Legislatif sebut ada nilai budaya dan historikal di Festival Danau Toba
Elshinta
Selasa, 14 Januari 2020 - 18:58 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Legislatif sebut ada nilai budaya dan historikal di Festival Danau Toba
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba. Foto: Heru R Kurnia/elshinta.com.

Elshinta.com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara menegaskan bahwa pihaknya tidak setuju jika Gubernur Sumatera Utara mengganti kegiatan Festival Danau Toba (FDT) yang selama ini rutin dilaksanakan setiap tahun di kabupaten/kota se kawasan Danau Toba.

"Disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara agar jangan mengsalahartikan Festival Danau Toba itu sebatas kegiatan seremonial saja. Gubernur harus lebih jauh melihat kedalam bahwa ada nilai budaya, nilai historikal dari pelaksanaan Festival Danau Toba itu, termasuk nilai bahasa atau kata Danau Toba itu yang akan dijual keluar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba di DPRD Sumut, Selasa (14/1).

Menurut Mangapul, FDT yang sudah dilaksanakan selama tujuh tahun berturut-turut itu merupakan cerminan yang dianggap menjadi ciri khas Danau Toba, baik dari sisi historikal, kultur dan budayanya.

Setiap kebudayaan di tujuh kabupaten/kota se kawasan Danau Toba itukan tidak sama, kata Mangapul, nah FDT inilah cerminan bagaimana kultur ini semua terelaborasi dalam kegiatan itu, kemudian menjadi bagian yang kita pasarkan ke luar bahwa Danau Toba sebagai peninggalan sejarah punya karakter yang unik dan punya nilai yang tinggi untuk tetap dilestarikan.

"Implementasinya itu sebenarnya makanya akan dibuat dalam kegiatan-kegiatan atau even yang berjudul Festival Danau Toba. Kalau itu digeser kekegiatan lain, tidak mencerminkan budaya, maka substansinya akan bergeser," ujar Mangapul seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru R Kurnia.

Mangapul berharap kepada Pemprov Sumut karena anggaran FDT itu sudah dianggarkan di APBD, agar pahami substansinya.

Mangapul menyampaikan kepada gubernur agar mengevaluasi orang-orang yang melaksanakan FDT itu.

"Tempatkan orang-orang yang mampu melaksanakan itu dengan regulasi yang ada, termasuk anggaran yang cukup untuk itu. Kita konsisten dengan itu, kalau tidak mampu, mari diskusi dengan kita, akan kita berikan masukan dengan manfaatkan kinerja kita sebagai legislatif untuk membantu mereka," kata Mangapul.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
133 peserta ikuti seleksi calon petugas Haji 2020
Kamis, 13 Februari 2020 - 11:08 WIB
Sebanyak 133 peserta dari lingkungan Kementerian Agama se-Sumut dan ormas Islam mengikuti seleksi ta...
Kemenag cabut moratorium izin penyelenggara umrah
Kamis, 13 Februari 2020 - 08:58 WIB
Kementerian Agama telah mencabut moratorium pemberian izin baru bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah...
Menag tunjuk Aloma Sarumaha sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik
Selasa, 11 Februari 2020 - 21:36 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi hari ini menunjuk Aloma Sarumaha sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bim...
Katedral sambut baik rencana pembangunan terowongan silaturahmi
Senin, 10 Februari 2020 - 20:54 WIB
Gereja Katedral Jakarta menyambut baik rencana pembangunan Terowongan Silahturahmi yang disampaikan ...
Presiden sebut renovasi Masjid Istiqlal selesai sebelum Ramadan
Jumat, 07 Februari 2020 - 15:26 WIB
Renovasi Masjid Istiqlal telah dimulai sejak tahun lalu. Presiden Joko Widodo menyampaikan, renovasi...
Pemerintah diminta data ulang keberadaan keraton sebelum Indonesia merdeka
Kamis, 06 Februari 2020 - 20:56 WIB
GBPH Prabukusumo berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri untuk secepatnya melakuk...
Pemerintah masih kaji rencana pemulangan eks ISIS
Selasa, 04 Februari 2020 - 14:17 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih mengkaji kemungkinan memulangk...