Kata `banjir` ternyata disebut puluhan kali dalam manuskrip kuno. Apa artinya?
Elshinta
Jumat, 10 Januari 2020 - 17:17 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Kata `banjir` ternyata disebut puluhan kali dalam manuskrip kuno. Apa artinya?
Prof. Oman Fathurahman. Sumber foto: Facebook

Elshinta.com - Banjir ternyata bukan hal baru yang terjadi di Indonesia khususnya di Jakarta. Menurut catatan Prof. Oman Fathurahman, guru besar filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kata banjir telah disebut dalam manuskrip Melayu Nusantara dengan jumlah yang tidak sedikit.

Hal tersebut disampaikan dalam kultweet Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara (Ngariksa) yang mengupas tema ‘Air Bah di Kemuncak Rumah dalam Manuskrip Betawi Abad 19’, pekan lalu.

“Saya riset tema banjir dalam manuskrip Melayu Nusantara, hasilnya mencengangkan. Ternyata jumlah manuskrip dan catatan yang menggambarkan memori kolektif masyarakat tentang banjir tidak hanya satu atau dua, melainkan ada puluhan teks yang bisa didata,” tulisnya.

Puluhan teks ini hanya dari manuskrip Melayu, belum ditambah Jawa, Bugis, Sunda, dan yang lainnya. “Saya yakin jumlahnya akan terus bertambah,” imbuhnya.

Menurutnya, tema banjir dan air bah ini tidak terlepas dari catatan para penulis Nusantara. “Dengan ditemukan puluhan teks tentang banjir, artinya banjir itu bukanlah hal baru. Misalnya, saya entri kata banjir dalam database Malay Concordance Project (MCP) yang disusun Prof. Ian Proudfoot dari ANU, ditemukan 22 kata banjir dan turunannya dalam 10 teks.”

Menurut Prof. Oman, selain kata banjir, ada pula kata lain yang muncul seperti banjir-banjir, berbanjir-banjir, berbanjirlah, kebanjiran, dan membanjir. Sementara diksi ‘air bah’ ditemukan lebih banyak lagi, yakni sebanyak 72 kali dalam 18 teks.  

Manuskrip di Betawi pun tidak hanya mengandung narasi banjir, tetapi juga menunjukkan kreativitas seni iluminasi dan dekorasi yang tumbuh di kalangan penulis dan penyalin Betawi kala itu.

“Mengkaji manuskrip masa lalu itu bukan sekadar bernostalgia, namun mengasah memori kolektif bahwa kita adalah bangsa yang sudah berkebudayaan maju. Juga ada banyak pelajaran yang bisa kita tiru supaya tidak terulang keliru. Menjadi bangsa yang maju tidak berarti melupakan masa lalu,” pungkas Prof. Oman.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kominfo jaring 242 hoaks tentang virus corona
Rabu, 18 Maret 2020 - 10:59 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 242 konten hoaks dan misinformasi yang berka...
COVID-19 merebak, validasi IMEI tidak ada penundaan waktu
Rabu, 18 Maret 2020 - 08:44 WIB
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Janu Suryanto, menegaskan bahwa sejauh in...
Instagram kurangi sebaran hoaks virus corona
Sabtu, 14 Maret 2020 - 14:28 WIB
Platform berbagi konten video dan foto Instagram melakukan beberapa langkah untuk mengurangi penyeba...
PT Geo Dipa Energi dan PLN siap kembangkan delapan unit PLTP
Jumat, 13 Maret 2020 - 10:58 WIB
PT Geo Dipa Energi telah menjalin kontrak dengan PLN untuk mengembangkan delapan unit Pembangkit Lis...
Industri farmasi didorong tingkatkan riset berbasis inovasi
Kamis, 12 Maret 2020 - 11:58 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong industri farmasi di dalam negeri agar semakin meningkatkan...
IMEI wajib dicantumkan di kemasan, jika tidak…
Jumat, 28 Februari 2020 - 11:07 WIB
Validasi IMEI bakal mulai berlaku pada 18 April 2020. Terkait hal ini Kementerian Perdagangan telah ...
Soal aturan validasi IMEI, YLKI: Perlindungan konsumen harus diutamakan
Jumat, 28 Februari 2020 - 10:24 WIB
Sularsi dengan tegas meminta kepada pemerintah untuk benar-benar mengatur mekanisme Validasi IMEI i...
Validasi IMEI segera berlaku, APSI: Cari ponsel di pedagang resmi, jangan beli barang BM  
Jumat, 28 Februari 2020 - 09:47 WIB
Aturan IMEI berlaku 18 April 2020 mendatang. Aturan ini akan membuat ponsel BM diblokir. Pemblokiran...
Aturan IMEI berlaku 18 April 2020, apa dampaknya?
Jumat, 28 Februari 2020 - 08:41 WIB
Pasca ditandatangani oleh tiga menteri, Menkominfo, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan tenta...
Mekanisme blokir IMEI ditetapkan pekan ini
Kamis, 27 Februari 2020 - 08:31 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menentukan mekanisme yang dipakai untuk memblo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)