Pakar: Indonesia negara maritim, harusnya fokus bangun kota kapal
Elshinta
Jumat, 24 Januari 2020 - 21:26 WIB |
Pakar: Indonesia negara maritim, harusnya fokus bangun kota kapal
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2GwfJml

Elshinta.com - Indonesia merupakan negara maritim karena hampir 75 persen, bahkan 80 persen wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan perairan sehingga harus fokus membangun kota kapal.

Pakar ekonomi Maritim dari Universitas Sultan Agung Semarang Prof. La Ode Masihu Kamaluddin mengatakan, bahwa pemerintah seharusnya fokus membangun sentra pertumbuhan kota kapal (town ship). "Jadi, fokus kita ke town ship. Konsep town ship yang pertama adalah di dalam town ship itu ada hal-hal, misalnya ada armada kapal, pabrik es, dan lemari pendingin (cold storage)," kata Profesor Masihu dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (24/1).

Selain itu, pabrik pengolahan, pelabuhan perikanan, pengapalan, kemudian di situ ada pusat teknologi informasi (IT) untuk mengontrol kegiatan-kegiatan.

Dari konsep kota kapal itu, lanjut dia, akan menghasilkan kesejahteraan ekonomi karena wilayah eksploitasi hasil laut yang lebih luas. Namun, lingkungan hidup tetap terjaga dengan baik oleh masyarakat yang sehari-hari menggantungkan rezeki dari laut. "Dari sini kemudian kesejahteraan masyarakat dari devisa bisa dihitung, satu titik berapa lapangan pekerjaan, kemudian lingkungan hidup terjaga. Nah, inilah konsep yang harus dibuat," ujar Profesor Masihu.

Apabila dapat memfokuskan sentra pertumbuhan di kota kapal tersebut, menurut dia, nelayan akan memiliki kebanggaan pada profesinya. "Mereka akan menjadikannya pilihan hidup. Bukan karena tidak ada pekerjaan lain. Hari ini orang jadi nelayan itu karena tidak ada pilihan lain. Hampir sama dengan petani," kata Profesor Masihu.

​​Dikutip Antara, ia melihat kultur masyarakat Indonesia merupakan nelayan. Namun, sedikit sekali nelayan sekarang yang berdoa agar keturunannya menjadi nelayan seperti dirinya. "Jangan didaratkan, tetap saja dia di laut. Yang terjadi adalah sedikit sekali nelayan yang mendoakan anaknya menjadi nelayan karena tidak ada kebanggaan. Itu persoalan," kata Profesor Masihu.

Menurut dia, pemerintah akan disegani wilayah zona ekonomi eksklusifnya oleh negara lain apabila aktivitas nelayan hadir di laut. "Bukan angkatan laut, bukan polisi, melainkan nelayan. Oleh karena itu, nelayan harus hadir di laut. Akan tetapi, hasil nelayan di laut itu mau dikemanain (hasilnya)? Makanya, harus diolah di dalam industri," kata Profesor Masihu. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wakil Ketua MPR sebut ada tiga fraksi belum setujui amandemen UUD
Minggu, 16 Februari 2020 - 17:58 WIB
Wakil Ketua MPR RI Syarif Hasan menyebut bahwa hingga saat ini masih terdapat tiga fraksi yang belum...
Satgas Yonif RK 136/TS bangun lapangan bola voli di perbatasan Porto-Haria
Minggu, 16 Februari 2020 - 17:16 WIB
Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti (Yonif RK 136/TS) yang tergabung d...
PBI Lumajang lepasliarkan puluhan burung endemik di Semeru
Minggu, 16 Februari 2020 - 16:44 WIB
Pelestari Burung Indonesia (PBI) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, turut menyeimbangkan ekosistem di l...
Peran KPI Sumut diharapkan benar-benar dirasakan
Minggu, 16 Februari 2020 - 16:30 WIB
Peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumatera Utara mendatang diharapkan benar-benar dapat dirasak...
Said Iqbal: Omnibus Law RUU Cipta Kerja hilangkan pesangon
Minggu, 16 Februari 2020 - 15:58 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan Omnibus Law Rancangan Un...
OJK harapkan status blokir terkait Jiwasraya selesai akhir Februari
Minggu, 16 Februari 2020 - 15:29 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan status pemblokiran rekening efek karena diduga terkait kas...
KSPI sebut tak ada kepastian kerja pada RUU Cipta Kerja
Minggu, 16 Februari 2020 - 15:15 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut tidak ada kepastian kerja ...
Gerindra: Andre Rosiade tidak bersalah gerebek prostitusi daring
Minggu, 16 Februari 2020 - 14:49 WIB
DPP Partai Gerindra memutuskan anggota DPR RI Andre Rosiade tidak bersalah terkait dengan penggerebe...
WNI asal Sumsel dipastikan tak terkena virus COVID-19
Minggu, 16 Februari 2020 - 14:28 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan bahwa warga negara Indonesia (WNI) asal provinsi it...
Pemkot Surakarta resmi tambah kereta uap baru
Minggu, 16 Februari 2020 - 14:14 WIB
Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, resmi menambah kereta uap baru yang akan bisa melengkapi Ker...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
FIT Radio Bandung