Beromset ratusan juta rupiah, pengoplos LPG bersubsidi ditangkap petugas
Elshinta
Senin, 20 Januari 2020 - 20:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Beromset ratusan juta rupiah, pengoplos LPG bersubsidi ditangkap petugas
Beromset ratusan juta rupiah, pengoplos LPG bersubsidi ditangkap petugas. Foto: Eka Susanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang warga Dusun Kebonsari, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berinisial IA (39), ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Pemalang bersama rekannya saat mengoplos gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke non subsidi 12 kilogram. 

Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari laporan warga yang resah dengan adanya bau gas yang menyengat dari rumah tersangka IA.

Setelah diselidiki oleh petugas, ternyata tersangka IA bersama dengan rekannya berinisial MKK, 24 tahun, melakukan pengoplosan gas elpiji bersubsidi.

“Kami mengamankan kedua tersangka saat sedang melakukan aksinya di rumah tersangka IA. Rumah tersebut merupakan pangkalan gas elpiji yang sekaligus digunakannya sebagai tempat pengoplosan,” ungkap Kapolres, Senin (20/1).

Selain mengamankan tersangka, petugas kepolisian juga menyita barang bukti sebanyak 87 tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram dan 190 tabung gas non subsidi 12 kilogram.

Kata Kapolres, dalam melancarkan aksinya, tersangka IA memberitahukan kepada tersangka MKK, tentang proses pemindahan isi tabung gas bersubsidi elpiji 3 kilogram ke dalam tabung gas kosong non subsidi 12 kg.

“Setiap harinya, tersangka MKK berhasil memindahkan isi dari 60 tabung gas elpiji 3 kilogram ke dalam 15 tabung gas kosong 12 kilogram. Sisanya, 40 tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram dijual kepada konsumen tanpa dioplos,” imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eka Susanti.

Kapolres menjelaskan setiap harinya tersangka menyediakan 100 tabung gas elpiji 3 kilogram untuk dipindahkan isinya ke tabung gas kosong non subsidi 12 kilogram. Dengan perbandingan pengisian, empat tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram dipindahkan ke dalam satu tabung gas elpigi 12 kilogram.

“Tersangka menjual tabung gas elpiji 12 kilogram dengan cara mengantar langsung kepada pembeli dengan menggunakan mobil pick up miliknya,” jelasnya.

Tersangka IA mengaku, dirinya membeli isi tabung gas elpiji 3 kilogram dari agen PT Sinar Harapan Sejati dengan harga Rp 14.250, lalu menjualnya kembali dalam tabung gas 12 kilogram dengan harga Rp 125.000.

“Setiap harinya IA menjual 15 tabung gas 12 kilogram, sehingga keuntungan yang diraup setiap harinya sebesar Rp 705.000,” ungkapnya.

Kapolres mengungkapkan, selama kurang lebih hampir setahun melakukan aksinya, pelaku telah meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 55 Jo Pasal 53 Huruf a, b dan d Jo Pasal 23 (2) huruf a, b dan d serta UU RI nomo 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan atau pasal 32 (2) Jo Pasal 30 UU RI Nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 6 tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Bea Cukai Kudus kembali gagalkan distribusi 533 batang rokok ilegal
Rabu, 15 Juli 2020 - 21:27 WIB
Disusul kemudian berhasil mengagalkan pengiriman rokok ilegal sebanyak 533 ribu batang. Penindakan k...
 Dengan iming-iming uang `Predator` anak ini lakukan aksinya
Rabu, 15 Juli 2020 - 21:11 WIB
Polres Subang, Jawa Barat berhasil mengungkap pelaku kejahatan seksual anak di bawah umur yang berin...
TNI AL Bandara Juanda gagalkan penyelundupan benur lobster ilegal
Rabu, 15 Juli 2020 - 19:57 WIB
Tim Gabungan Satgaspam TNI AL Bandara Juanda bersama Tim Avsec Angkasa Pura I Juanda Surabaya di Sid...
 Bea Cukai Kudus gagalkan pengiriman rokok ilegal senilai Rp3 milyar
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:36 WIB
Bea Cukai Kudus kembali tunjukkan prestasi gemilang. Tim Pengawasan Bea Cukai Kudus melakukan penega...
Kronologis meninggalnya predator 305 anak asal Prancis 
Selasa, 14 Juli 2020 - 06:40 WIB
Pelaku warga negara Prancis yang menyetubuhi 305 anak baru gede (ABG) meninggal di Rumah Sakit Polri...
Baru keluar penjara, 2 residivis ini kembali masuk bui setelah lakukan penganiayaan  
Senin, 13 Juli 2020 - 21:11 WIB
Kedua tersangka ini melakukan penganiayaan terhadap 2 anak dibawah umur yakni korban berinisial DH (...
Polisi tembak mati 2 pelaku pembobol rumah mewah di Surabaya
Senin, 13 Juli 2020 - 20:25 WIB
Dua dari lima komplotan perampokan ditembak mati oleh petugas kepolisian Polrestabes Surabaya, Mingg...
Melawan saat ditangkap, Densus 88 tembak terduga teroris Sukoharjo
Minggu, 12 Juli 2020 - 16:29 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan terduga teroris MJI alias IA (22) d...
PWI Kaltara kutuk tindakan pembunuhan editor Metro TV
Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:39 WIB
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara mengutuk pembunuhan editor Metro TV Yodi Prabowo...
Polisi pastikan editor Metro TV tewas dibunuh
Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:16 WIB
Polisi memastikan editor Metro TV Yodi Prabowo tewas dibunuh berdasarkan petunjuk kejadian berupa lu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV