Terus dikebut, penyelesaian pembangunan SMPN 25 Depok
Elshinta
Selasa, 21 Januari 2020 - 17:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Terus dikebut, penyelesaian pembangunan SMPN 25 Depok
Terus dikebut, penyelesaian pembangunan SMPN 25 Depok. Foto: Hendrik Raseukiy/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejumlah guru dan murid SMP Negeri 25 Kota Depok, Jawa Barat tampak bergotong-royong di bangunan sekolah baru di Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan. Sudah masuk masa belajar menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian nasional Gedung SMP Negeri 25 Kota Depok ini belum dapat digunakan lantaran belum sempurna selesai. 

Dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy, Selasa (21/1). Selama ini, dalam dua tahun belakangan, kegiatan belajar mengajar SMP 25 ini menumpang di Gedung SD Negeri Kedaung Sawangan di Jalan Abdul Wahab pada siang hari setelah aktivitas SD usai. Diharapkan, pada awal Januari 2020 gedung baru sudah dapat digunakan. Namun kenyataannya, Desember 2019 akhir masa kontrak bangunan bernilai Rp14 miliar lebih ini belum selesai. 

"Senang sih Pak, sekolah kami sudah ada yang baru. Tapi belum kelar banget ya. Ini kita-kita datang bantuin guru tata barang yang sudah bisa dibawa dikit-dikit. Pagi kita kemari. Kan, sekolahnya di tempat lama nanti siang," ujar Nabila, bersama dua temannya yang lain, Nella dan Keyla, siswi kelas IX.

Disebutkan Kepala SMPN 25 Henhen Hendra, para guru dan murid datang untuk membersihkan dan merapikan ruangan kantor sekolah. Pantauan, perlengkapan kantor pun sudah didatangkan. Sejumlah pekerja menurunkan meja dan kursi dari mobil gerobak. 

"Untuk ruang kelas di lokasi ini 24 ruang untuk kelas belajar dari kelas 7, 8, dan 9. Selain itu sarana ruang lain untuk perpustakaan, laboratorium IPA, Bahasa, dan dua komputer. Ini ada murid yang datang ikut bantu secara sukarela bersih-bersih. Kan, di sekolah yang di SDN Kedaung di sana itu belajarnya siang," ujar Henhen Hendra. 

Dijelaskannya, diusahakan, pada awal Maret 2020 ini sudah dapat digunakan untuk mengejar ujian nasional pada bulan April nanti. 

"UN pada pertengahan April. Untuk murid  kelas IX ada 319. Jumlah murid keseluruhan berjumlah 630-an orang," sebutnya. 

Pantauan di lokasi, gedung sekolah berlantai tiga ini sudah tampak megah bentuk huruf U berdiri di antara perumahan. Masih tampak para pekerja bangunan menyelesaikan pekerjaannya. Tampak di lantai tiga, ruangan belum selesai. Dinding belum diplester dan langit-langit belum selesai. Rangka atap masih kelihatan. 

Di luar, turap untuk sekeliling lokasi sekolah ini masih dikerjakan. Ada bagian sebagian turap bagian belakang sekolah yang sudah longsor. Selain itu, perlu juga dibngun turap di parit yang melintasi di depan halaman sekolah. Tentu saja Dinas Tata dan Permukiman (Tarkim) mendesak untuk menyelesaikan gedung sekolah harapan masyarakat ini. 

Kepala Bidang Pembangunan Disrumkim Kota Depok Suwandi menanggapi, secara volume bangunan SMPN 25 ini sudah dapat digunakan walau ada sebagian yang belum selesai. Maka kontraktornya diperintahkan untuk menyelesaikannya. Peraturan yang berlaku yang baru tidak ada tindakan pemberhentian pekerjaan walau belum selesai. 

"Saat ini memakai azas kemanfaatan. Tidak ada cut off sebab, akan mengganggu sarana pelayanan publik bila dihentikan ketika proyek belum selesai dikerjakan. Sayang, apalagi seperti gedung sekolah. Kontraktornya harus menyelesaikannya. Setelah akhir Desember 2019 kemarin, maka akan ada denda per hari seperseribu dari nilai proyek. Pastilah kontraktor kan cepat menyelesaikan sebab kalau tidak, lumayan juga dendanya," ujar Suwandi. 

Lanjutnya, ada beberapa bagian yang masih ada pembenahan, pembersihan dan finalisasi bangunan. Terlambatnya penyelesaian lantaran ada beberapa bagian pembangunan yang diaddendum RAB-nya dari perhitungan di awal seperti rangka tiang baja bangunan yang dinilai kecil oleh kontraktornya. Hal ini menahan sedikit waktu mulai pekerjaan. 

"Kan, mareka yang faham betul soal konstruksi bangunan. Selagi perencanaan oleh manusia saya yakin ada kekurangannya, kemudian, ketika dikerjakan oleh kontraktor ketika dihitung ulang, pasti ada selisih. Sedangkan Pemkot Depok membayar pekerjaan kontraktor sesuai dengan volume yang sudah dikerjakan sesuai perhitungan," jelas Suwandi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
SPP pakai Gopay, Legislatif saran kebijakan dikaji dulu
Kamis, 20 Februari 2020 - 15:05 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) mela...
Program Pintar diminati sekolah di Kabupaten Batu Bara
Kamis, 20 Februari 2020 - 09:16 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Ilyas Sitorus mengatakan, antusias sekolah untuk mengik...
Peduli pendidikan di Papua, Satgas Yonif MR 411 Kostrad terima bantuan mobil pintar
Rabu, 19 Februari 2020 - 19:28 WIB
Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw)  Kostrad men...
Kemendikbud: Penerima KIP otomatis dapat KIP Kuliah
Rabu, 19 Februari 2020 - 17:46 WIB
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (K...
Prajurit TNI bantu mengajar siswa SD di Mamberamo Raya Papua 
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:06 WIB
Prajurit TNI dari Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 754/ENK membantu kegiatan belajar m...
 Prajurit TNI latih kedisiplinan anak-anak Kampung Trimuris, Papua
Rabu, 19 Februari 2020 - 06:45 WIB
Manfaatkan waktu akhir pekan di daerah penugasan, Prajurit Satgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad memberi...
Kapolresta Bandung sambangi TK Kemala Bhayangkari
Selasa, 18 Februari 2020 - 19:58 WIB
Kapolresta Bandung, Jawa Barat, sambangi TK Kemala Bhayangkari, Kecamtan Cicalengka, Kabupaten Bandu...
UM Palangkaraya beri beasiswa mahasiswa hafal lima juz Al Quran
Selasa, 18 Februari 2020 - 17:44 WIB
Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya akan memberikan beasiswa berupa kuliah gratis selama dela...
Awal 2020, Universitas Negeri Malang kembali kukuhkan dua guru besarnya
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:28 WIB
Universitas negeri Malang (UM) kembali mengukuhkan dua guru besarnya. Dua orang guru besar ini masin...
Siswa Latja Diktuk Ba Polri SPN Polda Jabar ikuti pelatihan TPTKP
Senin, 17 Februari 2020 - 18:58 WIB
Waka Polres Majalengka Kompol Hidayatullah memberikan materi pelatihan penanganan pertama tempat kej...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)