tersebut berawal dari laporan hilangnya Edward Silaban oleh keluarga korban.

Kasus ini terjadi akibat masalah utang piutang. Pada 26 Januari 2020, malam, korban menagih hutang ke kedai ramen. Karena merasa teganggu, pelaku utama berinisial LT merasa terganggu dan berinisiatif melakukan pembunuhan.

Saat datang di kedai, korban langsung diajak LT ke mess karyawan yang lokasinya berada di belakang kedai. Di mess karyawan itu, korban dieksekusi oleh LT bersama 13 orang lainnya.

Korban sempat dijerat dengan menggunakan tambang oleh pelaku. Korban kemudian berontak. Karena melawan para pelaku langsung memukul korban dengan batu bata dan langsung diseret ke kamar mandi. Kepala korban berulang kali ditenggelamkan ke bak air lalu lehernya digorok.

Setelah membunuh korban para pelaku kemudian membersihkan darah di lokasi kejadian. Sementara, beberapa pelaku lainnya berusaha menyembunyikan motor korban di mess karyawan dengan ditutupi sebuah kasur.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandung AKP Agta Bhuana Putra menyatakan, sebelum dibunuh, korban sempat video call dengan istrinya di kedai ramen tersebut. Namun, saat istri korban menghubungi kembali, telepon seluler korban sudah tidak aktif.

"Istrinya kemudian mencari korban ke kedai dan menemukan motor suaminya disimpan di mess karyawan. Itulah awal bukti kami menguak kasus dugaan pembunuhan ini," tambahnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dua pengedar narkoba dibekuk polisi
Sabtu, 28 Maret 2020 - 17:29 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membekuk dua pengedar narkoba yang menyelundupkan ...
Polisi tangkap empat pelintas batas ilegal asal Timor Leste
Rabu, 25 Maret 2020 - 13:54 WIB
Aparat Kepolisian Resort Malaka menangkap empat pelintas batas asal Timor Leste, yang memasuki wilay...
Janji bisa luluskan Akmil, Mayor gadungan diamankan Tim Danpok Bansus Kodim 0201/BS
Selasa, 24 Maret 2020 - 11:35 WIB
Tim Danpok Bansus Kodim 0201/BS, berhasil mengamankan Arianto seorang pria mengaku berpangkat Mayor ...
Polda Metro Jaya bekuk delapan wartawan gadungan
Senin, 23 Maret 2020 - 19:49 WIB
Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya ...
Polres Jakpus tangkap 2 anggota DPRD asal Sulawesi karena narkoba
Minggu, 22 Maret 2020 - 17:17 WIB
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menangkap dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) asa...
Polisi tangkap nelayan perjualbelikan sembilan lumba-lumba secara ilegal
Sabtu, 21 Maret 2020 - 09:39 WIB
Aparat kepolisian di Tulungagung, Jawa Timur menangkap seorang nelayan setempat yang kedapatan membu...
Lagi, 8 orang jadi tersangka penyebar hoaks corona
Jumat, 20 Maret 2020 - 06:52 WIB
Polri kembali menetapkan delapan orang tersangka baru kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoa...
Polisi ciduk wanita sebar hoaks soal ada yang pingsan di PGC karena corona
Kamis, 19 Maret 2020 - 08:21 WIB
Polres Metro Jakarta Timur mengamankan seorang wanita berinisial AS karena menyebarkan video viral h...
Bareskrim tangkap WNA yang terlibat penyelundupan 120 WN Srilanka
Rabu, 18 Maret 2020 - 13:47 WIB
Buronan pelaku penyelundupan manusia terhadap 120 warga negara Srilanka, kembali ditangkap oleh Subd...
Polisi bekuk seorang pemuda sebar hoaks `Istana lockdown`
Rabu, 18 Maret 2020 - 09:52 WIB
Polda Sumatera Utara berhasil menangkap seorang pria berinisial HG yang diduga menyebarkan hoaks `Is...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)