Pelaku pencabulan di rest area tol Cipularang diamankan petugas
Elshinta
Selasa, 14 Januari 2020 - 19:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Pelaku pencabulan di rest area tol Cipularang diamankan petugas
Pelaku pencabulan di rest area tol Cipularang diamankan petugas. Foto: Tita Sopandi/elshinta.com.

Elshinta.com - Cecep Maksudi (37) warga Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap remaja di Rest Area tol Cipularang KM 88 B Desa Sukajaya Kecamatan Sukatani. Korban berinisial MA (14) warga Kp. Malangnengah RT 02/01 Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Purwakarta.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian mengatakan, kasus tersebut terkuak setelah korban melaporkan kejadian itu kepada Sunarti (bibi korban) atas perbuatan bejat majikannya itu.

Dalam laporannya korban menuturkan, peristiwa itu terjadi di saat korban bekerja di rumah makan pelaku yang berada di Rest Area. Ketika itu korban dalam keadaan tertidur di salah satu toko yang berdekatan dengan rumah makan tempatnya bekerja. "Pelaku tiba-tiba datang malam hari dan menggerayangi korban hingga akhirnya terbangun. Korban terkejut melihat pelaku adalah majikannya," kata Handreas seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, Selasa (14/1).

Menurut Handreas, korban takut berteriak sementara pelaku kemudian mengimingi-imingi korban dengan ponsel baru dan sejumlah uang. Namun, korban tak terima dengan perlakuan tak senonoh itu, akhirnya melapor ke Mapolres Purwakarta dan pelaku ditangkap di rumahnya.

Dijelaskan Handreas, dalam pengakuanya, pelaku menyatakan tak berniat melakukan itu, selain itu Cecep juga mengaku sejak masih duduk dibangku SMA selalu mengagumi sesama jenis, bahkan sudah menikah pun kecenderungan itu masih ada.

Handreas menegaskan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut. "Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 th 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara," tutup Handreas.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bea Cukai Kudus amankan minibus angkut rokok ilegal
Senin, 17 Februari 2020 - 07:46 WIB
Kantor pelayanan pengawasan bea Cukai tipe madya cukai Kudus, Jawa Tengah, kembali berhasil melakuka...
Satu warga Baubau diduga dibunuh OTK
Senin, 17 Februari 2020 - 07:39 WIB
Satu orang warga lingkungan Kanakea, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara berinisial ...
BNN gagalkan penyeludupan 33 kg sabu asal Malaysia
Senin, 17 Februari 2020 - 06:36 WIB
Tim Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan Bea dan Cukai Aceh dan Sumatera Utara menggagalkan ...
Polda Riau bongkar sindikat perdagangan organ harimau Sumatera
Minggu, 16 Februari 2020 - 09:49 WIB
Kepolisian Daerah Riau berhasil membongkar sindikat perdagangan organ harimau Sumatera (Panthera tig...
Bandar narkoba jaringan Lapas Jambe berhasil dibekuk polisi
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:28 WIB
Satuan Unit Kriminal Polsek Cisoka berhasil menangkap seorang bandar narkoba di Cisoka, Kabupaten Ta...
Polisi bekuk 5 tersangka prostitusi berkedok kawin kontrak
Sabtu, 15 Februari 2020 - 11:39 WIB
Sudah sering terdengar di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat terdapat kehidupan surgawi kawin kontrak...
Polri: Kasus perdagangan orang di Puncak bermodus kawin kontrak
Sabtu, 15 Februari 2020 - 11:16 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan kasus perdagangan ora...
Duh, kakek ini cabuli anak di bawah umur berulang kali
Jumat, 14 Februari 2020 - 17:17 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polsek Cisoka mengamankan seorang kakek berinisial RHM (50 tahun)