Indonesia ajak semua pihak cegah eskalasi ketegangan di Timur Tengah
Elshinta
Senin, 13 Januari 2020 - 10:45 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Indonesia ajak semua pihak cegah eskalasi ketegangan di Timur Tengah
Menlu Retno Marsudi menjawab wartawan dalam keterangan pers di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) malam. Sumber foto: https://bit.ly/3a23lb3

Elshinta.com - Indonesia berusaha melakukan berbagai upaya untuk mencegah eskalasi ketegangan di Timur Tengah pasca-serangan drone Amerika Serikat (AS) yang menewaskan jenderal senior Iran, Qassem Soeleimani, di Baghdad, Irak, pada awal bulan Januari 2020 ini. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi mengatakan, Indonesia telah berbicara dengan Amerika Serikat dan Iran di tingkat Dewan Keamanan, serta sudah berusaha untuk men-deputation, meng-encourage semua pihak agar eskalasi yang lebih jelek tidak terjadi lagi. 

“Saya melakukan pembicaraan per telepon pada tanggal 8 malam berarti 9 pagi, karena pada saat itu Menteri Luar Negeri Vietnam baru mendarat di New York. Vietnam untuk bulan Januari ini bertindak sebagai Presiden dari Dewan Keamanan PBB. Saya melakukan pembicaraan, saya mengulangi lagi spot Indonesia terhadap presidency Vietnam,” kata Menlu kepada wartawan di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) malam, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab. 

Indonesia, lanjut Menlu, mengharapkan Vietnam juga menggunakan pengaruhnya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB agar semua pihak yang terkait dapat menahan diri sehingga tidak terjadi lebih buruk lagi. 

“Jadi, kita cukup banyak untuk mengirimkan pesan, untuk meng-encourage agar eskalasi yang lebih jelek tidak terjadi lagi,” tegas Menlu. 

Mengenai apakah masalah tersebut dibicarakan dengan Uni Emirat Arab (UEA), Menlu Retno Marsudi mengemukakan, pada pertemuan dengan Menlu UEA dirinya juga membahas masalah tersebut dan prinsip keduanya sama. 

“Kita tidak ingin situasi, apa namanya, menjadi lebih memburuk,” ujarnya. 

Presiden Joko Widodo pun, sambung Menlu, juga sedikit menyinggung masalah ketegangan di Timur Tengah tersebut dalam pertemuan dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Namun pembahasan ini tidak fokus, karena fokus pembahasan dalam pertemuan keduanya lebih kepada masalah ekonomi. 

Ratusan WNI 

Ditegaskan Menlu, semua negara khawatir dengan kemungkinan terjadinya perang terbuka antara AS dan Iran. Indonesia pun yang posisinya jauh juga khawatir karena perang tidak akan menguntungkan siapapun. 

“Perang itu akan berpengaruh pasti terhadap ekonomi dunia yang sudah tanpa perang pun sudah tertekan, tertekan terus ke bawah,” kata Menlu. 

Bagi Indonesia, menurut Menlu, yang sangat langsung adalah nasib warga negara Indonesia di Ir4an. Menurut data yang ada, jumlah WNI yang ada di Iran lebih dari 400 jiwa. Sementara di Irak lebih dari 800 orang. 

Namun, kata Menlu, diperkirakan jumlah yang ada pasti lebih besar dari data yang diterima tersebut. “Belum lagi kita bicara mengenai WNI yang tinggal di sekitar wilayah itu yang kalau ditotal bisa jumlahnya jutaan. Jadi, kalau situasinya tidak dapat dieskalasi, diredakan maka pasti akan terpengaruh kepada warga negara kita, tetapi sekali lagi untuk antisipasi,” tutur Menlu. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kompolnas lakukan penelitian peran Polairud jaga keamanan perairan
Rabu, 15 Juli 2020 - 22:35 WIB
Irwasda Kombes Pol. Djoko Poerbohadijojo didampingi Direktur Polairud Polda Kalsel Kombes Pol. I Ma...
 Pererat sinergitas, Kapolres dan Dandim 0818 kunjungi Mako Brigif 18 Para Raider Malang
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:25 WIB
Guna memperkokoh sinergitas antara TNI dan Polri , Brigif Para Raider  18 / Kostrad, Jabung Kabupat...
Lakukan terobosan di Akmil, Menhan puji KSAD Jenderal Andika
Sabtu, 11 Juli 2020 - 23:04 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jende...
 KSAD sambut kerja sama dengan Unair, riset obat Covid-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:35 WIB
Universitas Airlangga Surabaya mengajukan kerja sama kepada TNI Angkatan Darat terkait dengan riset ...
Satgas Yonif 125/SMB imbau warga pergunakan BLT dengan baik
Senin, 06 Juli 2020 - 21:38 WIB
Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar, personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (S...
Dilantik Jenderal Andika jadi Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Bakti Agus siap bersinergi dengan pemda
Minggu, 05 Juli 2020 - 15:11 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa melantik Mayjen TNI Bakti Agus Fadjar...
Pangkoopsau III minta prajurit TNI AU perhatikan protokol kesehatan selama beraktivitas
Jumat, 03 Juli 2020 - 20:36 WIB
Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) III Marsda TNI Novyan Samyoga, didampingi Ketu...
Polri lanjutkan program seleksi penerimaan calon Akpol dan Tamtama tahun 2020
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:36 WIB
Kepolisian negara republik Indonesia (Polri) kembali akan melanjutkan program seleksi untuk penerima...
Polri bagikan sembako untuk warga terdampak Covid-19 di bantaran rel Manggarai
Kamis, 02 Juli 2020 - 10:13 WIB
Polri terus menggelar bakti sosial (baksos) serentak kepada masyarakat yang terdampak masalah ekonom...
Danrem Merauke berikan kejutan kepada Kapolres Mimika di Hari Bhayangkara ke-74
Rabu, 01 Juli 2020 - 22:25 WIB
Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menggunakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV