Polisi bongkar kasus penculikan dan penyekapan di Pulomas, begini `ceritanya`
Elshinta
Jumat, 17 Januari 2020 - 07:31 WIB |
Polisi bongkar kasus penculikan dan penyekapan di Pulomas, begini `ceritanya`
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. Sumber foto: https://bit.ly/2FX3dvJ

Elshinta.com - Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus penculikan dan penyekapan yang terjadi di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, terhadap seorang pria berinisial MS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Jakarta, Kamis (16/1), mengatakan peristiwa peculikan dan penganiayaan itu dipicu oleh masalah utang. MS diculik dan disekap karena menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja, yakni PT OHP, sebesar Rp21 juta pada bulan Desember 2019.

Terkait hal itu, pimpinan PT OHP yang berinisial A dan karyawannya yang berinisial AP, kemudian berkomunikasi dengan istri MS untuk menanyakan keberadaannya.

Korban kemudian bertemu dengan A dan AP di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada 7 Januari 2020. Saat itu korban bertemu untuk menyelesaikan permasalahan kantor.

"Namun AP malah memukul bagian pundak korban dan menyundut rokok ke wajah korban. Atas perintah A, korban dibawa ke kantor PT OHP di wilayah Pulomas, Jakarta Timur dan disekap selama satu minggu," kata Yusri di Polda Metro Jaya, seperti dikutip Antara

Dalam perjalanan menuju PT OHP, korban memohon kepada AP untuk diperbolehkan pulang namun tidak digubris.

Sesampainya di PT OHP korban disekap dan diawasi oleh AP, JCS, dan AJ. MS sama sekali tidak diperbolehkan keluar kantor oleh ketiga tersangka sebelum masalah utang MS dilunasi.

"Pada tanggal 10 Januari sekitar 2020 korban memohon kembali kepada AP untuk pulang, namun menurut keterangan AP tidak diperbolehkan oleh A," ujar Yusri.

Selama penyekapan korban mendapat perlakuan yang tidak baik dari oleh ketiga orang yang mengawasinya. Korban bahkan hanya diberi makan sehari sekali oleh para tersangka.

"Korban hanya diberi makan satu kali sehari, terkadang korban menitip temannya yang ada di kantor tersebut untuk membeli makan menggunakan uangnya sendiri," sambung Yusri.

Kemudian pada 13 Januari 2020 korban ditekan oleh A untuk membuat surat pernyataan. MS yang tidak punya pilihan terpaksa menyetujui pembuatan surat itu.

"Korban dipaksa membuat surat pernyataan di bawah tekanan A. KTP korban pun dirampas dan dibawa A sebagai jaminan," ujarnya.

Surat tersebut lalu digunakan oleh A untuk mengintimidasi istri korban yang ternyata juga bekerja di PT OHP agar gaji istri korban diserahkan seluruhnya kepada A.

Istri MS yang tidak terima dengan hal itu, langsung melaporkan hal tersebut kepada Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang kemudian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pembebasan dan penangkapan terhadap tersangka.

"Atas laporan dari istri korban tim opsnal Unit 4 Subdit 3 Resmob melakukan pembebasan terhadap Korban dan melakukan penangkapan terhadap tiga orang yang bertugas menjaga korban di rumah kantor PT. OHP," tutur Yusri.

Tiga orang tersebut langsung ditetapkan sebagai tersangka, sedang A yang menjadi otak penculikan dan penyekapan tersebut melarikan diri.

Para tersangka itu dijerat dengan Pasal 333 KUHP dan atau pasal 352 KUHP Tentang Tindak Pidana Merampas Kemerdekaan dan atau Penganiayaan. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ketua KPU Kalsel dan 4 anggotanya dilaporkan ke DKPP
Jumat, 28 Februari 2020 - 18:01 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan, Sarmuji dan empat anggota KPU Kalimantan Selat...
Iis Sugiarto beberkan proses mertua Emirsyah Beli rumahnya seharga Rp8,5 M
Jumat, 28 Februari 2020 - 16:02 WIB
Tiga saksi masing-masing Dwiningsih Haryanti Putri, Erna Indrastuti dan Istiningdiah Sugianto alias ...
Polisi temukan 110 butir happy five milik RH penyuplai narkoba ke artis Vitalia Sesha
Jumat, 28 Februari 2020 - 12:49 WIB
Kepolisian Jakarta Barat menemukan bukti baru terkait narkoba yang melibatkan artis Vitalia Sesha (V...
KPK periksa Ketua KPU
Jumat, 28 Februari 2020 - 11:28 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Jumat ...
Saksi: Imam tak pernah langsung minta tambahan operasional menteri
Kamis, 27 Februari 2020 - 22:41 WIB
Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi di Kementrian Pemuda dan...
KPK kembali lakukan geledah di Surabaya cari Nurhadi
Kamis, 27 Februari 2020 - 17:38 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis kembali melakukan penggeledahan di Surabaya untuk mencari ...
Karutan Kelas 1 Tangerang intensifkan komunikasi dengan APH wujudkan `zero overstaying`
Kamis, 27 Februari 2020 - 16:26 WIB
Dalam mewujudkan zero overstaying tahanan yang terjadi di dalam Rutan ataupun Lapas, dalam hal ini ...
Kasus penusukan Wiranto akan disidangkan di PN Jakbar
Kamis, 27 Februari 2020 - 07:26 WIB
Kasus penusukan terhadap mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, ti...
Mahfud jamin tak ada tindakan represif saat buruh demo 
Rabu, 26 Februari 2020 - 21:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjamin tidak ada tindakan represif...
Luncurkan aplikasi No Pungli No Money, Kabandiklat: Optimis Kejati Sumbar raih WBBM 
Rabu, 26 Februari 2020 - 17:55 WIB
Aplikasi No Pungli,  No Money diluncurkan oleh Jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)