HMI, politisi dan praktisi soroti Silpa Kota Depok
Elshinta
Rabu, 22 Januari 2020 - 15:08 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
HMI, politisi dan praktisi soroti Silpa Kota Depok
Sumber Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kumpulan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kalam HMI) Kota Depok, Jawa Barat menggelar acara diskusi. Dalam kesempatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya, Imam Budi Hartono (Anggota DPRD Jawa Barat), Acep Azhari (Praktisi Pendidikan dan Wirausahawan), Arif Budiman (Konsultan Pajak), Ikra (Sekretaris DPC PDI-P Depok), moderator Hendrik Raseukiy (wartawan Elshinta).

“Diskusi tema Quo Vadis Politik Anggaran Pemerintah Kota Depok, diharapkan banyak memberikan pencerahan dan arahan bagi pembangunan ke depan kota yang kita cintai ini,” ujar penyelenggara kegiatan Gurkan Sangiang seusai acara diskusi yang dihadiri para aktivis, tokoh masyarakat dan media di JPW Cafe, Grand Depok City, Kota Depok, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Rabu (22/1).

Anggota DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono menilai rendahnya serapan anggaran menimbulkan tingginya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2019. Menurutnya, jumlah Rp615 miliar bukanlah nilai yang kecil. Ia menambahkan, masih dijumpainya masalah terkait, kenyamanan dan kesejahteraan di Depok dengan kondisi APBD Rp3,5 triliun dinilai sulit diatasi. Meskipun begitu, Kota Depok juga mendapatkan bantuan senilai Rp70 miliar dari Provinsi Jawa Barat.

“Permasalahan Silpa yang cukup besar bisa diselesaikan dengan cara APBD yang pro rakyat. Artinya, kalau selama ini alokasi anggaran Rp2 miliar per kelurahan itu bisa dinaikkan menjadi Rp6 miliar per kelurahan, tinggal mengkalikan saja. Kalau di kelurahan anggaran itu akan terpakai. Sementara, kita bisa mengusahakan dari sumber lainnya seperti dari provinsi dan pusat yang selama ini belum digali secara maksimal,” terangnya.

Sekretaris DPC PDI P Kota Depok, Ikra mengungkapkan, bahwa Kota Depok IPM nomor tiga se-Jawa Barat. Namun, lanjutnya, kenaikannya hanya 1,7 saja bila dibandingkan di Jawa Barat 2,5. Ia menilai, selama ini masih dipertanyakan tingkat pendidikan warga Depok, harapan hidup dan standar layak hidup.

“Bahkan, bila dibandingkan dengan Banyuwangi, Surabaya, Kulonprogo masih kalah Depok. Bayangkan, di Surabaya tiap tahun bisa menurunkan suhu 2 derajat celcius. Kulonprogo bisa menyetop pembangunan minimarket dan yang berkembang adalah pasar tradisional serta UMKM. Apa Depok bisa seperti itu,” paparnya.

Praktisi Pendidikan dan Wirausahawan, Acep Azhari mengutarakan, Kota Depok diuntungkan dengan banyaknya perguruan tinggi sehingga meningkatkan IPM. Ia mengungkapkan, Kota Depok tidak memiliki mega proyek selama 15 tahun kepemimpinan PKS. Namun, ia memiliki ide bagaimana memiliki manusia unggulan dengan pemikiran luar biasa. “Depok bisa punya pemasukan baru, bisa saja investasi. Membangun infrastruktur berpikir jadi mega proyek pemikiran yaitu pemerintah memiliki pola pikir enterpreneur,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden: Ekonomi digital juga harus ciptakan lapangan kerja
Kamis, 27 Februari 2020 - 15:39 WIB
Presiden Joko Widodo mengingatkan jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar maupun hanya jadi peno...
Berpredikat memuaskan, Arsip Kota Bandung raih penghargaan
Kamis, 27 Februari 2020 - 15:19 WIB
Pemerintah Kota Kota Bandung meraih Penghargaan Penerapan Pengawasan Kearsipan hasil penilaian Arsip...
Presiden: Indonesia harus terdepan dalam kemajuan ekonomi digital 
Kamis, 27 Februari 2020 - 15:09 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dalam kemajuan ekonomi digi...
Kunjungi Magelang, Pemkab Blitar `belajar` penyusunan RPJMB
Kamis, 27 Februari 2020 - 13:55 WIB
Dinilai berhasil menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkot Blitar Jatim ...
Pemkab Magelang terima hasil evaluasi akuntabilitas kinerja
Kamis, 27 Februari 2020 - 13:46 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah baru saja menerima hasil evaluasi akuntabilitas ...
Evakuasi ABK Diamond Princess, dua WNI pilih tetap di Jepang
Kamis, 27 Februari 2020 - 13:09 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, sebanyak dua warga negara Indonesia (WNI) yang...
Presiden Jokowi hargai sikap Arab Saudi soal kebijakan umrah
Kamis, 27 Februari 2020 - 12:56 WIB
Presiden Joko Widodo menghargai keputusan pemerintah Arab Saudi untuk menangguhkan sementara pelayan...
Investasi di Ibu Kota baru terbuka bagi semua investor, ini alasannya
Kamis, 27 Februari 2020 - 12:32 WIB
Pemerintah membuka peluang investasi untuk Ibu Kota baru kepada semua investor sesuai dengan bentuk ...
Menteri Basuki paparkan soal penanganan banjir
Kamis, 27 Februari 2020 - 12:20 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan, penanganan ban...
Erick Thohir: `BUMN` milik negara, bukan milik nenek lu!
Kamis, 27 Februari 2020 - 11:28 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengingatkan bahwa jajaran pejabat BUMN hanya ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)