Pejabat PBB dilarang pakai WhatsApp sejak tahun lalu
Elshinta
Jumat, 24 Januari 2020 - 11:38 WIB |
Pejabat PBB dilarang pakai WhatsApp sejak tahun lalu
Sumber Foto: https://bit.ly/2tA6kqZ

Elshinta.com - Para pejabat PBB dilarang menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi karena `tidak didukung sebagai mekanisme yang aman,` kata juru bicara PBB, Kamis (23/1).

Setelah para ahli di PBB menuduh Arab Saudi menggunakan platform komunikasi daring itu untuk meretas ponsel kepala eksekutif Amazon dan pemilik Washington Post Jeff Bezos.

Pakar independen PBB mengatakan, Rabu, mereka punya informasi yang merujuk pada "kemungkinan keterlibatan" Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam serangan siber 2018 yang menimpa bos Amazon.

Mereka segera meminta penyelidikan dari AS dan otoritas lain, berdasarkan laporan forensik FTI Consulting yang berbasis di Washington. Laporan itu berisi tuduhan bahwa iPhone Bezos diretas dari file video yang dikirim lewat akun WhatsApp yang dipakai putra mahkota.

Dilansir Reuters, ketika ditanya apakah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah berkomunikasi dengan putra mahkota Saudi atau pemimpin dunia lain menggunakan WhatsApp, juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan, Kamis, "Pejabat senior di PBB telah diberi instruksi untuk tidak menggunakan WhatsApp, itu tidak didukung dengan mekanisme keamanan."

"Jadi tidak, sekjen tidak menggunakannya," kata Haq. Dia kemudian menambahkan bahwa arahan untuk tidak memakai WhatsApp diberikan kepada pejabat PBB pada Juni 2019.

Saat ditanya mengenai keputusan PBB, WhatsApp mengatakan mereka menyediakan keamanan untuk lebih dari 1,5 miliar pengguna.

"Setiap pesan pribadi dilindungi enkripsi end-to-end untuk mencegah WhatsApp atau pihak lain melihat isi pembicaraan. Teknologi enkripsi yang kami kembangkan dengan Signal dinilai sangat aman oleh pakar keamanan dan jadi yang terbaik untuk orang di dunia," kata Direktur Komunikasi WhatsApp Carl Woog.

Untuk alasan itu, setiap larangan terhadap WhatsApp, mungkin membuat pakar keamanan digital kebingungan.

WhatsApp "menangani keamanan dengan sangat serius dibandingkan dengan yang lain," kata peneliti Oded Vanunu, yang perusahaannya, Checkpoint secara berkala menemukan kelemahan dalam aplikasi pengiriman pesan.

"Setiap aplikasi memiliki kerentanan yang dapat Anda manfaatkan dengan cara tertentu," katanya, sebelum mengatakan bahwa WhatsApp bisa memperbaikinya dengan baik. "Perusahaan pesan instan lainnya dapat memimpikan prosedur keamanan seperti mereka," katanya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Skype tawarkan panggilan video tanpa mendaftar
Minggu, 05 April 2020 - 11:15 WIB
 Aplikasi panggilan video milik Microsoft, Skype, menyediakan fitur baru yang membuat semua orang t...
Google Mobility Reports deteksi pergerakan orang selama corona
Sabtu, 04 April 2020 - 13:39 WIB
Google meluncurkan Community Mobility Report yang membantu masyarakat hingga pemerintah meninjau akt...
Video call grup WhatsApp, bagaimana caranya?
Senin, 30 Maret 2020 - 13:15 WIB
Mengobrol lewat `video call` WhatsApp mungkin cara terbaik untuk tetap terhubung dan berkomunikasi d...
Dukung physical distancing, CoLearn berikan fasilitas belajar online secara gratis
Jumat, 27 Maret 2020 - 06:35 WIB
Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan dunia akademis, pada hari ini CoLearn mengumumkan pemb...
Virus corona juga berdampak pada game seluler
Rabu, 04 Maret 2020 - 09:21 WIB
Jumlah orang yang mengunduh game seluler dilaporkan meningkat seiring dengan banyaknya orang yang me...
WhatsApp mode gelap akhirnya meluncur di Android dan iOS
Rabu, 04 Maret 2020 - 09:09 WIB
WhatsApp akhirnya menghadirkan fitur mode gelap atau dark mode di aplikasi Android maupun iOS secara...
Facebook batasi pengunjung kantor karena virus corona
Selasa, 03 Maret 2020 - 08:53 WIB
Facebook membatasi kunjungan yang bersifat sosial ke kantornya, guna melindungi karyawan dari penyeb...
Facebook larang iklan klaim obat corona
Minggu, 01 Maret 2020 - 12:38 WIB
Facebook Inc akan melarang iklan produk yang mengklaim bisa mencegah atau mengobati virus corona kar...
WHO gabung Tiktok perangi misinformasi virus corona
Sabtu, 29 Februari 2020 - 10:58 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan akun TikTok pada Jumat (28/2), sebagai upaya memerangi ...
Facebook akan bayar rekaman suara pengguna
Jumat, 21 Februari 2020 - 10:57 WIB
Facebook akan membayar sejumlah pengguna untuk rekaman suara yang akan digunakan untuk membantu meni...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV