Saudi tarik 21 kadetnya dari AS pascapembunuhan di Florida
Elshinta
Selasa, 14 Januari 2020 - 11:27 WIB |
Saudi tarik 21 kadetnya dari AS pascapembunuhan di Florida
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2U1IQlP

Elshinta.com - Arab Saudi akan menarik pulang 21 kadetnya yang sedang menjalani pelatihan di Amerika Serikat pascapenyelidikan AS atas pembunuhan tiga warga Amerika oleh seorang perwira Saudi di pangkalan angkatan laut di Florida.

Jaksa Agung AS William Bar pada Senin (13/1) menyebut pembunuhan tersebut sebagai aksi terorisme.

Tiga pelaut Amerika tewas dan delapan lainnya cedera akibat serangan itu, yang terjadi di Pangkalan Angkatan Laut Pensacola.

Serangan pada 6 Desember 2019 itu memperkeruh hubungan AS-Saudi di tengah peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, saingan Saudi di kawasan.

Dalam insiden tersebut, sang perwira Saudi Letnan Dua Angkatan Udara Mohammed Saeed Alshamrani kemudian tewas ditembak oleh seorang deputi sheriff.

Barr mengatakan 21 kadet Saudi "dikeluarkan dari kurikulum pelatihan" pada militer AS dan dijadwalkan meninggalkan Amerika Serikat pada Senin.

Para kadet itu akan pulang ke negaranya setelah hasil penyelidikan menunjukkan bahwa mereka mengakses pornografi anak atau memiliki akun media sosial yang mengandung materi pandangan garis keras Islam atau anti-Amerika.

Barr mengindikasikan bahwa adalah Arab Saudi yang menarik kadet-kadetnya, bukan karena Amerika Serikat mengusir mereka secara resmi. Barr juga mengatakan pihak berwenang Saudi menyampaikan padanya bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap para kadet itu.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman AS, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa para pejabat AS setuju atas keputusan penarikan para kadet itu, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
19 WNI masih tertahan di wilayah terisolasi Tiongkok
Senin, 24 Februari 2020 - 13:39 WIB
Sebanyak 19 warga negara Indonesia masih tertahan di Harbin, wilayah isolasi baru COVID-19 di Tiongk...
Dokter di Tiongkok kembali jadi korban meninggal virus corona
Senin, 24 Februari 2020 - 11:37 WIB
Seorang dokter Tiongkok di Provinsi Hainan, Tiongkok selatan meninggal akibat pneumonia yang disebab...
Virus corona paksa Samsung tutup pabrik Galaxy Z Flip di Korsel
Senin, 24 Februari 2020 - 10:49 WIB
Wabah virus corona memaksa Samsung untuk menutup pabriknya di Gumi, Korea Selatan, yang merupakan te...
Korsel laporkan lagi 161 kasus COVID-19, total jadi 763
Senin, 24 Februari 2020 - 10:34 WIB
Korea Selatan melaporkan lagi 161 kasus COVID-19 sehingga menambah jumlah total pasien terinfeksi di...
G20 perhatikan dampak penyebaran virus corona pada pertumbuhan global
Senin, 24 Februari 2020 - 08:37 WIB
Kepala keuangan 20 negara teratas di dunia berjanji memantau dampak wabah virus corona pada pertumbu...
188 awak Indonesia di kapal World Dream dipulangkan antisipasi COVID-19
Senin, 24 Februari 2020 - 07:46 WIB
Sebanyak 188 awak Indonesia yang berkerja di kapal pesiar World Dream dipulangkan melalui kapal TNI ...
Korea Selatan laporkan 123 kasus baru corona, empat meninggal
Minggu, 23 Februari 2020 - 11:55 WIB
Korea Selatan memastikan empat orang meninggal dan 123 orang lagi tertular virus corona, COVID-19, s...
Sekjen PBB minta pertempuran di Idlib Suriah dihentikan
Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:39 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Jumat meminta agar segera diber...
Tiongkok temukan lonjakan kasus virus corona di penjara
Jumat, 21 Februari 2020 - 16:57 WIB
Virus corona menginfeksi 234 orang di dua penjara di luar provinsi Hubei. Akibat kasus ini, pejabat ...
Dubes Tiongkok: Semakin banyak pasien sembuh dari virus corona
Jumat, 21 Februari 2020 - 16:07 WIB
Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Deng Xijun menyebut semakin banyak pasien yang dinyatakan sembuh da...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)