Meghan Markle banyak dapat pemberitaan jelek dibanding Kate Middleton
Elshinta
Minggu, 19 Januari 2020 - 11:17 WIB |
Meghan Markle banyak dapat pemberitaan jelek dibanding Kate Middleton
Sumber Foto: https://bit.ly/2NDZo2Q

Elshinta.com - Sebuah studi yang dilakukan oleh The Guardian pada ratusan artikel dari 14 koran di Inggris mengungkapkan bahwa Meghan Markle lebih banyak dapat pemberitaan jelek dibanding Kate Middleton.

Angkanya, 43 persen pemberitaan negatif, 20 persen positif dan 36 persen netral. Sementara Middleton hanya 8 persen mendapat pemberitaan buruk.

Artikel yang dianalisa The Guardian memiliki rentang publikasi sejak pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle pada Mei 2018 sampai pertengahan Januari 2019.

Analisis menunjukkan bahwa 72 persen dari sekitar 29.000 artikel tentang Markle pada tahun 2019 adalah negatif sementara hanya 31 persen dari 14.000 berita tentang Middleton yang kritis.

Markle menikmati bulan madu dengan liputan pers setelah pernikahan kerajaannya, tetapi banyak artikel dengan putaran negatif melampaui yang positif hanya beberapa bulan kemudian - pada Juli 2018, menurut analisis The Guardian.

Sebagian besar pemberitaan negatif terjadi tak lama setelah Markle melahirkan putranya Archie tahun lalu, ketika pasangan kerajaan meminta privasi. Dia menolak untuk wartawan menjepret foto-foto bayi yang baru lahir seperti tradisi kerajaan.

Surat kabar itu juga menemukan banyak artikel yang mengutip sumber-sumber yang menggambarkan Markle sebagai "terobsesi pada diri sendiri" dan publisitas.

Banyak artikel lain mengaitkan keluarga Markle dengan narkoba, mengutip klaim tentang keterlibatan keponakannya dengan narkoba dan kekerasan geng di kota asal ibunya, Cleveland.

Liputan negatif lainnya terjadi setelah pasangan itu menggunakan jet pribadi dan hubungan Markle yang memburuk dengan ayahnya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kematian corona di Prancis terus melonjak hingga capai 1.696
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:12 WIB
Otoritas kesehatan Prancis melaporkan 365 kematian baru akibat virus corona pada Kamis (26/3) sehing...
PHK massal akibat krisis corona bisa 25 juta orang di seluruh dunia
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:59 WIB
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat krisis virus corona bisa melebihi 25 juta orang di selu...
Venezuela: Tuduhan AS terhadap Maduro tunjukkan `keputusasaan`
Jumat, 27 Maret 2020 - 11:38 WIB
Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan bahwa tuduhan perdagangan narkoba oleh Amerik...
AS mendakwa Presiden Venezuela Maduro atas `terorisme narkoba`
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:58 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendakwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan belasan pejabat tingg...
Ketua IMF minta G20 gandakan kapasitas pembiayaan darurat
Jumat, 27 Maret 2020 - 08:29 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) untuk kembali...
Pandemi COVID-19, Pemimpin G-20 fokus selamatkan nyawa manusia
Jumat, 27 Maret 2020 - 07:50 WIB
Para pemimpin negara G-20 menyatakan fokus yang akan dilakukan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ada...
Raja Arab Saudi ajak negara G20 bersatu lawan virus corona
Jumat, 27 Maret 2020 - 07:24 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan kepada para pemimpin G20 untuk meningkatkan ...
Thailand catat 1.045 kasus COVID-19, karantina negara selama satu bulan
Kamis, 26 Maret 2020 - 15:55 WIB
Thailand melaporkan 111 infeksi baru COVID-19, sehingga jumlah total kasus di negara itu mencapai 1....
Kapal perang AS melintas di Selat Taiwan
Kamis, 26 Maret 2020 - 15:47 WIB
Kapal perang Amerika Serikat melintas di Selat Taiwan, Rabu (25/3), menyusul ketegangan antara