Ekonom ingatkan Rupiah jangan dibiarkan menguat terlalu cepat 
Elshinta
Jumat, 17 Januari 2020 - 17:16 WIB |
Ekonom ingatkan Rupiah jangan dibiarkan menguat terlalu cepat 
Rupiah dan Dolar. Foto: Redaksi/Elshinta.

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus berada dalam tren penguatan, jangan dibiarkan terapresiasi terlalu cepat dan berlebihan karena akan membuat komoditas ekspor Indonesia di pasar internasional menjadi lebih mahal, kata ekonom lembaga kajian Indef.

Hal itu juga seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Kamis (16/1) kemarin.

Peneliti lembaga kajian Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira di Jakarta, Jumat, mengatakan penguatan Rupiah yang terlalu cepat dan berlebihan bisa membuat pelaku usaha tidak nyaman karena harus melakukan penyesuaian belanja di perencanaan bisnis 2020.

Di satu sisi, Bhima mengatakan, penguatan Rupiah yang terlalu cepat perlu diperhatikan apakah masih sesuai fundamental ekonomi domestik.

"Karena jika tidak, akan mudah melemah kembali," ujarnya mengutip Antara.

Bhima mengatakan di 2020, ketidakpastian ekonomi global masih tinggi. Pemerintah dan BI perlu menjaga agar pergerakkan nilai tukar mata uang selalu berada dalam koridor fundamental perekonomian domestik.

Dikonfirmasi mengenai penguatan kurs rupiah, pada Kamis (16/1) Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan tren penguatan rupiah yang terus terjadi di awal tahun masih sesuai dengan fundamental perekonomian domestik, dan bergerak sejalan mekanisme pasar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Erick Thohir minta DPR RI memberikan kesempatan kepada Krakatau Steel
Kamis, 16 Juli 2020 - 06:58 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meminta kepada para anggota Komisi VI DPR RI untuk memberikan kesempatan k...
 BAZNAS laporkan pengelolaan zakat nasional di DPR
Rabu, 15 Juli 2020 - 20:11 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memaparkan laporan pengelolaan zakat nasional dalam Rapat Dengar ...
Peningkatan kapasitas giling tebu diharapkan dapat mendorong kesejahteraan petani
Rabu, 15 Juli 2020 - 18:36 WIB
PTPN XI yang melakukan revitalisasi Pabrik Gula (PG) Djatiroto Lumajang Provinsi Jawa Timur di harap...
Rabu sore, rupiah ditutup melemah 0,95% ke Rp14.588 per dolar AS
Rabu, 15 Juli 2020 - 18:11 WIB
Rupiah di pasar spot benar-benar tak bertenaga. Rabu (15/7), rupiah spot ditutup di level Rp 14.588 ...
Akhir perdagangan Rabu sore, IHSG melemah 0,07% ke 5.075 
Rabu, 15 Juli 2020 - 17:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,32 poin atau 0,07% ke 5.075,79 pada akhir perda...
Ekonom sebut perbankan lebih kuat dan matang hadapi pandemi Covid-19
Rabu, 15 Juli 2020 - 16:11 WIB
Dibandingkan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998, 2008, perbankan Indonesia saat ini lebih kuat da...
KKP dorong penyerapan anggaran bantu pemulihan ekonomi nasional
Rabu, 15 Juli 2020 - 10:21 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong percepatan penyerapan anggaran dalam rangka memba...
IHSG berpotensi naik ikuti pergerakan bursa global
Rabu, 15 Juli 2020 - 09:59 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu berpotensi naik mengikuti pe...
Rupiah ditutup melemah 0,17% ke Rp14.450 per dolar AS pada perdagangan hari ini
Selasa, 14 Juli 2020 - 18:11 WIB
Rupiah di pasar spot tak sanggup kembali ke zona hijau. Selasa (14/7) rupiah spot akhirnya ditutup m...
Akhir perdagangan Selasa sore, IHSG naik 0,29% ke 5.079 
Selasa, 14 Juli 2020 - 17:55 WIB
 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh zona merah tadi pagi akhirnya berakhir me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV