Ketua KPK yakin Harun Masiku kembali ke Indonesia
Elshinta
Sabtu, 18 Januari 2020 - 06:27 WIB |
Ketua KPK yakin Harun Masiku kembali ke Indonesia
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Sumber Foto: https://bit.ly/30tv1kS

Elshinta.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meyakini kader PDIP Harun Masiku (HAR), tersangka kasus suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, kembali ke Indonesia.

"Sebagaimana pengalaman selama ini, saya pernah menjadi Deputi Bidang Penindakan KPK 1 tahun 2 bulan 14 hari, ada yang kabur ke luar negeri itu pasti balik," kata Firli di gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/1).

Diketahui, Harun berdasarkan catatan Ditjen Imigrasi Kemenkumham telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin (6/1) melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB.

Terkait hal tersebut, ia pun memberikan alasan bahwa pelaku koruptor berbeda dengan pelaku tindak pidana lain. "Karena pelaku koruptor itu berbeda dengan pelaku pembunuhan yang siap tidur di hutan. Beda juga dengan pelaku teror tetapi kalau korupsi berapa uang yang ia bawa pasti akan kembali ke Indonesia," ucap Firli, seperti dikutip Antara.

Perihal keberadaan Harun, kata dia, KPK tetap melakukan pencarian dan berupaya menangkap yang bersangkutan.

"Sampai hari ini, penyidik tetap melakukan pencarian dan berupaya untuk melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka yang sampai hari ini melarikan diri, kita cari keberadaannya dan tadi saya sudah tanda tangani terkait permintaan bantuan pencarian dengan aparat penegak hukum," kata dia.

Selain itu, kata dia, KPK juga meminta bantuan melalui jalur-jalur diplomatik untuk mencari tersangka Harun.

"Kita meminta bantuan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia karena memang mereka punya jejaring, kita juga meminta bantuan dengan jalur-jalur diplomatik untuk mencari keberadaan tersangka yang kita cari," ujar Firli.

Untuk diketahui, KPK juga telah mengirimkan surat panggilan ke kediaman Harun di Kebayoran, Jakarta Selatan untuk diperiksa sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka terkait tindak pidana korupsi suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. 

Menurut KPK, sebagai penerima, yakni komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Sedangkan sebagai pemberi Harun Masiku dan Saeful (SAE) dari unsur swasta.

Diketahui, Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu menerima Rp600 juta. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indag Jabar jemput bola dukungan anggaran ke pusat
Senin, 24 Februari 2020 - 19:24 WIB
Menanggapi perintah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) d...
Menlu Retno pimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Dewan HAM PBB
Senin, 24 Februari 2020 - 19:09 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tiba di Jenewa, Swiss, Senin (24/2), untuk menghadiri Pertemuan Ti...
Pejabat: Tol Pejagan-Cilacap bakal terhubung dengan Bandara Soedirman
Senin, 24 Februari 2020 - 18:37 WIB
Jalan Tol Pejagan-Cilacap yang segera dibangun oleh pemerintah bakal terhubung dengan Bandara Jender...
Pimpinan KPK respons survei Indo Barometer soal kepercayaan publik
Senin, 24 Februari 2020 - 17:55 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango merespons hasil survei Indo Baramote...
Kapolda Metro Jaya tegaskan tak ada api sebabkan asap di DPR
Senin, 24 Februari 2020 - 14:08 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana menegaskan tidak ada api ...