Melbourne berselimut asap tanda kebakaran hutan Australia belum usai
Elshinta
Selasa, 14 Januari 2020 - 15:26 WIB |
Melbourne berselimut asap tanda kebakaran hutan Australia belum usai
Sumber. Foto: https://bit.ly/2Ti13yJ

Elshinta.com - Kebakaran hutan Australia belum menampakkan tanda-tanda akan usai meskipun pekan ini cuaca lebih dingin, menurut pejabat pemerintah negara bagian Victoria pada Selasa (14/1), seiring timbulnya asap yang menyelimuti kota Melbourne.

Setidaknya ada 180 titik api yang masih menyala di wilayah dua negara bagian Victoria dan New South Wales (NSW), sekalipun hujan diramalkan akan turun menyebar di wilayah itu pada Rabu (15/1) esok.

Sekira 20 kebakaran hutan belum tertangani di NSW, wilayah terpadat di Australia, sementara di Victoria sendiri ada lima titik kebakaran yang berada dalam status “pengawasan dan penanggulangan”, satu tingkat di bawah status darurat, kata pihak berwenang.

“Saya berharap bisa menyatakan hal ini telah berakhir, namun jalan kita masih panjang. Bahkan saat ini kita mendapati asap di sekitar kita yang berada dalam tingkat membahayakan,” ujar Lisa Neville, bagian pelayanan darurat Victoria sekaligus Menteri Urusan Kepolisian, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Brett Sutton selaku Kepala Urusan Kesehatan meyakini bahwa kualitas udara di Melbourne menurun drastis menjadi yang terburuk di dunia dalam semalam karena suhu dingin justru membawa partikel kecil udara lebih mendekat ke tanah.

Australia tengah mengalami suatu musim rentan kebakaran terparah sepanjang sejarah, dengan sejumlah kebakaran yang meluas sejak September 2019 dan mengakibatkan 28 orang meninggal dunia serta lebih dari 2.000 rumah rusak.

Tekanan politik untuk mempertimbangkan kembali kebijakan terkait perubahan iklim muncul terhadap pemerintahan konservatif yang membantah ada kaitan antara bencana kebakaran hutan dengan pemanasan global.

Perdana Menteri Scott Morrison kemudian memberi tanda bahwa pemerintah mungkin akan meningkatkan target pengurangan emisi gas kaca serta terbuka pada penerapan penyelidikan nasional perihal kebakaran hutan ini.

Pemerintahan federal pada Senin (13/1) menyebut akan menyalurkan dana sebesar 50 juta dolar Australia, atau sekitar Rp 470 miliar, untuk program darurat pemulihan alam bebas.

Kebakaran hutan ini disebut sebagai “bencana ekologis” yang mengancam sejumlah spesies, termasuk koala dan wallaby—sejenis kangguru berukuran kecil. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apple pantau virus corona di Korsel dan Italia
Sabtu, 29 Februari 2020 - 13:55 WIB
Apple Inc memantau secara teliti wabah corona yang kini meluas di Korea Selatan dan Italia, tempat p...
Korsel laporkan 594 infeksi baru corona
Sabtu, 29 Februari 2020 - 12:28 WIB
Korea Selatan melaporkan 594 infeksi baru corona pada Sabtu (29/2), pertambahan harian tertingginya ...
AS tunda KTT dengan pemimpin ASEAN di tengah wabah corona
Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:36 WIB
Amerika Serikat memutuskan menunda pertemuan dengan para pemimpin Negara-negara Asia Tenggara yang d...
Wabah virus corona, Google dan Amazon batasi perjalanan dinas karyawan
Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:26 WIB
Google mencegah karyawan untuk bepergian ke Italia, Iran, Jepang, dan Korea Selatan karena wabah vir...
IMAS berhasil budidaya lobster, Indonesia harus pelajari
Sabtu, 29 Februari 2020 - 08:38 WIB
Universitas Tasmania melalui Institut Studi Kelautan dan Antartika (IMAS) di Australia berhasil meng...
Kasus baru COVID-19 tembus 1.027, WHO tingkatkan level siaga dunia
Sabtu, 29 Februari 2020 - 08:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dar...
Menkes hormati putusan Arab Saudi terkait penangguhan umrah
Sabtu, 29 Februari 2020 - 07:15 WIB
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menghormati keputusan...
Selandia Baru temukan kasus pertama Covid-19
Jumat, 28 Februari 2020 - 21:23 WIB
Pemerintah Selandia Baru pada Jumat mengumumkan kasus pertama penularan jenis baru virus corona atau...
WHO ingatkan seluruh negara siap siaga hadapi COVID-19
Jumat, 28 Februari 2020 - 13:10 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan sel...
Dunia bersiap hadapi pandemi virus corona
Jumat, 28 Februari 2020 - 12:21 WIB
Harapan bahwa virus corona dapat dikendalikan di Tiongkok lenyap seiring infeksi yang menyebar cepat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)