AS benarkan kematian Moustafa Kassem di penjara Mesir
Elshinta
Selasa, 14 Januari 2020 - 09:27 WIB |
AS benarkan kematian Moustafa Kassem di penjara Mesir
Sumber Foto: https://bit.ly/2QO2rYb

Elshinta.com - Amerika Serikat pada Senin (13/1) membenarkan kematian Moustafa Kassem keturunan Mesir-Amerika di penjara Mesir, tempatnya ditahan sejak 2013.

AS berjanji akan terus meningkatkan keprihatinan Washington atas catatan HAM yang buruk di Kairo.

"Hari ini saya begitu sedih untuk mengetahui kematian warga negara AS Moustafa Kassem, yang mendekam di penjara Mesir," kata Asisten Sekretaris Urusan Timur Dekat, David Schenker kepada Departemen Luar Negeri.

"Kematiannya di penjara sia-sia, tragis dan dapat dihindari," katanya. "Saya akan terus meningkatkan keprihatinan serius kami atas hak asasi manusia dan warga Amerika yang ditahan di Mesir di setiap kesempatan," kata Schenker.

Kassem divonis penjara pada September 2018, bersama dengan puluhan lainnya terkait aksi duduk 2013 yang berujung pada tewasnya ratusan pengunjuk rasa di tangan pasukan keamanan.

Vonis, yang mencakup hukuman penjara lebih dari 600 orang lainnya, mengakhiri persidangan massal orang-orang yang dituduh membunuh dan menghasut kekerasan selama aksi protes Ikhwanul Muslimin di alun-alun Rabaa Adawiya di Kairo.

Washington merupakan sekutu Barat terdekat Kairo sekaligus salah satu pendonor bantuan utama mereka.

Pegiat HAM menyebutkan Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengawasi penindakan keras terhadap kebebasan di Mesir sejak dilantik pada 2014. Sisi dan para pendukungnya mengatakan langkah itu diperlukan untuk menjaga kondisi stabil Mesir dan untuk melawan ancaman dari kelompok gerilyawan, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Paus Fransiskus `tersakiti` dengan keputusan Turki soal Hagia Sophia
Senin, 13 Juli 2020 - 15:11 WIB
Paus Fransiskus pada Minggu (12/7) mengatakan bahwa dirinya merasa tersakiti dengan keputusan Turki ...
Lebih dari 70 buruh tani di Inggris positif COVID-19
Senin, 13 Juli 2020 - 11:59 WIB
Sekitar 200 buruh tani dekat Malvaren di kawasan West Midlands, Inggris diminta mengisolasi diri set...
Kapal perang AS terbakar di San Diego, 21 orang cedera
Senin, 13 Juli 2020 - 11:48 WIB
Kapal perang Amerika Serikat USS Bonhomme Richard, yang merapat di Pangkalan Angkatan Laut di San Di...
Kasus corona naik, Afrika Selatan kembali terapkan jam malam
Senin, 13 Juli 2020 - 10:26 WIB
Afrika Selatan akan kembali melarang penjualan alkohol selain menerapkan jam malam untuk menurunkan ...
Akibat Corona, utang baru korporasi global capai rekor 1 triliun dolar
Senin, 13 Juli 2020 - 08:35 WIB
Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia akan menghadapi utang baru sebanyak satu triliun dolar AS pad...
Rekor, dalam 24 jam WHO catat 230.370 kasus corona global
Senin, 13 Juli 2020 - 07:04 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat rekor lonjakan kasus virus corona global pada Minggu (12/7...
Ulama Malaysia dukung Hagia Sophia jadi masjid
Minggu, 12 Juli 2020 - 18:15 WIB
Sejumlah ulama Malaysia menyatakan dukungan penuh pada keputusan Pengadilan Tinggi Turki, yang merub...
Venezuela perpanjang status darurat COVID-19 hingga sebulan
Minggu, 12 Juli 2020 - 14:49 WIB
Pemerintah Venezuela pada Jumat (10/7) memperpanjang status darurat di negara tersebut hingga satu b...
Trump pertama kalinya gunakan masker saat kunjungi faskes militer
Minggu, 12 Juli 2020 - 14:16 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang selama ini enggan masker di hadapan publik, bahkan di te...
Lima tewas dalam serangan gereja di Afrika Selatan
Minggu, 12 Juli 2020 - 12:14 WIB
Lima orang tewas dalam serangan gereja di bagian barat Johannesburg pada Sabtu (11/7) dini hari, dem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV