Diguyur hujan perayaan Bwee Gee di Kudus meriah
Elshinta
Minggu, 05 Januari 2020 - 20:04 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Diguyur hujan perayaan Bwee Gee di Kudus meriah
Diguyur hujan perayaan Bwee Gee di Kudus meriah. Foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Ribuan umat Tri Dharma mengikuti kirab perayaan Bwee Gee di Klenteng TITD Hok Hien Bio Kudus, Jawa Tengah. Perayaan Bwee Gee merupakan hari berterima kasih kepada Dewa Bumi (Kong Co Hok Tek Tjing Sien). Kirab diikuti 53 perwakilan klenteng se Indonesia bahkan ada perwakilan dari negara tetangga Malaysia. Mereka telah hadir di Kudus sejak Sabtu (4/1) kemarin. 

Ketua panitia Ade Sanjaya mengatakan perayaan Bwee Gee atau hari berterima kasih pada dewa bumi merupakan kegiatan rutin yang digelar di Kudus. "Rencananya ada sekitar 60 perwakilan klenteng dari berbagai daerah bahkan ada yang dari Malaysia, namun ada yang tidak bisa datang karena wilayahnya terjadi bencana banjir", katanya, Minggu (5/1).

Perayaan Bwee Gee yang ditandai dengan kirab suci keliling kota Kudus disambut meriah oleh warga Kudus. Bahkan, hujan deras yang sempat mengguyur tidak menyurutkan semangat para peserta kirab perayaan Bwee Gee, meskipun membawa tandu yang berisi arca dewa-dewa. Perayaan Bwee Gee di Kudus telah dimulai tahun 2006 lalu yang mendapat dukungan dari berbagai klenteng di Tanah Air. Kirab Bwee Gee tersebut merupakan bentuk rasa terima kasih kepada Dewa Bumi yang telah menjaga dan memelihara alam semesta, serta memberikan rejeki yang melimpah. "Kami memanjatkan doa khusus untuk keselamatan bangsa dijauhkan dari segala musibah dan bencana", tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Pelaksana Bupati Kudus Muhammad Hartopo menyatakan perayaan Bwee Gee di Kudus menandakan toleransi yang terjadi pada masyarakat Kudus cukup tinggi. Meski mayoritas Islam tetapi budaya minoritas tetap dihormati seperti yang terlihat pada kirab Bwee Gee. "Kami berharap para peserta kirab dari berbagai daerah ini nyaman selama di Kudus", papar Hartopo yang sekaligus ikut memanggul tandu. 

Daya tarik acara tersebut, selain adanya arak-arakan kiem sien (arca suci), juga dimeraihkan kebudayaan tradisional Jawa berupa reog, marching band, liong dan barongsai, serta ritual tang sien (menyakiti diri) yang diperankan umat Tridharma dari sebuah klenteng. Sejarah munculnya Bwee Gee dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, disebutkan sebagai rasa terima kasihnya kepada seorang pejabat negara (kepala pajak) yang jujur, bersih, dan bijaksana, bernama Hok Tik Cing Sien. Karena Kebijaksanaannya, rakyat sangat menghormati dan mencintainya.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Terkait COVID-19, Pengamat minta jangan ada tokoh justru sesatkan publik
Kamis, 26 Maret 2020 - 21:35 WIB
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia DR Devie Rahmawati SSos MHum berharap tidak ada tokoh yan...
Stok darah menurun terdampak COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 09:40 WIB
Imbauan untuk menunda kegiatan yang menghadirkan banyak orang karena mewabahnya virus corona berdamp...
Wapres minta MUI rilis fatwa tangani jenazah COVID-19 dan tata cara ibadah petugas medis
Selasa, 24 Maret 2020 - 07:18 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasya...
Ketua MPR donasikan gaji atasi COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 06:50 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bakal mendonasikan gajinya untuk mencegah penularan penyebar...
MUI ajak umat patuhi Ilmuwan, jangan menyepelekan
Senin, 23 Maret 2020 - 08:20 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas mengajak umat Islam untuk patu...
Ditengah wabah COVID-19, Kaltara tetap gelar MTQ
Jumat, 20 Maret 2020 - 16:27 WIB
Meskipun di beberapa daerah telah menunda pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) akibat mengant...
Imbauan bagi pengemudi online di tengah COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:28 WIB
Para pengemudi online diimbau tetap menjaga kebersihan di tengah penyebaran virus corona jenis baru ...
MUI: Haram hukumnya tebar kepanikan dan info hoaks soal COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:15 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, haram hukumnya bagi masyarakat melakukan aktivitas yang me...
Viral! Handoko Gunawan, dokter senior ikut berjuang lawan COVID-19
Rabu, 18 Maret 2020 - 07:47 WIB
Pemerintah telah memperpanjang status darurat pandemi COVID-19 sampai dengan 29 Mei 2020 dan petugas...
Pelunasan Biaya Haji 1441H dibuka, mulai 19 Maret 2020
Selasa, 17 Maret 2020 - 07:32 WIB
Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jemaah haji reguler, Petugas Haji Daerah (PHD),...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)