Apakah bisnis itu memerlukan bakat?
Elshinta
Selasa, 04 Februari 2020 - 10:44 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Apakah bisnis itu memerlukan bakat?
Ilustrasi. Sumber: istimewa

Elshinta.com - Pandangan mengenai berbisnis itu bakat sebetulnya berasal dari minat atau ketajaman terhadap beragam komponen keberhasilan bisnis. Contoh konkret adalah dalam berbisnis Anda harus mengenali pasarnya.

Sejumlah pebisnis yang di kemudian hari berhasil biasanya mempunyai rasa ingin tahu yang cukup luas dan dalam terhadap prospek pasar. Ia akan bertanya kepada sejumlah orang yang dianggap memiliki pengetahuan tentang pasar yang sedang dijelajahinya sehingga gambaran  tentang pasar tersebut menjadi lebih konkret.

Dilansir eMajels, dari sanalah ia akan mengimajinasikan dinamika pasar beradasarkan sejumlah faktor yang ikut berperan antara lain yaitu harga, selera, momentum, waktu dan berbagai hal yang mempengaruhi naik turun pasar tersebut. Dengan demikian orang tersebut ini dianggap cenderung berbakat memahami pasar.

Sementara beberapa orang lainnya terkesan lebih terpaku pada patokan-patokan pasar yang tidak dinamis. Ia tidak terlalu sensitif terhadap kemungkinan-kemungkinan perubahan selera pasar. Misalnya, ia membuka toko di jalan yang ramai, padahal tokonya tidak berada pada letak yang pas untuk lalu lintas sekitarnya berhenti dan parkir yang memasuki tokonya. Setelah ia membuka toko dengan modal yang signifikan ternyata apa yang dijual tidak cukup dihampiri pasar.

Orang terakhir ini tidak berarti bahwa ia tidak berbakat, namun jelas ia kurang sensitif terhadap laju dinamika pasar.

Kesimpulannya, jika Anda tidak berhasil dalam bisnis, kenalilah hal-hal yang tidak dipertimbangkan atau yang membuat Anda tidak sensitif melihat faktor-faktor yang berperan tersebut.

90 persen pebisnis pernah merasakan kegagalan, antara lain disebabkan faktor di atas atau lebih dari 50 persen dari mereka bangkit kembali, mengevaluasi lebih tajam dan hasilnya menemukan jalan solusi terhadap apa yang sebelumnya tidak dipertimbangkan.

Patokan berbisnis yang benar itu juga penuh dinamika yang tidak statistik. Berbisnis adalah mengelola peluang untuk dilayani dengan berbagai produk yang memungkinkan ditangkap oleh pasar, diminati dan membuat konsumen mau membeli.

Manajemen ini lebih memiliki banyak komplikasi mulai dari penyediaan bahan baku, produksi apa yang sesuai selera pasar, hingga pada stok barang yang harus dijamin ketersediaannya.

Jadi Anda harus mulai dari hulu ke hilir dengan pasaran jenis produk yang sudah Anda perkirakan bisa diterima oleh pasar. Kadang-kadang penerimaan pasar juga berubah dan Anda harus menyiasatinya kembali.

Inti dari segala hal yang melibatkan bisnis adalah bahwa Anda harus mengkaji ulang setiap umpan balik yang Anda terima dari pergerakan bisnis Anda. Semakin Anda kaji dan semakin menemukan solusinya Anda sudah berjalan di langkah yang benar menuju sukses.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR ingin BSN beri kemudahan bagi pelaku industri usaha kecil
Senin, 29 Juni 2020 - 09:31 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah menginginkan agar Badan Standarisasi Nasional (BSN) dapat be...
Tips bertahan di tengah pandemi bagi UMKM
Senin, 15 Juni 2020 - 11:32 WIB
Pandemi corona membawa dampak besar di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Namun, dampak ini juga dap...
Dear UKM! Ini lima strategi bertahan di tengah pandemi COVID-19
Selasa, 28 April 2020 - 18:11 WIB
Tidak dapat dipungkiri, wabah COVID-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesi...
Catat, Kemenkop UKM rilis e-form untuk pendataan UMKM terdampak corona
Selasa, 14 April 2020 - 19:11 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM merilis e-form untuk kepentingan pendataan pelaku koperasi dan UMKM yan...
Cegah penyebaran COVID-19, ini prosedur yang bisa diterapkan pelaku UKM
Senin, 23 Maret 2020 - 09:30 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengimbau dan mengajak seluruh pelaku UKM untuk turut menerap...
Dongkrak jumlah penerap SNI, BSN gandeng industri bina UKM
Selasa, 10 Maret 2020 - 18:27 WIB
Dalam 5 tahun terakhir, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah melakukan pembinaan penerapan Stand...
Jika bisnis gagal, bertahan atau harus beralih bisnis? Ungkap jawabannya disini…
Selasa, 18 Februari 2020 - 10:06 WIB
Jika bisnis Anda gagal, segeralah lakukan evaluasi. Sebab dari sinilah Anda dapat menentukan: Anda b...
UKM kuliner! mana yang utama nih, produk atau kemasan?
Senin, 17 Februari 2020 - 13:50 WIB
Produk Anda akan disukai pertama-tama karena bagus, dalam arti berkualitas dan enak. Itu poin utaman...
Cara menetapkan kesepakatan dasar dengan mitra bisnis
Rabu, 12 Februari 2020 - 12:14 WIB
Bagaimana mengelola dan menetapkan kesepakatan dasar untuk bermitra khususnya dalam kaitan permodala...
Harga bahan baku tidak stabil, ini cara aman menyiasati modal bisnis
Selasa, 11 Februari 2020 - 14:21 WIB
Risiko fluktuasi harga adalah hal yang alamiah untuk semua bahan baku pada semua jenis bisnis. Sanga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV