Jogja Agro Techno Park Kulonprogo jadi destinasi wisata baru DIY   
Elshinta
Jumat, 24 Januari 2020 - 17:07 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Jogja Agro Techno Park Kulonprogo jadi destinasi wisata baru DIY   
Foto: Izan Raharjo/Radio Elshinta

Elshinta.com - Jogja Agro Techno Park (JATP) yang berada di Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo menjadi destinasi wisata baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain menjadi program ketahanan pangan di DIY, Jogja Agro Techno Park sudah menjadi ikon baru wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

DPRD DIY mendukung agar Jogja Agro Techno Park dikelola menjadi salah satu basis wisata yang bisa mengangkat perekonomian warga. Dukungan dalam bentuk anggaran untuk menambah fasilitas dilokasi siap dikucurkan. Seperti fasilitas sumur untuk pengairan, pagar pembatas dan lainya akan dianggarkan. 

"Yang jadi primadona di Jogja Agro Techno Park, ada peternakan-peternakan yang jadi unggulan di DIY disediakan, ada ternak sapi, kambing, ikan, ini kan menjadi menarik. Kami support untuk ini," kata Ketua komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto, Kamis (23/1), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY RB Dwi Wahyu B mengatakan JATP merupakan salah proyek unggulan DIY yang rencananya ke depan akan dioperasikan dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Melalui skema tersebut, Komisi B DPRD DIY mengusulkan agar ikon eduwisata pertanian DIY itu dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DIY sendiri.

"JATP ini goalnya adalah untuk ketahanan pangan, yang dibarengi aspek pariwisata sebagai basis untuk meningkatkan Pendapatan Akhir Daerah," kata Dwi Wahyu B.

Karena lahan pertanian di DIY ini semakin menyusut dan terbatas, maka perlu rekayasa teknologi untuk meningkatkan produk pertanian. Oleh karena itu, JATP harus bisa berperan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Maka perlunya JATP itu menggandeng perguruan tinggi.

Pemda DIY tahun lalu mengucurkan anggaran Rp100 miliar untuk JATP, dari total anggaran yang direncanakan sebesar Rp400 miliar. Terkait pembiayaan, Dwi mengusulkan adanya alokasi Dana Istimewa (Danais) untuk mendukung sektor pertanian. 

"Danais 2020 menembus Rp1,32 triliun. Sebagian dari Danais yang fantastis itu seharusnya bisa diakses untuk support pertanian, karena pertanian juga bisa masuk nomenklatur kebudayaan," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indag Jabar jemput bola dukungan anggaran ke pusat
Senin, 24 Februari 2020 - 19:24 WIB
Menanggapi perintah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) d...
Menlu Retno pimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Dewan HAM PBB
Senin, 24 Februari 2020 - 19:09 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tiba di Jenewa, Swiss, Senin (24/2), untuk menghadiri Pertemuan Ti...
Pejabat: Tol Pejagan-Cilacap bakal terhubung dengan Bandara Soedirman
Senin, 24 Februari 2020 - 18:37 WIB
Jalan Tol Pejagan-Cilacap yang segera dibangun oleh pemerintah bakal terhubung dengan Bandara Jender...
Pimpinan KPK respons survei Indo Barometer soal kepercayaan publik
Senin, 24 Februari 2020 - 17:55 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango merespons hasil survei Indo Baramote...
Kapolda Metro Jaya tegaskan tak ada api sebabkan asap di DPR
Senin, 24 Februari 2020 - 14:08 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana menegaskan tidak ada api ...
100 BUMN kunjungi Rumah Kreatif Sleman
Senin, 24 Februari 2020 - 13:52 WIB
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Mahendra Sinulingga bersama lebih dari 100...