Sejumlah kejanggalan revitalisasi Monas diungkap Ketua DPRD DKI
Elshinta
Rabu, 29 Januari 2020 - 08:55 WIB |
Sejumlah kejanggalan revitalisasi Monas diungkap Ketua DPRD DKI
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah saat sidak kawasan revitalisasi Monas, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Sumber foto: https://bit.ly/36z2rji

Elshinta.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengungkapkan adanya kejanggalan dalam proyek revitalisasi Monas, sehingga harus dihentikan untuk sementara.

Salah satu kejanggalan itu, kata Prasetio, Selasa (28/1), jika disebut revitalisasi itu mengikuti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995, pasal lima jelas berbunyi bahwa Kemensetneg sebagai Ketua Komisi Pengarah. Adapun komisi ini memiliki tugas memberikan pengarahan dan pendapat kepada badan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya.

Kemudian, ketua pengarah juga bertugas memberikan persetujuan terhadap perencanaan beserta pembiayaan pembangunan Taman Merdeka yang disusun oleh badan pelaksana. Adapun badan pelaksana diketuai oleh Gubernur DKI Jakarta.

"Di situ jelas harus ada persetujuan dari Kemensetneg. Nah ini kan belum ada," kata Prasetio di Gedung DPRD usai mengunjungi proyek revitalisasi Monas, Selasa, dikutip Antara.

Selain itu, Politisi PDI Perjuangan itu juga menilai proyek revitalisasi sisi selatan kawasan Monas dengan anggaran Rp50 miliar banyak kejanggalan. Karena, menurut dia, tidak mungkin kegiatan revitalisasi sisi selatan yang hanya membuat kolam habis sebanyak segitu.

Akhirnya, Prasetio pun meminta inspektorat untuk turun dan mengaudit proses lelang proyek pengerjaan revitalisasi.

Prasetio juga menyebutkan bahwa dalam proyek revitalisasi tersebut ada kesalahan teknis pengerjaan, salah satunya yaitu lubang main hole yang berfungsi untuk meresap saluran air ketika air tertahan di atas pondasi semen dan batu alam, namun saat dia meminta untuk membongkar, salurannya tidak ada.

"Itu kan ditutup beton semua. Nah ada lobang, tapi mana salurannya? Gak beres semuanya," tuturnya.

Prasetio pun akhirnya meminta proyek revitalisasi tersebut dihentikan sementara hingga terbitnya persetujuan dari Komisi Pengarah yang diketuai oleh Kemensetneg.

"Besok (Rabu) harus sudah berhenti proyek revitalisasi ini," kata Prasetio saat inspeksi mendadak kemarin.

Rekomendasi

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah akhirnya menyatakan akan mengikuti rekomendasi tersebut. Namun, dia menuturkan, keputusan penghentian sementara bergantung pada rekomendasi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

Karena, Prasetio menyatakan, revitalisasi harus dihentikan pada Rabu (29/1), pihaknya akan menunda proyek revitalisasi kawasan Monas sampai mendapat persetujuan dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

"Sebenarnya kami lebih suka diteruskan, tetapi setelah rapat koordinasi dengan DPRD, ya sudah ini dihentikan sementara untuk menghormati," ucapnya.

Sebelumnya, revitalisasi ini menimbulkan perhatian publik karena ada sekitar 190 pohon di Monas sisi selatan yang disebut dipindahkan, namun bekas pemindahan berupa lubang-lubang di tanah tidak terlihat. Dikabarkan pohon-pohon itu dipindahkan sebagian ke sisi timur dan sebagian ke sisi barat.

Nilai proyek revitalisasi Monas mencapai Rp71,3 miliar.

Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI, Blessmiyanda, mengatakan dari 105 perusahaan yang berminat mengerjakan proyek, hanya ada dua perusahaan yang mengajukan dokumen penawaran. Dua perusahaan itu adalah Bahana Prima (Rp64,41 miliar) dan PT Bagas Jaya (Rp66,3 miliar). 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jakarta hari ini berpotensi diguyur hujan
Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:58 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ​​​​​​​sebagian bes...
Rabu, kasus positif COVID-19 di Jakarta bertambah 578 orang
Kamis, 13 Agustus 2020 - 06:39 WIB
Kasus positif COVID-19 di Jakarta, Rabu (12/8), bertambah 578 kasus menjadi sebanyak 27.242 orang di...
Wagub DKI bantah adanya zona hitam di ibu kota
Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:58 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) membantah adanya zona hitam Corona Virus Deseas...
Rekayasa lalin di Pulogebang berhasil urai kemacetan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:36 WIB
Uji coba rekayasa lalu lintas sistem satu arah (SSA) di Jembatan Sentra Primer, Pulogebang, Cakung, ...
Prakiraan cuaca wilayah Jakarta hari ini
Rabu, 12 Agustus 2020 - 07:32 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai h...
BPBD keluarkan peringatan potensi angin puting beliung di Jakarta
Selasa, 11 Agustus 2020 - 07:41 WIB
Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terjadinya huja...
Ada potensi hujan disertai petir dan angin di Jakarta
Selasa, 11 Agustus 2020 - 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi terjadinya hujan disertai p...
Penumpang Transjakarta meningkat tujuh persen 
Senin, 10 Agustus 2020 - 19:55 WIB
PT Transjakarta mencatat jumlah kenaikan penumpang selama diberlakukannya sosialisasi penerapan ganj...
Gedung DPRD DKI kembali dibuka 
Senin, 10 Agustus 2020 - 18:35 WIB
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, yang ditutup untuk aktivitas dewam dan umu...
Peduli lingkungan, Kodiklat TNI bangun drainase masyarakat melalui karya bhakti
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:12 WIB
Kemanunggalan TNI dan Rakyat merupakan satu faktor penting untuk membangun pertahanan negara yang ku...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)