Pengamat: Tiongkok sengaja pancing Indonesia kerahkan kapal perang
Elshinta
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:46 WIB |
Pengamat: Tiongkok sengaja pancing Indonesia kerahkan kapal perang
KRI Tjiptadi-381 dan KRI Teuku Umar-385 mengikuti sailing pass di Laut Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (15/1/2020). Sumber foto: https://bit.ly/36Yu86e

Elshinta.com - Pengamat pertahanan yang juga Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noor Farid, mengatakan bahwa Tiongkok sengaja memancing Indonesia untuk mengerahkan sebanyak-banyaknya kapal pengawas, kapal pengintai, hingga kapal perang yang dimiliki ke Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

"Ini strategi China justru memancing kita, memberikan peluang kepada daerah-daerah yang lain lepas dari pengawasan angkatan laut. Menurut saya kita jangan sampai terfokus ke situ (Natuna)," kata Fauka dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/1).

Fauka mengatakan hal itu menanggapi pelanggaran yang dilakukan kapal ikan Tiongkok yang dikawal kapal Coast Guard China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Natuna beberapa waktu lalu.

Menurut Fauka, langkah Tiongkok yang menambah keberadaan kapal nelayan dan coast guard diduga kuat memang sebagai salah satu bentuk pengalihan perhatian. Karena dengan kondisi demikian, kata dia, Indonesia akan menambah kapal perang dari angkatan laut maupun Bakamla.

"Dengan menambah kapal perang kita dari Bakamla, ada daerah-daerah yang terlepas dari pengawasan. Berarti ada peluang. Misalnya dari KRI apa yang mengawasi wilayah selatan, semua ditarik fokus ke Natuna," ucapnya, dikutip Antara. 

Dengan penambahan kapal pengawas oleh Indonesia, tutur Fauka, berarti ada wilayah yang terlepas dari pengawasan. Kondisi ini berbahaya karena memberikan peluang bentuk kejahatan perairan lainnya seperti penyelundupan narkotika, manusia, atau kejahatan lintas negara lainnya.

Fauka juga menilai, hingga saat ini belum ada tanda-tanda keseriusan Tiongkok untuk melarang seluruh nelayannya agar tidak memasuki wilayah ZEE perairan Natuna. Bahkan, sejak kedatangan Presiden Joko Widodo disinyalir nelayan Tiongkok beserta coast guard yang mendampingi semakin banyak.

"China menambah kapal-kapal nelayan untuk masuk wilayah. Kalau enggak salah ada 34 atau 43 kapal nelayan. Ditambah 6 coast guard," kata Fauka.

TNI bersama dengan Bakamla dan elemen lainnya hingga kini terus melakukan operasi rutin di wilayah perbatasan perairan Natuna. Operasi rutin dilakukan menyusul masih adanya kapal nelayan Tiongkok yang keluar masuk di perairan tersebut.

ASEAN

Pada kesempatan itu, Fauka mengatakan bahwa negara-negara di wilayah ASEAN harus membentuk wadah gabungan militer berupa Komando Gabungan Asia Tenggara.

"Tugasnya menjaga batas wilayah daripada negara Asean, kedua semakin memperkuat Asean terhadap intervensi negara seperti China atau negara lain," jelasnya. 

Menurutnya, perlu diakui kekuatan militer Indonesia yang berada di urutan ke-16 di dunia atau negara lain di ASEAN tak sebanding dengan daya tempur Tiongkok. Namun bila seluruh negara ASEAN menggabungkan kekuatan militer, Fauka menilai Tiongkok bakal berpikir dua kali sebelum bersikap.

"Kalau kita bergabung kita akan menjadi satu kekuatan yang mungkin menjadi satu pertimbangan bagi Tiongkok untuk mengganggu wilayah ASEAN," tuturnya.

Perihal sosok yang memimpin Komando Gabungan Asia Tenggara, dia menyarankan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Menurutnya, Hadi yang menjabat Panglima TNI sejak tahun 2017 sudah mumpuni secara pengalaman dan kepemimpinan.

"Ada Panglima TNI, tapi Panglima harus melepas jabatan sebagai Panglima. Dia harus menjadi Panglima Komando Gabungan Asia Tenggara, fokus di situ," kata Fauka. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kompolnas lakukan penelitian peran Polairud jaga keamanan perairan
Rabu, 15 Juli 2020 - 22:35 WIB
Irwasda Kombes Pol. Djoko Poerbohadijojo didampingi Direktur Polairud Polda Kalsel Kombes Pol. I Ma...
 Pererat sinergitas, Kapolres dan Dandim 0818 kunjungi Mako Brigif 18 Para Raider Malang
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:25 WIB
Guna memperkokoh sinergitas antara TNI dan Polri , Brigif Para Raider  18 / Kostrad, Jabung Kabupat...
Lakukan terobosan di Akmil, Menhan puji KSAD Jenderal Andika
Sabtu, 11 Juli 2020 - 23:04 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jende...
 KSAD sambut kerja sama dengan Unair, riset obat Covid-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:35 WIB
Universitas Airlangga Surabaya mengajukan kerja sama kepada TNI Angkatan Darat terkait dengan riset ...
Satgas Yonif 125/SMB imbau warga pergunakan BLT dengan baik
Senin, 06 Juli 2020 - 21:38 WIB
Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar, personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (S...
Dilantik Jenderal Andika jadi Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Bakti Agus siap bersinergi dengan pemda
Minggu, 05 Juli 2020 - 15:11 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa melantik Mayjen TNI Bakti Agus Fadjar...
Pangkoopsau III minta prajurit TNI AU perhatikan protokol kesehatan selama beraktivitas
Jumat, 03 Juli 2020 - 20:36 WIB
Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) III Marsda TNI Novyan Samyoga, didampingi Ketu...
Polri lanjutkan program seleksi penerimaan calon Akpol dan Tamtama tahun 2020
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:36 WIB
Kepolisian negara republik Indonesia (Polri) kembali akan melanjutkan program seleksi untuk penerima...
Polri bagikan sembako untuk warga terdampak Covid-19 di bantaran rel Manggarai
Kamis, 02 Juli 2020 - 10:13 WIB
Polri terus menggelar bakti sosial (baksos) serentak kepada masyarakat yang terdampak masalah ekonom...
Danrem Merauke berikan kejutan kepada Kapolres Mimika di Hari Bhayangkara ke-74
Rabu, 01 Juli 2020 - 22:25 WIB
Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menggunakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV