Yenny Wahid sebut soal Keraton Agung Sejagat fenomena `halu`
Elshinta
Jumat, 17 Januari 2020 - 08:22 WIB |
Yenny Wahid sebut soal Keraton Agung Sejagat fenomena `halu`
Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid. Sumber foto: https://bit.ly/36ZlhRS

Elshinta.com - Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menyebut munculnya Keraton Agung Sejagat yang mengklaim penerus Majapahit dan dipimpin Totok Santosa sebagai Raja di Purworejo, Jawa Tengah, merupakan fenomena halusinasi atau `halu` yang merebak di masyarakat.

"Sekarang kan banyak orang yang 'halu' (berhalusinasi). Ya kalau menganggap dirinya raja. Kita punya (bisa) apa?," kata Yenny saat ditanya mengenai munculnya klaim pendirian Keraton Agung Sejagat, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (16/1).

Menghadapi fenomena semacam itu, kata pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh itu, masyarakat setidaknya memiliki dua pilihan, yakni mempercayainya atau membiarkannya.

Namun, diakuinya, tidak sedikit masyarakat yang kemudian percaya dengan klaim Totok atas kerajaan yang dipimpinnya dan bersedia menjadi pengikutnya.

Bagi mereka yang terpengaruh dengan fenomena itu, kata dia, bisa diajak bicara dan dibina secara baik-baik, tetapi jangan kemudian disikapi secara berlebihan.

"Dibina saja, ditanya baik-baik, disentuh emosinya, ngapain kok ikut-ikutan begitu. 'Loh saya kalau pakai baju punggawa begini, saya kan gagah,' dia bilang begitu. Ya, itu kan persoalan lain," katanya, dikutip Antara

Menurut dia, banyak persoalan lain yang jauh lebih perlu mendapatkan perhatian persoalan-persoalan semacam itu.

Akan tetapi, Yenny mengatakan persoalannya menjadi lain apabila ada unsur penipuan yang dilakukan Totok terhadap pengikut-pengikutnya atau unsur pelanggaran hukum maka tepat jika dilakukan penangkapan

"Kalau penipuan beda lagi. Itu pelanggaran hukum. Itu boleh ditangkap. Tetapi kalau dakwaannya adalah karena dia pura-pura menjadi raja, itu tidak bisa jadi landasan untuk menangkap," katanya pula.

Sebelumnya, Totok mendeklarasikan sebagai Sinuhun yang memimpin Keraton Agung Sejagad, bersama Permaisuri Fanni Aminadia yang bergelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja. Mereka mengklaim memiliki pengikut sekitar 450 orang dan menggelar acara Wilujengan dan Kirab Budaya pada 10-12 Januari 2020 yang membuat keraton fiktif itu menghebohkan publik.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng menangkap Totok dan Fanni di sekitar Wates, Yogyakarta, atau di luar "keratonnya" di Purworejo, Jateng, dan menjadikannya tersangka penipuan.

Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, tersangka memiliki motif untuk menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya.

"Dengan simbol-simbol kerajaan, tawarkan harapan dengan ideologi, kehidupan akan berubah. Semua simbol itu palsu," katanya lagi.

Totok maupun Fanni bukanlah warga Purworejo, melainkan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta dan selama ini indekos di Yogyakarta.

Bahkan, Totok dan Fanni juga bukan pasangan suami-istri, sebab Fanni yang diakui Totok sebagai permaisuri ternyata hanya teman wanitanya.

Perbuatan tersangka, lanjut dia, telah menimbulkan keresahan terhadap masyarakat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo, sehingga kepolisian telah bertindak cepat dan tegas untuk mencegah terjadi korban yang lebih banyak. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
133 peserta ikuti seleksi calon petugas Haji 2020
Kamis, 13 Februari 2020 - 11:08 WIB
Sebanyak 133 peserta dari lingkungan Kementerian Agama se-Sumut dan ormas Islam mengikuti seleksi ta...
Kemenag cabut moratorium izin penyelenggara umrah
Kamis, 13 Februari 2020 - 08:58 WIB
Kementerian Agama telah mencabut moratorium pemberian izin baru bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah...
Menag tunjuk Aloma Sarumaha sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik
Selasa, 11 Februari 2020 - 21:36 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi hari ini menunjuk Aloma Sarumaha sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bim...
Katedral sambut baik rencana pembangunan terowongan silaturahmi
Senin, 10 Februari 2020 - 20:54 WIB
Gereja Katedral Jakarta menyambut baik rencana pembangunan Terowongan Silahturahmi yang disampaikan ...
Presiden sebut renovasi Masjid Istiqlal selesai sebelum Ramadan
Jumat, 07 Februari 2020 - 15:26 WIB
Renovasi Masjid Istiqlal telah dimulai sejak tahun lalu. Presiden Joko Widodo menyampaikan, renovasi...
Pemerintah diminta data ulang keberadaan keraton sebelum Indonesia merdeka
Kamis, 06 Februari 2020 - 20:56 WIB
GBPH Prabukusumo berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri untuk secepatnya melakuk...
Pemerintah masih kaji rencana pemulangan eks ISIS
Selasa, 04 Februari 2020 - 14:17 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih mengkaji kemungkinan memulangk...
Kenang sejarah 70 tahun, Rusia gelar pameran lukisan di Galery Indonesia
Selasa, 04 Februari 2020 - 08:39 WIB
Kedutaan Besar Rusia menggelar pameran lukisan di Galery Indonesia di Jakarta Pusat, untuk mempering...
Wapres Ma`ruf Amin melawat Gus Solah, kenang pengabdian pada agama dan negara
Senin, 03 Februari 2020 - 08:03 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin dengan didampingi istrinya, Wury Estu Handayani, Senin (3/2) pagi, melawa...
Sikap Gus Solah hargai perbedaan patut diteladani
Senin, 03 Februari 2020 - 07:28 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai sosok KH. Salahuddin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)