Menko PMK kagumi tiga drone ciptaan dosen UMM
Elshinta
Minggu, 12 Januari 2020 - 07:27 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Menko PMK kagumi tiga drone ciptaan dosen UMM
Foto: El-Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy kesengsem dengan hasil temuan dosen Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang yang menciptakan tiga jenis pesawat tanpa awak (drone).

Tiga jenis pesawat tanpa awak (drone) tersebut merupakan hasil penelitian Dosen Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ir. Wahono, MT. 

“Ini sangat luar biasa manfaatnya berteknologi canggih untuk mendukung dunia pertanian Indonesia," ujar MenKo PMK didampingi rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan beserta beberapa pejabat UMM.

Ditambahkan Muhadjir, pesawat ciptaan UMM ini merupakan tehnologi modern yang sangat diperlukan.

“Dan dari penjelasan pak Wahono, Drone ini lebih murah dibandingkan dari luar negri dan telah banyak negara yang meliriknya karena itu saya akan paparkan memperkenalkan pada bapak  presiden  terkait temuan pesawat tanpa awak ini,” ungkap Muhadjir kepada Kontributor  Elshinta, El-Aris.

Apalagi banyak keuntungan dimana lebih hemat dan sangat efektif tidak hanya untuk penyemprot hama namun juga bisa digunakan untuk pemetaan lahan pertanian.

“Dan temuan ini harus kita dorong tentu saja dengan menggendeng kementrian terkait, saya juga telah memberikan masukan agar drone UMM ini segera dipatenkan. Disamping itu drone  UMM juga akan saya kenalkan ke bapak Presiden, siapa tahu akan bermanfaat baik bagi pendataan maupun dikembangkan untuk kepentingan militer,“ jelasnya.

Tiga jenis pesawat tanpa awak (drone) berteknologi canggih tersebut antara lain; Motodoro MX berjenis Flying Wing dengan kemampuan yang lebih efisien karena sekali terbang bisa memetakan sekitar 700 hektar. 

Pesawat kedua, Farm Mapper yang memiliki kemampuan terbang serta landing vertikal dengan daya jangkau 400-500 hektar. Ketiga, Spraying Robot Indonesia (SRI) yang berfungsi untuk aplikasi pupuk dan pestisida.

“Aplikasi untuk pupuk dan pestisida oleh SRI ini Smart, karena ia hanya menyemprot pada tempat yang membutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan dengan kapasitas 23 liter dan jangkauan 10 hektar dalam 1 jam. Sedangkan data tanaman yang membutuhkan pupuk serta pestisida itu kita dapatkan dari Farm Mapper maupun Motodoro MX,” papar Wahono.

Selain itu, SRI juga memiliki sistem kerja yang mewakili mata yang berfungsi melakukan pemilahan atas tanaman yang sehat dan yang berpenyakit. Karena SRI memiliki sensor yang lebih presisi, lebih akurat secara kuantitatif. “Jadi dari sensor itu bisa menganalisis tingkat kesehatan tanaman, sehingga lebih objektif. Tanpa perlu turun ke lapangan,” ungkap Wahono.

Sejak awal tahun 2017,  Farm Mapper maupun Motodoro MX telah diproduksi massal dengan kapasitas produksi sebanyak 40 buah tiap tahunnya. Harga dimulai dari Rp62 juta hingga Rp250 juta. Sementara drone SRI juga akan diproduksi massal setelah selesai tahap pengembangan.

“Dengan adanya temuan seperti ini, tentu akan sangat penting bagi pertanian kita,” ujar Dr. H. Fauzan, M.Pd, selaku rektor UMM.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Robot ini bisa berkeringat seperti manusia
Selasa, 04 Februari 2020 - 17:15 WIB
Tetapi ada robot jenis baru yang memiliki sifat paling manusiawi. Para peneliti telah berhasil menge...
Menko PMK kagumi tiga drone ciptaan dosen UMM
Minggu, 12 Januari 2020 - 07:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy kesengsem dengan has...
AI gantikan Eselon III dan IV, ini komentar Menkominfo
Jumat, 06 Desember 2019 - 21:09 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menilai soal pemangkasan Eselon III dan IV masuk a...
LAPAN luncurkan Dadali, drone pengangkut manusia
Selasa, 24 September 2019 - 20:25 WIB
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin meresmikan peluncuran D...
Penguji sebut robot asmara berpotensi bunuh sang pemilik
Senin, 26 Agustus 2019 - 18:44 WIB
Penguji produk robotik di Realbotix dan Abyss, bernama samaran Brick Dollbanger menyebutkan bahwa ke...
Berteknologi AI, robot asmara ini ancam hubungan intim manusia 
Minggu, 18 Agustus 2019 - 11:19 WIB
Sebuah perusahaan teknologi lokal di Shenzhen, China, mengklaim robot boneka asmara milik mereka dap...
Robot sepak bola ITS juara di Robocup 2019
Selasa, 09 Juli 2019 - 15:52 WIB
Hasil memuaskan dan membanggakan berhasil diraih oleh tim robot sepak bola dari Institut Teknologi S...
Berprestasi di kontes robot internasional, tiga mahasiswa UMM bebas dari skripsi
Senin, 22 April 2019 - 18:27 WIB
Pihak rektorat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan apresiasi kepada tiga mahasiswanya, ...
Tiga mahasiswa UMM mewakili Indonesia di ajang robotik internasional 
Senin, 08 April 2019 - 15:26 WIB
Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM) bakal berangkat guna mengharumkan nama Indones...
Robot Gundam setinggi 18 meter siap dipamerkan pada 2020
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:53 WIB
Para ilmuwan di Jepang kini berusaha menjembati fiksi ilmiah dan sains, salah satunya melalui robot ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)