Pemerintah buat pembatas tiga lapis dalam observasi WNI di Natuna 
Elshinta
Senin, 03 Februari 2020 - 21:35 WIB |
Pemerintah buat pembatas tiga lapis dalam observasi WNI di Natuna 
Sumber foto: Titik Mulyana/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah buat pembatas tiga lapis yang tidak bisa diakses masyarakat umum dalam mengobservasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Provinsi Hubei Tiongkok, kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.

Anung di Jakarta, Senin (3/2), mengatakan keputusan lokasi observasi WNI di Natuna adalah kebijakan pemerintah pusat yang didasarkan berdasarkan berbagai pertimbangan.

"Mengenai mengapa di Natuna, ini kebijakan pemerintah, kami di Kementerian Kesehatan memberikan persiapan pelayanan. Tentu pemerintah punya pertimbangan-pertimbangan, karena waktu, karena persoalan jumlah, karena persoalan kedaruratan itu sendiri. Banyak opsi yang disiapkan, tapi pemerintah memilih Natuna sebagai tempat observasi kesehatan selama masa karantina," kata Anung.

Pemerintah membagi wilayah karantina dalam tiga lapis, yaitu lapis pertama di mana para WNI tidak ada yang kontak dengan orang lain kecuali tenaga kesehatan. Pada lapis kedua digunakan untuk dukungan pelayanan kesehatan, makanan, dan sebagainya. Sementara di lapis ketiga digunakan untuk tempat melakukan pemantauan.

"Kami semua ada di situ untuk memastikan bahwa apa yang dikhawatirkan oleh masyarakat itu tidak terjadi," kata Anung mengutip Antara.

Anung menegaskan penempatan karantina di hanggar pangkalan udara bukan hanya mempertimbangkan lokasi yang paling jauh, namun melihat psikologi para WNI yang diobservasi kesehatannya agar tidak stres.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebotakan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan
Rabu, 01 April 2020 - 23:15 WIB
Perubahan rambut menjadi beruban dan kebotakan memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan risiko...
Gubernur katakan 22 orang sembuh dari COVID-19 di Jatim
Rabu, 01 April 2020 - 21:26 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan 22 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di ...
Padang tetapkan RSUD Rasidin sebagai rumah sakit khusus COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 19:10 WIB
Pemerintah Kota Padang menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin yang berlokasi di Gunung Sa...
Disdukcapil Langkat bagi masker dan hand sanitizer sampai kecamatan
Rabu, 01 April 2020 - 16:45 WIB
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), ikut  berperan aktif mencegah penyebaran COV...
Dokter: Masker kain harus dicuci menggunakan deterjen dan air hangat
Rabu, 01 April 2020 - 13:52 WIB
Masker kain menjadi alternatif yang bisa digunakan bagi masyarakat dan bisa berulangkali dipakai den...
Dokter ingatkan cara melepaskan masker bedah secara tepat
Rabu, 01 April 2020 - 12:27 WIB
Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan mengatakan masyarakat umum kerap melupakan ta...
Buat rutinitas malam agar tidur lebih nyenyak
Selasa, 31 Maret 2020 - 23:15 WIB
Terkadang sulit untuk memenuhi rekomendasi untuk tidur antara 7 sampai 8 jam. Namun jika merasa san...
Penerapan bilik disinfeksi modifikasi pada pendatang tidak disarankan
Selasa, 31 Maret 2020 - 22:07 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Jawa Tengah meminta desa tidak menggunakan disinfektan ke...
Polres Langkat semprot tiga kecamatan dengan disinfektan
Selasa, 31 Maret 2020 - 18:47 WIB
Guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Polres Langkat, Sumatera Utara melakukan penyemprotan ...
Cegah COVID-19 Pemkab Langkat gelontorkan dana Rp6,9 Miliar
Selasa, 31 Maret 2020 - 16:37 WIB
Pemkab Langkat, Sumatera Utara  menggelontorkan anggaran Rp6,9 milyar untuk percepatan pencegahan C...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Radio Elshinta