Yogyakarta perkuat peran guru cegah perundungan di sekolah
Elshinta
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:38 WIB |
Yogyakarta perkuat peran guru cegah perundungan di sekolah
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2upCDso

Elshinta.com - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan memperkuat peran guru di sekolah, tidak hanya guru bimbingan konseling tetapi juga wali kelas dan seluruh guru untuk melakukan berbagai upaya pencegahan tindak perundungan yang rentan muncul di lingkungan sekolah.

“Sejauh ini, kami memang tidak menerima laporan tindak perundungan di lingkungan sekolah di Kota Yogyakarta. Tetapi, antisipasi terus dilakukan. Jangan sampai kasus perundungan muncul apalagi sampai ada korban,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori di Yogyakarta, Rabu (22/1).

Menurut dia, tindak perundungan yang berpotensi terjadi di sekolah biasanya dipicu oleh berbagai hal yang dinilai sepele, seperti saling mengejek antarsiswa yang kemudian berujung pada tindak perisakan (mengganggu), bahkan hingga tindak kekerasan fisik dan tidak hanya verbal.

Oleh karena itu, kata dia, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah melalui penguatan pendidikan karakter di sekolah sehingga memunculkan nilai-nilai saling menghargai antarsiswa. “Selain kasus perundungan, kami juga melakukan upaya pencegahan ‘klithih’. Pengawasan dari guru dan keluarga menjadi sangat penting untuk upaya pencegahan,” kata Budi Asrori, dihimpun Antara.

Klithih adalah tindak kekerasan yang mengarah pada tindakan kriminal yang dilakukan oleh anak usia sekolah, bahkan tidak jarang kasus tersebut memakan korban bahkan hingga korban meninggal dunia.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X bahkan berencana menyusun peraturan gubernur (pergub) untuk upaya pencegahan klithih melalui pengawasan terhadap anak yang melibatkan orang tua sehingga terwujud hubungan yang harmonis di dalam keluarga. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bermasalah, penyederhanaan kurikulum dinilai belum jadi solusi
Jumat, 25 September 2020 - 20:37 WIB
Penyederhanaan Kurikulum dinilai sebagai hal yang tergesa-gesa dan tidak urgen sama sekali, seharusn...
Nadiem sederhanakan persyaratan bantuan kuota internet
Jumat, 25 September 2020 - 14:44 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya menyederhanak...
Bantuan kuota internet tahap satu Kemendikbud disalurkan
Kamis, 24 September 2020 - 21:38 WIB
Bantuan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu pembelajar...
Perpustakaan keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa sambangi Kampung Sota 2
Rabu, 23 September 2020 - 15:47 WIB
Sebagai wujud komitmen dalam membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, perpustakaan kelili...
Cek informasi bantuan kuota data internet disini
Rabu, 23 September 2020 - 15:06 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembe...
Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Rabu, 23 September 2020 - 14:14 WIB
Dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi S1 Pendidikan Sejarah FIS UNJ bersama MGMP S...
Mendikbud: Paud kunci pembangunan SDM sepanjang hayat
Rabu, 23 September 2020 - 12:37 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan pendidikan anak usi...
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa turut membantu mengajar anak sekolah di gereja
Senin, 21 September 2020 - 16:35 WIB
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, bahwa dalam ke...
Nadiem tegaskan penyederhanaan kurikulum belum dilakukan hingga 2022
Minggu, 20 September 2020 - 20:29 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikul...
Universitas Ma Chung lakukan wisuda online di masa pandemi COVID-19
Minggu, 20 September 2020 - 18:39 WIB
Sekitar 208 orang mahasiswa Universitas Ma Chung ikuti wisuda secara daring, Minggu (20/9).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV