MemoRI 15 Januari
15 Januari 1974: Mengenang Malari
Elshinta
Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
15 Januari 1974: Mengenang Malari
Sumber Foto: https://bit.ly/2R9PyGJ

Elshinta.com - Peristiwa 15 Januari 1974 atau lebih dikenal sebagai Malari, merupakan peristiwa pertama gugatan terhadap kekuasaan Orde Baru. 

Peristiwa yang berlangsung pada 46 tahun lalu ini adalah suatu gerakan demonstrasi mahasiswa yang berkembang menjadi kerusuhan sosial. 

Pada saat itu ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Jakarta turun ke jalan untuk menyampaikan kritik mengenai kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Soeharto yang dianggap banyak kalangan terlalu berpihak kepada investasi dari asing.

Aksi dilakukan untuk menentang penanaman modal asing di Indonesia. Aksi demo ini dilakukan berbarengan dengan kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka yang akan bertemu dengan Soeharto di Jakarta. 

Pada awalnya aksi tersebut berjalan dengan damai, akan tetapi kemudian berkembang menjadi kerusuhan dengan perusakan sejumlah gedung dan kendaraan yang dianggap berbau Jepang.

Beberapa slogan protes mahasiswa yang dimotori Dewan Mahasiswa (Dema), terutama tokohnya Ketua Dema Universitas Indonesia (UI) Hariman Siregar, antara lain menolak modal asing dan strategi pembangunan salah arah.

Dema berbagai perguruan tinggi membulatkan tekad untuk melakukan apel di depan kampus Universitas Trisakti, Grogol. Kebulatan tuntutan yaitu menolak modal asing serta secara demonstratif dilakukan berbarengan dengan kunjungan PM Tanaka.

Dalam konteks modal asing dan pembangunan ekonomi, peristiwa Malari 1974 adalah sebuah percobaan dari kalangan mahasiswa. Sebelumnya, angkatan ’66 telah berhasil mendongkel kekuasaan Orde Lama dengan harapan mendatangkan perbaikan kehidupan bangsa.

Namun, harapan itu pun luruh seiring dengan kebijakan ekonomi Orde Baru yang condong kepada eksploitasi modal asing. Bahkan, sebelum secara resmi menjabat presiden, Soeharto telah meneken UU Penanaman Modal Asing (PMA) pada 1967, yang secara regulasi mengesahkan masuknya Freeport dan berbagai investasi asing lainnya.

Peristiwa itu kemudian berakhir tragis karena terjadi kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta, terutama Pasar Senen.

Dalam kerusuhan yang berlangsung selama dua hari itu, 11 orang meninggal, 75 luka berat, ratusan mobil dan sepeda motor rusak, serta lebih dari 100 gedung atau bangunan hangus dibakar, serta 160 kg emas raib. Pertokoan dan perkantoran di Pasar Senen dan Harmoni juga dibakar dan dijarah oleh massa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolres dan Kemenag Malteng gelar silaturahmi Kamtibmas bersama warga
Jumat, 25 September 2020 - 17:11 WIB
Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi bersama Kepala Kementerian Agama Maluku Tengah, M Hanaf...
 Ribuan masker dan nasi bungkus dibagikan KBPP Polri dan Brimob Poldasu pada warga
Jumat, 25 September 2020 - 14:26 WIB
Kampanye pemakaian masker, penyemprotan desinfektan dan pembagian nasi dapur umum ke masyarakat mena...
COVID-19 kembali renggut seorang nyawa dokter di Riau
Kamis, 24 September 2020 - 21:47 WIB
Seorang tenaga kesehatan di Provinsi Riau dokter Jhon Andi Zainal (46) meninggal dunia akibat terpap...
24 September, sejarah singkat Hari Tani Nasional
Kamis, 24 September 2020 - 06:41 WIB
Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September. Penetapan Hari Tani Nasional juga telah ...
23 September 1967: Peringatan Hari Bahari Nasional
Rabu, 23 September 2020 - 06:35 WIB
Hari ini masyarakat Indonesia memperingati Hari Maritim atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebu...
Titik api ditemukan, personil Polda Kalsel langsung lakukan pemadaman
Senin, 21 September 2020 - 20:46 WIB
Tim Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dipimpin Ka Satgas Preventif AKBP Sofyan Ari...
19 September 1945, peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya
Sabtu, 19 September 2020 - 07:33 WIB
Sejarah hari ini, 75 tahun silam tepatnya pada 19 September 1945 terjadi peristiwa perobekan bendera...
Komandan Korem 173/PVB konfirmasi KKSB tewaskan dua orang di Sugapa
Kamis, 17 September 2020 - 20:55 WIB
Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan, mengaku, insiden penyerangan yang dila...
17 September 1945: Terbentuknya Palang Merah Indonesia
Kamis, 17 September 2020 - 06:26 WIB
Hari ini 75 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 1945, sebuah badan yang bergerak dalam bidan...
Sekda DKI Saefullah meninggal dunia
Rabu, 16 September 2020 - 14:07 WIB
Sekretaris DKI Jakarta Saefullah dikabarkan meninggal dunia, kabar tersebut dibenarkan oleh Gubernur...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV