Perusahaan pembuang limbah sungai di Sidoarjo bakal ditindak
Elshinta
Minggu, 19 Januari 2020 - 11:28 WIB |
Perusahaan pembuang limbah sungai di Sidoarjo bakal ditindak
Sumber Foto: https://bit.ly/2R302ZQ

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akan menindak tegas kepada perusahaan yang dengan sengaja membuang limbah mereka ke sungai hingga mengakibatkan buih busa di aliran Dam Sumput, Sidoarjo.

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Minggu (19/1) mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan tegas jika memang diketahui ada perusahaan yang sengaja membuang limbah mereka.

"Itu sudah murni masalah hukum. Untuk hari ini buih itu sudah tidak tampak lagi," katanya di sela meninjau Dam Sumput yang permukaan airnya sempat berbuih busa seperti salju.

Ia mengatakan, pihaknya bersama dengan instansi lainnya melakukan pengecekan kualitas baku air yang mengalir di wilayah tersebut. "Saat ini sedang dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui apakah ada kandungan limbah kimia yang mengakibatkan buih busa tersebut," katanya, seperti dikutip Antara.

Pada kesempatan yang sama, petugas Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, Fransiska mengatakan, begitu mengetahui adanya informasi tersebut pihaknya langsung melakukan uji kandungan air sesuai dengan peraturan yang ada.

"Ada sekitar 30 parameter yang diteliti dalam pemeriksaan ini. Kami membutuhkan waktu sekitar sepuluh sampai dengan 14 hari untuk mengetahui hasilnya," kata Nur Ahmad Syaifuddin.

Sebelumnya, sungai di Dam Sumput permukaan airnya mengeluarkan buih berwarna putih seperti salju. Buih busa sepanjang sekitar 1 kilometer itu menjadi tontonan warga sekitar. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Batan perketat pengelolaan limbah nuklir
Senin, 13 Juli 2020 - 16:47 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperketat pengelolaan limbah nuklir agar limbah tidak menyeba...
Pasca banjir, Polres Tanah Laut lakukan bakti sosial bersihkan tempat ibadah
Minggu, 12 Juli 2020 - 15:39 WIB
Puluhan personil Polri Polres Tanah Laut Polda Kalsel melaksanakan bakti sosial membersihkantempatib...
RW 16 Kelurahan Mekarjaya Depok bangun KRPL
Minggu, 12 Juli 2020 - 10:13 WIB
Inovasi warga di massa COVID-19 dari Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kementerian Pertani...
Sampah plastik banyak ditemukan di Kalimas Surabaya
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:38 WIB
Peneliti Mikroplastik Ecoton Surabaya menyebutkan, hampir semua sungai di Surabaya terdapat micropla...
 Aktif cegah alih fungsi lahan, produktivitas padi di Kabupaten Ngawi meningkat
Kamis, 09 Juli 2020 - 16:57 WIB
Pencegahan terhadap alih fungsi lahan ternyata berdampak positif pada produktivitas pertanian di sua...
LIPI sebut hutan bakau Indonesia dalam kondisi baik
Selasa, 30 Juni 2020 - 21:28 WIB
 Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) I Wayan Dharmawan ...
Ingat, kebijakan penggunaan KBRL berlaku mulai besok
Selasa, 30 Juni 2020 - 18:56 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta semakin menggencarkan sosialisasi dan edukasi penggunaan kan...
Limbah infeksius di Riau melonjak 500 persen akibat wabah COVID-19
Senin, 29 Juni 2020 - 11:58 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menyatakan terjadi lonjakan jumlah limbah ...
Warga diingatkan gunakan masker kain kurangi limbah medis
Kamis, 25 Juni 2020 - 10:32 WIB
Masyarakat yang biasa menggunakan masker sekali pakai diingatkan untuk beralih ke masker kain yang b...
Menteri KKP ajak nelayan turut jaga sumber daya laut nasional
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:49 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengajak nelayan untuk turut menjaga sumber daya l...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV