Perhatikan tanda anak Anda alami stres
Elshinta
Minggu, 19 Januari 2020 - 15:49 WIB |
Perhatikan tanda anak Anda alami stres
Sumber Foto: https://bit.ly/3ar0fNR

Elshinta.com - Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres. Hanya saja, seringkali stres ini tak dikenali, menurut Carrie Bashoff Spindel, asisten profesor psikiatri klinis anak dan remaja di NYU Langone Medical Center, New York.

"Stres dan kecemasan pada anak-anak sering tidak dikenali karena itu adalah gangguan yang tenang. Anak-anak mengalaminya (stres) - mereka tidak menunjukkannya, jadi tidak diperhatikan karena mereka tidak mengganggu," tutur dia.

Sebenarnya, ada sejumlah tanda yang bisa Anda perhatikan saat anak mengalami stres, yakni: mudah marah atau murung, ada perubahan perilaku di sekolah termasuk prestasi mereka, menjauhkan diri dari teman, tidak berpartisipasi dalam kegiatan yang biasa dia nikmati.

Selain itu, ada mengalami gejala yang tidak dapat dijelaskan, seperti sering sakit perut atau sakit kepala, tidur jauh lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya dan makan lebih banyak atau sedikit dari biasanya.

“Semua orang mengalami stres dan kecemasan. Itu biasa, terutama di masa kecil. Tetapi apakah stres menyebabkan gangguan dalam kehidupan anak Anda? Apakah ini bertahan lama? ...," kata Spindel.

Tetapi jika stresnya signifikan dan sering terjadi, sebaiknya Anda segera mencari bantuan. Lalu, apa yang bisa orang tua lakukan untuk membantu anak hilangkan stres?

  1. Cara terbaik agar anak bertahan ialah tetap terhubung dengan mereka. Pastikan Anda punya waktu setiap hari menjauhkan diri dari ponsel dan perangkat Anda. Bicaralah dengan anak.
  2. Pastikan anak-anak Anda merasa nyaman di rumah, melakukan berbagai kegiatan seperti bermain, beristirahat, membaca, atau melakukan apa pun yang mereka sukai.
  3. Rumah adalah ruang yang seharusnya bisa menenangkan, menyenangkan dan bebas stres terutama untuk anak.
  4. Kepada anak, Anda bisa menamai stres itu dengan sebutan "tuan khawatir". Stres dapat membuat seorang anak merasa tubuh mereka tidak terkendali. Jelaskan kepada mereka ini adalah respons tubuh ketika sesuatu yang menakutkan terjadi.
  5. Ketika anak belajar mengenali tanda-tanda stres, mereka dapat melakukan hal-hal untuk menguranginya seperti teknis pernapasan dalam untuk memperlambat reaksi stres tubuh.
  6. Tetaplah melakukan aktivitas rutin, seperti makan nutrisi yang baik dan waktu tidur yang teratur.
  7. Tanyakan kepada dokter anak Anda untuk bimbingan atau rujukan untuk konseling jika stres anak Anda tampaknya terus-menerus dan berlebihan.
  8. Pastikan diri Anda terkontrol secara emosional sebelum Anda merawat anak-anak Anda. Ketika Anda meredakan stres Anda sendiri, Anda meningkatkan koneksi Anda ke anak-anak, demikian seperti dilansir Antara dari WebMD. 

(Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kembali ke kantor, cara bersihkan dan disinfeksi perangkat elektronik
Minggu, 31 Mei 2020 - 15:26 WIB
Setelah cukup lama memberlakukan bekerja dari rumah (WFH), sebagian perkantoran mulai meminta karyaw...
Puasa Syawal bagus untuk sistem cerna adaptasi usai Ramadan
Selasa, 26 Mei 2020 - 12:10 WIB
Melakukan puasa di bulan Syawal bisa menjadi solusi bagus untuk sistem pencernaan Anda menyesuaikan ...
Lebaran usai, ini tips sehat dari pakar gizi
Senin, 25 Mei 2020 - 13:11 WIB
Ramadan sudah usai dan hari begitu juga Lebaran yang artinya pola makan Anda kembali ke normal, term...
Orang tua perlu rutin ajak anak berdialog
Rabu, 13 Mei 2020 - 09:46 WIB
Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Wisnu Widjanarko mengatakan orang tua perlu...
Perusahaan bioteknologi ini luncurkan e-juice herbal dengan kandungan ekstrak rempah
Jumat, 08 Mei 2020 - 08:00 WIB
PT. PUF Sains Lab, perusahaan bioteknologi inovatif dari Indonesia meluncurkan PUFFpod CovHerbal, va...
Ahli gizi: Ikan kembung kaya akan omega 3 gantikan ikan salmon
Kamis, 07 Mei 2020 - 15:39 WIB
Pengurus Dewan Pusat Perwakilan Persatuan Ahli Gizi (DPP Persagi) Triyani Kresnawan mengatakan masya...
Pasca pandemi, co-living diprediksi akan jadi tren di masyarakat
Rabu, 06 Mei 2020 - 22:57 WIB
Pandemi COVID-19 memaksa jutaan orang untuk bekerja dari rumah, baik di Indonesia maupun penjuru dun...
Bukan di pintu kulkas, ini tempat terbaik menyimpan telur
Sabtu, 02 Mei 2020 - 15:14 WIB
Pada umumnya lemari pendingin menyediakan wadah untuk menyimpan telur di bagian pintu. Namun, bila A...
Di tengah pandemi, brand lokal ini tetap disambut anak milenial
Sabtu, 02 Mei 2020 - 08:00 WIB
Pandemi corona membuat sejumlah usaha terpaksa tutup dan membuat merugi para pelaku usaha. Namun hal...
Suhu AC yang pas supaya produktif saat WFH
Rabu, 29 April 2020 - 13:35 WIB
Menurut riset ilmiah yang dikumpulkan perusahaan pendingin Taqeef, suhu di dalam ruangan bisa memili...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV