Kasultanan Karaton Pajang bukan bagian situs Jaka Tingkir
Elshinta
Selasa, 21 Januari 2020 - 20:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kasultanan Karaton Pajang bukan bagian situs Jaka Tingkir
Kasultanan Karaton Pajang bukan bagian situs Jaka Tingkir. Foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Pengelola petilasan Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya memastikan tidak memiliki keterkaitan dengan keberadaan Yayasan Kasultanan Karaton Pajang di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya sendiri merupakan pendiri Kerajaan Padjang pada abad ke 15. Salah satu petilasan atau tempat yang pernah ditinggali berada di Makamhaji dimana kasultanan baru Karaton Pajang yang dikelola yayasan berada saat ini.

Pengelola situs atau petilasan Jaka Tingkir, R Dimas Katja mengatakan, petilasan Jaka Tingkir atau Kasultanan Padjang dan Kasultanan Karaton Pajang yang ada saat ini adalah dua hal yang berbeda dan tidak saling berkait. Situs telah ada dan dirawat dengan baik oleh keturunan Kasunanan Surakarta sejak 1993. Namun pengelolaan jelas berbeda karena Kerajaan Pajang dikelola oleh yayasan. Bahkan raja yang dinobatkan Keraton Pajang ini juga tidak memiliki silsilah garis keturunan Jaka Tingkir. "Sesuai sejarah, Kasultanan Padjang berdiri dan berakhir hanya masa pemerintahan Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Keraton yang ada saat ini benar benar baru dan tidak ada kaitannya dengan Kasultanan Padjang masa lalu," paparnya.

Situs yang dijaga, lanjut dia, murni untuk melestarikan budaya dan mengangkat bukti bukti sejarah yang pernah terjadi di Padjang pada waktu lampau. Menjaga peninggalan baik benda seperti sisa sisa perahu kayu, lingga, yoni, batu prasasti dan peninggalan tak benda berupa budaya dan adat istiadat. Peninggalan tak benda masih dilaksanakan hingga saat ini seperti menggelar kirab, peringatan pergantian tahun baru Islam dan wilujengan jumenengan. "Kami menjaga budaya yang menjadikan Keraton Padjang besar pada masanya," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (21/1). 

Menurut dia, keberadaan kasultanan baru yang berada tepat disamping petilasan berpotensi mengaburkan sejarah. Karena silsilah yang tidak jelas dan kegiatan hanya mendompleng agenda budaya yang masih dilestarikan pengelola situs. Kasultanan baru ini juga menggunakan benda peninggalan dari situs yang diakui sebagai miliknya dengan tujuan mendapatkan pengakuan. "Tujuan yayasan sudah jelas, mendapatkan dana bantuan untuk kepentingannya," ujarnya.

Jadi, Dimas menolak keras apabila situs Kasultanan Padjang dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan. Kasultanan Karaton Pajang yang baru menyatakan berdiri bukan bagian dari situs peninggalan Jaka Tingkir atau Kasultanan Padjang masa lampau. "Kami merawat situs secara mandiri dan belum pernah ada bantuan pemeliharaan dari instansi manapun," katanya.

Dilain pihak, dia berharap Pemerintah Kabupaten Sukoharjo lebih peduli untuk mengembangan potensi budaya yang ada di wilayahnya. Mengingat ada nilai nilai sejarah dalam setiap situs atau peninggalan dan butuh dirawat serta dilestarikan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wamendes Budi Arie puji kerukunan warga desa transmigran di Mamasa
Jumat, 21 Februari 2020 - 15:15 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiad...
 Keakuratan data modal utama media siber saat ini
Kamis, 20 Februari 2020 - 10:55 WIB
Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke cyber space tak bisa dibendung.
Tekan pemborosan, jamaah haji 2020 akan dibekali kartu debit
Rabu, 19 Februari 2020 - 10:56 WIB
Untuk menghindari pemborosan saat menjalani ibadah haji, jamaah haji nantinya akan dibekali kartu de...
Menteri Bintang geram maraknya eksploitasi dan perdagangan anak
Senin, 17 Februari 2020 - 20:45 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga geram dan prihatin ter...
NU dan Indomaret lepas mobil DAHAR menuju Sulteng
Senin, 17 Februari 2020 - 20:07 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PT. Indomarco Prismatama melepas mobil Dapur Halal Berjala...
133 peserta ikuti seleksi calon petugas Haji 2020
Kamis, 13 Februari 2020 - 11:08 WIB
Sebanyak 133 peserta dari lingkungan Kementerian Agama se-Sumut dan ormas Islam mengikuti seleksi ta...
Kemenag cabut moratorium izin penyelenggara umrah
Kamis, 13 Februari 2020 - 08:58 WIB
Kementerian Agama telah mencabut moratorium pemberian izin baru bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah...
Menag tunjuk Aloma Sarumaha sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik
Selasa, 11 Februari 2020 - 21:36 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi hari ini menunjuk Aloma Sarumaha sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bim...
Katedral sambut baik rencana pembangunan terowongan silaturahmi
Senin, 10 Februari 2020 - 20:54 WIB
Gereja Katedral Jakarta menyambut baik rencana pembangunan Terowongan Silahturahmi yang disampaikan ...
Presiden sebut renovasi Masjid Istiqlal selesai sebelum Ramadan
Jumat, 07 Februari 2020 - 15:26 WIB
Renovasi Masjid Istiqlal telah dimulai sejak tahun lalu. Presiden Joko Widodo menyampaikan, renovasi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)