Ilmuwan ciptakan anggota tubuh robot untuk ubur-ubur
Elshinta
Jumat, 31 Januari 2020 - 09:46 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Ilmuwan ciptakan anggota tubuh robot untuk ubur-ubur
Ubur-ubur. Foto: https://bit.ly/36KnWxE/elshinta.com.

Elshinta.com - Para ilmuwan di Caltech dan Stanford University ingin mengubah ubur-ubur menjadi penjelajah laut dalam yang dapat diarahkan, untuk merekam info saat mereka bepergian. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan Science Advances, tim menjelaskan bagaimana mereka telah mengembangkan anggota tubuh tiruan (prostetik) mikroelektronika kecil yang dapat melekat pada ubur-ubur agar berenang lebih cepat dan efisien.

Dengan diameter sekitar 1 cm, alat tersebut dihubungkan ke ubur-ubur dengan duri kayu. Ini mentenagai ubur-ubur dengan impuls listrik, mirip dengan alat pacu jantung pada manusia. Dilansir dari Engadget (31/1), prostetik ini berdenyut tiga kali lebih cepat dari anggota tubuh aslinya sehingga mendorong ubur-ubur berenang tiga kali lebih cepat, atau sekitar 4 hingga 6 cm per detik. Dalam percobaannya ubur-ubur hanya mengkonsumsi energi dua kali lebih banyak, menunjukkan bahwa perangkat membuatnya lebih efisien.

Dikutip dari tek, para peneliti mengatakan, mereka memantau ubur-ubur dengan seksama demi memastikan mereka tidak terluka. Ubur-ubur tidak memiliki reseptor otak atau rasa sakit, tetapi ia dapat mengeluarkan lendir saat stres. Dalam kasus ini, mereka tidak mengeluarkan lendir stres, dan begitu prostetik dilepas, mereka langsung kembali berenang dengan kecepatan seperti biasa.

Kini para ilmuwan tersebut dapat mempercepat ubur-ubur, nantinya mereka ingin mencari cara untuk mengarahkan renangnya, sehingga hewan ini dapat dibimbing di sekitar laut dalam misi penelitian. Menurut tim, ubur-ubur yang dilengkapi prostetik lebih dari 1.000 kali lebih efisien daripada robot berenang, dan hewan lunak ini berlimpah di lautan. Selain itu, mereka “mencari bahan bakar” sendiri dan dapat melakukan perjalanan ke dasar laut yang dalam.

“Hanya 5 hingga 10% dari volume lautan telah dieksplorasi, jadi kami ingin mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa ubur-ubur sudah ada di mana-mana untuk melakukan lompatan dari pengukuran berbasis kapal, yang jumlahnya terbatas karena biayanya yang tinggi. Jika kami dapat menemukan cara untuk mengarahkan ubur-ubur ini dan juga melengkapinya dengan sensor untuk melacak hal-hal seperti suhu lautan, kadar oksigen, dan sebagainya, kami dapat membuat jaringan laut yang benar-benar global,” kata perwakilan Caltech, John Dabiri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inovasi atasi COVID-19 dengan BCL dan super antioksidan
Senin, 06 April 2020 - 12:27 WIB
PT PUF Sains Lab, Nucleus Farma, dan Profesor Nidom Foundation telah bekerja sama dalam pengembangan...
Alat deteksi COVID-19 berbasis AI berpotensi diterapkan di Indonesia
Kamis, 02 April 2020 - 11:44 WIB
Sebuah metode dan alat baru pendeteksi COVID-19 berbasis teknologi tinggi Artificial Intelligence (...
Unair klaim temukan lima senyawa bisa jadi obat COVID-19
Kamis, 02 April 2020 - 09:44 WIB
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, mengklaim telah menemukan lima jenis senyawa yan...
Alat rapid test corona dari Bosch, hasilnya tersedia dalam 2,5 jam
Senin, 30 Maret 2020 - 09:20 WIB
Bosch mengatakan dengan memakai test kit itu, hasil uji dapat tersedia dalam waktu 2,5 jam sehingga ...
Kampanye DonasikanOngkosmu sebagai kontribusi bagi para pekerja lapangan
Sabtu, 28 Maret 2020 - 14:00 WIB
Pendapatan para pengemudi ojek online menurun sebesar 50 persen dan dianggap akan terus menurun hing...
Kominfo jaring 242 hoaks tentang virus corona
Rabu, 18 Maret 2020 - 10:59 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 242 konten hoaks dan misinformasi yang berka...
COVID-19 merebak, validasi IMEI tidak ada penundaan waktu
Rabu, 18 Maret 2020 - 08:44 WIB
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Janu Suryanto, menegaskan bahwa sejauh in...
Instagram kurangi sebaran hoaks virus corona
Sabtu, 14 Maret 2020 - 14:28 WIB
Platform berbagi konten video dan foto Instagram melakukan beberapa langkah untuk mengurangi penyeba...
PT Geo Dipa Energi dan PLN siap kembangkan delapan unit PLTP
Jumat, 13 Maret 2020 - 10:58 WIB
PT Geo Dipa Energi telah menjalin kontrak dengan PLN untuk mengembangkan delapan unit Pembangkit Lis...
Industri farmasi didorong tingkatkan riset berbasis inovasi
Kamis, 12 Maret 2020 - 11:58 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong industri farmasi di dalam negeri agar semakin meningkatkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV