Mahkamah Internasional akan keluarkan putusan soal Myanmar
Elshinta
Kamis, 23 Januari 2020 - 12:46 WIB |
Mahkamah Internasional akan keluarkan putusan soal Myanmar
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi meninggalkan Pengadilan Internasional (ICJ) setelah sidang kedua tentang kasus yang dilaporkan oleh Gambia terhadap Myanmar atas dugaan genosida terhadap populasi minoritas Muslim Rohingya di Den Haag, Belanda, Rabu (11/12/2019). Sumber Foto: https://bit.ly/2tIgbuL

Elshinta.com - Mahkamah Internasional, Kamis (23/1), akan mengeluarkan putusan soal permintaan langkah darurat yang diajukan Gambia, negara yang membawa kasus itu atas tuduhan bahwa Myanmar telah melakukan genosida terhadap penduduk minoritas Muslim Rohingya.

Negara kecil di Afrika itu mengajukan gugatan hukum ke badan tertinggi PBB tersebut, yang memiliki wewenang menyelesaikan sengketa antarnegara, pada November. Gambia menuduh Myanmar melanggar Konvensi Genosida 1948.

Kasus tersebut belum disidangkan secara penuh dan putusan pada Kamis hanya akan menyangkut permintaan Gambia soal langkah pendahuluan. Tidak ada petunjuk soal bagaimana mahkamah itu akan menentukan keputusan akhir, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Gambia telah meminta agar serangkaian langkah pencegahan diambil terhadap Myanmar, semacam perlindungan bagi negara-negara bagian. Langkah yang dimaksud itu termasuk penghentian kekerasan dengan segera. Gambia juga meminta hakim memerintahkan Myanmar memberikan akses bagi badan-badan PBB yang menyelidiki dugaan kejahatan terhadap Rohingya.

Lebih dari 730.000 orang Rohingya lari menyelamatkan diri dari Myanmar setelah militer melancarkan tindakan keras pada 2017. Para warga Rohingya itu juga terpaksa menempati kamp-kamp kotor di seberang perbatasan di Bangladesh. Para penyelidik dari PBB menyimpulkan bahwa tindakan militer itu dilancarkan dengan "niat melakukan genosida".

Selama persidangan yang berlangsung satu pekan pada Desember, pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi meminta panel beranggotakan 17 hakim untuk menghentikan kasus tersebut.

Walaupun mengakui bahwa militer kemungkinan telah menggunakan kekuatan secara tidak seimbang serta bahwa warga-warga sipil terbunuh, Suu Kyi mengatakan tindakan itu bukan merupakan genosida, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM Jepang akan umumkan keadaan darurat akibat virus corona
Senin, 06 April 2020 - 10:49 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan keadaan darurat akibat virus corona sedini Selasa...
Kasus corona meningkat di Asia Tenggara, ini seruan WHO
Rabu, 18 Maret 2020 - 10:39 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara di wilayah Asia Tenggara untuk segera meningk...
26 orang sembuh dari COVID-19 di Malaysia
Kamis, 12 Maret 2020 - 09:39 WIB
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan pasien ke-78 yang dinyatakan positif penyakit virus ...
Arab Saudi denda Rp1,9 miliar bagi mereka yang bohong soal kesehatan
Selasa, 10 Maret 2020 - 18:56 WIB
Arab Saudi akan menjatuhkan denda hingga 500.000 rial (sekitar Rp 1,9 miliar) kepada mereka yang ber...
Kasus corona di Korsel bertambah 174, total jadi 6.767
Sabtu, 07 Maret 2020 - 17:17 WIB
Kasus baru virus corona terkonfirmasi di Korea Selatan pada Sabtu naik 174 dari Jumat (6/3)malam, me...
Arab Saudi tangkap dua anggota kerajaan, termasuk adik Raja Salman
Sabtu, 07 Maret 2020 - 16:29 WIB
Arab Saudi menangkap dua anggota senior keluarga kerajaan Saudi yakni adik Raja Salman, Pangeran Ahm...
Malaysia batasi pengunjung dari Korsel
Sabtu, 29 Februari 2020 - 10:37 WIB
Malaysia melakukan pembatasan masuk sementara terhadap semua pengunjung dari Korea Selatan termasuk ...
Tiongkok akan larang dagang dan konsumsi hewan liar cegah COVID-19
Selasa, 25 Februari 2020 - 11:38 WIB
Badan legislatif Tiongkok mengatakan pihaknya akan secepatnya melarang perdagangan dan konsumsi hewa...
Hubei-Tiongkok laporkan 349 kasus baru covid-19  
Kamis, 20 Februari 2020 - 08:58 WIB
Provinsi Hubei di Tiongkok tengah pada Rabu (19/2)  memastikan ada 349 kasus  baru virus corona te...
Mayoritas Bursa Asia dibuka melemah setelah jumlah kematian virus corona tembus 2.000
Rabu, 19 Februari 2020 - 10:14 WIB
Bursa Asia bergerak variasi dengan pada awal perdagangan Rabu (19/2) dengan mayoritas indeks melemah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV