Ahli toksikologi sebut ular langka banyak hidup di Pulau Flores
Elshinta
Rabu, 22 Januari 2020 - 13:37 WIB |
Ahli toksikologi sebut ular langka banyak hidup di Pulau Flores
Dokter Tri Maharani. Sumber Foto: https://bit.ly/36mv8A8

Elshinta.com - Ahli toksikologi dari dari Rumah Sakit Daha Husada Kediri Jawa Timur, dr. Tri Maharani mengatakan ular langka atau jenis ular daboia ruselli simanensis, banyak hidup di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jenis ular ini memang langka karena di Indonesia hanya ada di beberapa tempat, termasuk di Pulau Flores," kata dokter Tri Maharani, Kepala IGD Rumah Sakit Daha Husada Kediri Jawa Timur, dr. Tri Mahara, di Kupang, Rabu (22/1).

Dia mengemukakan hal itu, dalam wawancara dengan Antara setelah sukses menyelamatkan korban gigitan ular sangat berbisa di Lembata dan menjadi kasus hidup pertama di Indonesia.

Berdasarkan buku Smith 1917, karya Eastern Russell's Viper menyebutkan wilayah-wilayah yang menjadi tempat hidup jenis ular sangat berbisa di Pulau Flores adalah Komodo (Loh Liang, Komodo, Loh Lavi, Long Liang Mount Puaki) dan Pulau Rinca (unspecified locality).

Selain terdapat di Flores (Bajawa, Danga, Ende Bay, Mbai Labuan Bajo Mbomba, Nangaroro, Ndao Riung) dan Ende.

Jenis ular sangat berbisa ini juga hidup di Pulau Solor dan Adonara, kata Tri Maharani mengutip buku Smith 1917. "Karena itu, dengan adanya kasus gigitan di Lembata, maka pemerintah perlu memiliki antibisa ular langka ini karena jenis ular ini sangat ganas tioxinnya," katanya, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kabupaten Bogor 2020 diperkirakan berpenduduk terbanyak di Indonesia
Senin, 17 Februari 2020 - 09:47 WIB
Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 2020 diperkirakan sebagai daerah dengan penduduk terbanyak di Indon...
Cegah COVID-19, PMI Papua sebar ribuan masker pada warga
Senin, 17 Februari 2020 - 08:47 WIB
Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua menyebarkan ribuan masker dan brosur pendidi...
Kapolsek Margahayu pimpin langsung evakuasi penemuan mayat bocah di pinggir sungai
Senin, 17 Februari 2020 - 07:56 WIB
Pihak Kepolisian Sektor Margahayu menerima laporan dari masyarakat bahwa pada Minggu (16/2), sekira ...
SPBU digital efektif dimulai pada Juni 2020
Senin, 17 Februari 2020 - 06:58 WIB
Pemasangan digitalisasi nozzle pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan efektif pada Juni...
Massa mantan GAM gagalkan Muswil Partai Aceh di Aceh Barat
Senin, 17 Februari 2020 - 06:29 WIB
Massa dari kalangan anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) atau mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (G...
Wakil Ketua MPR sebut ada tiga fraksi belum setujui amandemen UUD
Minggu, 16 Februari 2020 - 17:58 WIB
Wakil Ketua MPR RI Syarif Hasan menyebut bahwa hingga saat ini masih terdapat tiga fraksi yang belum...
Satgas Yonif RK 136/TS bangun lapangan bola voli di perbatasan Porto-Haria
Minggu, 16 Februari 2020 - 17:16 WIB
Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti (Yonif RK 136/TS) yang tergabung d...
PBI Lumajang lepasliarkan puluhan burung endemik di Semeru
Minggu, 16 Februari 2020 - 16:44 WIB
Pelestari Burung Indonesia (PBI) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, turut menyeimbangkan ekosistem di l...
Peran KPI Sumut diharapkan benar-benar dirasakan
Minggu, 16 Februari 2020 - 16:30 WIB
Peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumatera Utara mendatang diharapkan benar-benar dapat dirasak...
Said Iqbal: Omnibus Law RUU Cipta Kerja hilangkan pesangon
Minggu, 16 Februari 2020 - 15:58 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan Omnibus Law Rancangan Un...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)