Menlu tegaskan Indonesia tolak klaim apapun yang tidak diakui hukum internasional
Elshinta
Kamis, 09 Januari 2020 - 08:00 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Menlu tegaskan Indonesia tolak klaim apapun yang tidak diakui hukum internasional
Menlu Retno Marsudi menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI Tahun 2019, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (8/1) siang. Sumber foto: https://bit.ly/301Xw8Y

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi menegaskan, satu prinsip terkait kedaulatan dan hak berdaulat di perairan Indonesia yaitu klaim apapun, oleh pihak manapun terhadap wilayah kedaulatan RI, harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional, termasuk United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982. 

“Indonesia akan terus menolak klaim yang tidak diakui oleh hukum internasional,” kata Menlu dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI Tahun 2019, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (8/1). 

Sebagaimana negara lain, Menlu menegaskan, isu kedaulatan dan integritas teritori merupakan hal yang tidak dapat ditawar sama sekali. 

“Kedaulatan dan wilayah teritori Indonesia tidak dapat ditawar oleh siapapun juga, kapanpun juga,” ucapnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Indonesia, tandas Menlu Retno, akan terus melawan negara asing yang secara jelas-jelas memberikan dukungan terhadap gerakan separatisme di Indonesia, karena hal ini jelas bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip Piagam PBB. 

Prioritas 

Sebelumnya, Menlu menyampaikan, terkait dengan diplomasi dan kebangsaan, terdapat tiga prioritas yang akan dilakukan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, yaitu:

Untuk batas maritim, antara lain dengan: 

  • Malaysia, menformalkan batas laut teritorial di segmen Laut Sulawesi dan selanjutnya merundingkan segmen Selat Malaka; 
  • Vietnam untuk batas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif);
  • Filipina untuk batas landas kontinen; 
  • Palau untuk batas ZEE; dan 
  • Timor Leste setelah demarkasi batas darat selesai. 

Untuk batas darat, menurut Menlu, prioritas antara lain demarkasi dengan Malaysia di Pulau Sebatik dan Sungai Sinapad, dan finalisasi demarkasi dengan Timor Leste sesuai agreed principles yang sudah disepakati. 

Menlu Retno menyebutkan, diplomasi Indonesia akan dijalankan berdasarkan prioritas 4+1, yaitu penguatan diplomasi ekonomi; diplomasi perlindungan; diplomasi kedaulatan dan kebangsaan; dan peran Indonesia di kawasan dan global. Sementara plus satu-nya adalah penguatan infrastruktur diplomasi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
2.414 personel keamanan gabungan jaga Reuni 212
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:34 WIB
Sebanyak 2.414 personel gabungan dari Kepolisian dan TNI menjaga keamanan dan ketertiban saat berlan...
Prabowo pastikan Indonesia miliki alutsista canggih
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:22 WIB
Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Antar Simanjuntak menyatakan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo...
Tim Mabes Polri kaji daerah rawan konflik
Kamis, 20 Februari 2020 - 06:38 WIB
Tim Supervisi dari Mabes Polri berkunjung ke Polres Langkat dalam rangka pengkajian daerah rawan kon...
Panglima TNI: 11 pucuk senjata kecelakaan Mi-17 kemungkinan diamankan masyarakat
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:06 WIB
Sejumlah 11 pucuk Senjata milik Prajurit TNI AD yang gugur dalam kecelakaan pesawat Heli Mi-17 beber...
Tingkatkan keterampilan, Satbrimob Polda Kaltim giatkan latihan
Kamis, 13 Februari 2020 - 08:47 WIB
Tugas Polri yang kedepan semakin banyak memotivasi para pasukan elite Polri untuk meningkatkan keter...
Panglima TNI terima kunjungan kehormatan Panglima ATM
Jumat, 07 Februari 2020 - 16:26 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Tentera Mal...
Pemulangan anggota ISIS disebut bisa jadi bom waktu
Jumat, 07 Februari 2020 - 11:47 WIB
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi menilai pemulangan anggota Isla...
Wamenhan akan pacu digitalisasi pertahanan
Kamis, 06 Februari 2020 - 13:38 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono akan memacu digitalisasi pertahanan seiring terjadiny...
Polri tegaskan rekam jejak WNI eks ISIS yang akan dipulangkan ke Tanah Air
Rabu, 05 Februari 2020 - 08:21 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk memverifika...
Personel Kodim 0705/Magelang ikuti UTP Umum Teritorial 2020
Selasa, 04 Februari 2020 - 18:57 WIB
Seluruh personel militer Kodim 0705/Magelang, Jawa Tengah yang berpangkat Sersan Dua hingga Pembantu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)