Utamakan empati, netizen diminta tidak melucu soal korban virus corona
Elshinta
Selasa, 28 Januari 2020 - 08:48 WIB |
Utamakan empati, netizen diminta tidak melucu soal korban virus corona
Sumber foto:

Elshinta.com - Pengamat media sosial dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengajak warganet untuk tidak melucu soal virus corona yang mematikan karena sudah banyak jatuh korban.

"Sebuah negara warganya banyak yang meninggal, keluarganya berduka, dunia ketakutan. Mengapa masih ada yang menyebar meme meledek, melaknat bahkan bikin pengumuman dengan bahasa Mandarin untuk lucu-lucuan?," kata Hariqo kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/1).

Menurut dia, menggiring isu corona sebagai bercanda bertentangan dengan nilai Pancasila sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab atau tentang humanitas.

Ia menyatakan, latar belakang kebencian jangan justru bercanda soal corona dengan banyak warga Tiongkok yang menjadi korban.

"Diperlukan kehati-hatian dalam mengambil kesimpulan, sebab kesimpulan yang buru-buru bisa menyakiti orang lain di media sosial," tandasnya, dikutip Antara

Untuk itu, Hariqo mengimbau agar pengguna media sosial lebih hati-hati dan sensitif, membaca banyak berita dan tidak mengandalkan informasi dari media sosial dan WhatsApp saja.

Hariqo juga menyayangkan konten-konten tak beradab di tengah kematian manusia yang terus berjatuhan.

Dia mencontohkan salah satu warganet yang memposting di media sosialnya demikian, "Gong Xi Fa Cai! Apakah di Tiongkok pas angpao dibuka isinya virus corona?”.

"Virus kebencian lebih berbahaya dari virus corona. Hanya karena satu berita, di antara kita langsung menyimpulkan... Musibah apapun banjir, gempa, utamakanlah empati pada korban, bukan dipolitisasi," tegas Hariqo. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas TMMD 107 bagikan pakaian layak pakai kepada warga Kampung Epem
Selasa, 31 Maret 2020 - 21:25 WIB
Personel Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke yang dipimpin langsung oleh Danki Satgas TMMD Ke-107 ...
Terkait COVID-19, Pengamat minta jangan ada tokoh justru sesatkan publik
Kamis, 26 Maret 2020 - 21:35 WIB
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia DR Devie Rahmawati SSos MHum berharap tidak ada tokoh yan...
Stok darah menurun terdampak COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 09:40 WIB
Imbauan untuk menunda kegiatan yang menghadirkan banyak orang karena mewabahnya virus corona berdamp...
Wapres minta MUI rilis fatwa tangani jenazah COVID-19 dan tata cara ibadah petugas medis
Selasa, 24 Maret 2020 - 07:18 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasya...
Ketua MPR donasikan gaji atasi COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 06:50 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bakal mendonasikan gajinya untuk mencegah penularan penyebar...
MUI ajak umat patuhi Ilmuwan, jangan menyepelekan
Senin, 23 Maret 2020 - 08:20 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas mengajak umat Islam untuk patu...
Ditengah wabah COVID-19, Kaltara tetap gelar MTQ
Jumat, 20 Maret 2020 - 16:27 WIB
Meskipun di beberapa daerah telah menunda pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) akibat mengant...
Imbauan bagi pengemudi online di tengah COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:28 WIB
Para pengemudi online diimbau tetap menjaga kebersihan di tengah penyebaran virus corona jenis baru ...
MUI: Haram hukumnya tebar kepanikan dan info hoaks soal COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:15 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, haram hukumnya bagi masyarakat melakukan aktivitas yang me...
Viral! Handoko Gunawan, dokter senior ikut berjuang lawan COVID-19
Rabu, 18 Maret 2020 - 07:47 WIB
Pemerintah telah memperpanjang status darurat pandemi COVID-19 sampai dengan 29 Mei 2020 dan petugas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)